Jelang Porprov, Atlet Bulutangkis Batang Jalani Cek Kesehatan
Batang - Para atlet bulutangkis di bawah naungan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang mulai menyiapkan diri, sebelum bertanding di kompetisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng. Sebelum mengikuti pemusatan latihan, para atlet wajib menjalani cek kesehatan awal, untuk memastikan kondisi fisik, sehingga lebih siap mengikuti rangkaian latihan.
Batang - Para atlet bulutangkis di bawah naungan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang mulai menyiapkan diri, sebelum bertanding di kompetisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng. Sebelum mengikuti pemusatan latihan, para atlet wajib menjalani cek kesehatan awal, untuk memastikan kondisi fisik, sehingga lebih siap mengikuti rangkaian latihan.
PBSI
Batang menyiapkan lima atlet terbaiknya untuk mengikuti rangkaian proses menuju
even terbesar di Jawa Tengah demi membawa hasil maksimal di cabang olahraga
bulutangkis.
Pelatih
PBSI Batang Ahmad Yulianto menerangkan, para atlet akan mengikuti beberapa
proses sebelum bertanding di kompetisi Porprov yang akan digelar pertengahan
2026.
“Mereka
harus cek kesehatan awal, tes fisik dan cek kesehatan akhir, serta dilanjutkan
pemusatan latihan. Hasil pemeriksaannya sampai saat ini masih aman, belum ada
kendala kesehatan apapun,” katanya, saat mendampingi para atlet di ruang
laboratorium RS QIM Batang, Kabupaten Batang, Jumat (2/1/2026).
Pasca
cek kesehatan, para atlet akan mengikuti latihan awal, sebelum masuk ke
pemusatan latihan selama 24 kali dalam kurun waktu tiga bulan.
“Sementara
ini mereka latihan di klub masing-masing dulu, nanti mulai Juni hingga Agustus
baru ikut pemusatan latihan,” tegasnya.
Salah
satu atlet pelajar bulutangkis berpotensi, pasangan ganda campuran Farel dan
Veren, menjadi andalan baik di kancah provinsi maupun nasional.
“Seperti
Veren saat ini sedang bersiap mengikuti seleksi nasional, semoga bisa berjaya
di Jawa Tengah dan Nasional,” harapnya.
Usai
mengikuti rangkaian cek kesehatan, Farel dan Veren merasa kondisi fisik tetap
prima, karena memang bagian dari proses yang harus dilalui.
Veren
membenarkan dirinya telah menjalani rangkaian tes kesehatan dengan hasil yang
masih baik.
“Tadi
diminta cek paru-paru sama diambil darahnya, alhamdulillah nggak ada kendala,
semua baik. Tinggal proses berikutnya tes fisik biar tahu kondisi tubuh kita,”
ungkapnya.
Sebagai
atlet nasional, Veren sendiri telah mengantongi banyak medali di sejumlah
kompetensi, di antaranya medali emas di kejuaraan Piala Gubernur Jawa Timur dan
Sirkuit Nasional Jawa Barat.
Berbeda
dengan Farel yang harus mengulang beberapa kali untuk memastikan kondisi
paru-parunya sehat.
“Alhamdulillah
hasilnya baik dan tinggal rutin berlatih saja terus, sampai semuanya siap.
Kalau kejuaraannya, pernah meraih medali emas di Porprov, semoga tahun ini
dapat emas lagi,” ujar dia.
Sementara,
usai mendampingi cek kesehatan para atlet, Direktur RS QIM Batang Bekti
Mastiadji membenarkan pihaknya mendapat kepercayaan dari Komite Olahraga
Nasional Indonesia (KONI) Batang menjadi tempat cek kesehatan para atlet. Para
atlet mendapatkan pemeriksaan Hematologi dan Spirometri.
“Hematologi
itu cek darah untuk mengetahui adakah penyakit kronis yang diderita atlet.
Sedangkan Spirometri untuk mengecek kondisi paru-paru, ketika dibutuhkan untuk
kerja keras saat bertanding nanti,” terangnya.
Apabila
hasil pemeriksaan ditemukan atlet yang mengalami kendala kesehatan tertentu,
pihak medis akan memberikan arahan kepada KONI sesuai kebutuhan, baik pemenuhan
gizi maupun lainnya.
“Tapi saya yakin, yang lolos seleksi ini memiliki kondisi kesehatan prima, jadi siap untuk bertanding,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Sri Rahayu)