Akses ke KITB Resmi Diperbaiki 4,5 Km Dengan Anggaran Rp15 Miliar
Batang - Aksesibilitas menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) terus mendapat perhatian pemerintah. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan perbaikan jalan sepanjang 4,5 kilometer yang menghubungkan jalur Pantura Banyuputih menuju Kedawung di kawasan KEK Industropolis Batang.
Batang - Aksesibilitas menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) terus mendapat perhatian pemerintah. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan perbaikan jalan sepanjang 4,5 kilometer yang menghubungkan jalur Pantura Banyuputih menuju Kedawung di kawasan KEK Industropolis Batang.
Jalur
tersebut menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat sekaligus operasional
kawasan industri, terutama bagi tenaga kerja yang beraktivitas di KITB.
Bupati
Batang M. Faiz Kurniawan mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui
program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang membiayai proyek tersebut. Menurutnya,
peningkatan kualitas jalan sangat penting untuk menunjang pertumbuhan industri
dan pelayanan publik.
“Alhamdulillah
kita disupport hampir 4,5 kilometer. Ini menjadi salah satu jalur yang sangat
substantif buat kebutuhan masyarakat di Kabupaten Batang, khususnya karena
menjadi akses menuju kawasan industri,” katanya saat meninjau lokasi di Jalan
Srigunung Raya, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Senin (5/1/2026).
Dijelaskannya,
proyek perbaikan jalan itu menelan anggaran sekitar Rp15 miliar dengan kualitas
pengerjaan yang dinilai baik dan berdaya tahan hingga 10 tahun. Dengan
infrastruktur yang memadai, ia berharap pelayanan transportasi bagi tenaga
kerja di KITB dapat berjalan lebih optimal.
Tak
hanya infrastruktur jalan, Faiz juga mengungkapkan rencana percepatan integrasi
transportasi umum melalui Trans Jateng rute Batang. Ia menyebutkan, operasional
layanan tersebut akan dimajukan dari jadwal semula.
“Awalnya
direncanakan 2028. Tapi kami sampaikan ke Pak Gubernur dan langsung
diperintahkan ke Dishub untuk dipercepat. Harapannya awal 2027 sudah aktif,” jelasnya.
Dalam
rencana tersebut, Trans Jateng rute WonotunggalPekalongan akan memiliki titik
simpul di Terminal Banyuputih. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Batang akan
menyiapkan layanan shuttle khusus menuju kawasan KITB.
Sementara
itu, Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum, yang juga merupakan putra daerah
Batang Mukhamad Oki Isnaini menegaskan, komitmen Kementerian PU dalam mendukung
pembangunan infrastruktur daerah melalui IJD, sejalan dengan arahan Presiden.
“Dari
Pak Menteri PU, kami kawal untuk Batang agar sesuai dengan slogannya, Batang
Berkembang,” tuturnya.
Ia
mengakui, keterbatasan anggaran dan prioritas nasional menjadi tantangan utama.
Meski demikian, usulan-usulan strategis dari Pemerintah Kabupaten Batang tetap
menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Bukan
hanya jalan, tapi juga irigasi, pengelolaan sampah, tanggul air, hingga
penanganan rob. Semua itu masuk ranah PU, tergantung kebutuhan masyarakat dan
usulan dari Pak Bupati,” tandasnya.
Terkait
masih adanya sejumlah ruas jalan perkampungan menuju KITB yang relatif sempit
serta jembatan kecil yang belum tersentuh perbaikan, Oki menyatakan akan
melakukan identifikasi ulang untuk diusulkan pada program IJD tahap berikutnya,
menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran pusat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)