Batang Expo Usai, Capaian Transaksi UMKM Rp1,8 M
Batang - Even Batang Nusantara Expo tahun 2025, resmi ditutup langsung oleh Wakil Bupati Suyono, bersamaan malam pergantian tahun 2026, yang dirayakan sederhana yakni doa bersama. Selama 4 hari digelar, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Batang telah mencatat capaian sebesar Rp1,8 miliar, yang mendekati dari target transaksi dari produk UMKM.
Batang - Even Batang Nusantara Expo tahun 2025, resmi ditutup langsung oleh Wakil Bupati Suyono, bersamaan malam pergantian tahun 2026, yang dirayakan sederhana yakni doa bersama. Selama 4 hari digelar, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Batang telah mencatat capaian sebesar Rp1,8 miliar, yang mendekati dari target transaksi dari produk UMKM.
Wabup
Suyono mengakui, perlu ada strategi khusus agar target tercapai maksimal,
seperti pemilihan waktu yang tepat. Salah satu alasannya karena pelaksanaan
even Batang Nusantara Expo tahun 2025, telah memasuki musim hujan, sehingga
berpengaruh terhadap daya beli konsumen.
“Tahun
2026 Batang Nusantara Expo rencananya akan dilaksanakan bulan Agustus bersamaan
dengan rangkaian kegiatan bulan kemerdekaan, dan tidak sedang musim hujan,
sehingga lebih meriah. Saya maklumi kalau capaian transaksinya belum maksimal,
karena memang hampir tiap hari diguyur hujan,” katanya, saat menutup gelaran
Batang Nusantara Expo, di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Rabu
(31/12/2025) malam.
Kepala
Disperindagkop dan UKM Wahyu Budi Santoso membenarkan, faktor cuaca saat
gelaran even tersebut sedikit berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Kendati demikian, capaian transaksi sudah dinilai mendekati target, dengan
segala kelebihan dan kekurangannya.
“Alhamdulillah
hampir mendekati Rp2 miliar, atau lebih tepatnya Rp1,8 miliar dengan rincian
Rp1,4 miliar dari transaksi di area dalam dan Rp400 juta dari hasil transaksi
UMKM luar daerah. Capaian tersebut berkat sinergi antara pelaku UMKM, Koperasi
Desa Merah Putih hingga stan BUMN dan Kementerian Koperasi,” jelasnya.
Melihat
capaian transaksi tahun 2025, maka Disperindagkop berwacana meningkatkan
keterlibatan UMKM hingga 100 stan, termasuk pemilihan waktu pelaksanaan yang
tepat.
“Kalau
tahun ini persiapan hanya beberapa pekan, otomatis tahun depan harus lebih
matang dan dilaksanakan bukan di akhir tahun,” tegasnya.
Sementara
itu, salah satu koordinator UMKM binaan Disperindagkop, Rohmah mengaku selama 4
hari menggelar produk, omset yang diraih berada di angka Rp7 juta, atau separuh
dari capaian omset beberapa tahun yang mencapai Rp15 juta. Para pelaku UMKM
mengakui terjadi penurunan omset yang dipengaruhi cuaca hujan yang mengguyur
setiap harinya, sehingga mengurangi jumlah konsumen.
“Tiap
hari omset yang diraih berkisar di angka Rp1,5 juta hingga Rp1,6 juta, bahkan
malam ini karena dari pagi hujan deras baru dapat Rp600 ribu. Kalau
keuntungannya 5 - 10 persen, bisa dibilang masih berimbang antara tenaga dan
omset yang didapat,” ujar dia.
Untuk
produk yang dijual langsung dari produsen dengan varian camilan yang beragam.
Namun selama stan buka, mayoritas konsumen justru lebih melirik produk keripik
tempe Mahatani karena sudah dikenal luas penikmatnya. (MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)