Home / Berita / Pemuda dan Olahraga / TRADISI LOMBAN, AJANG KADERISASI ATLET DAYUNG NASIONAL

Berita

Tradisi Lomban, Ajang Kaderisasi Atlet Dayung Nasional

Batang - Tradisi Lomba Dayung atau Lomban yang ada sejak 45 tahun lalu, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Klidang Lor bahkan luar daerah. Potensi ini dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menelurkan atlet-atlet pedayung agar bisa mengangkat nama Kabupaten Batang di berbagai kejuaraan.

Batang - Tradisi Lomba Dayung atau Lomban yang ada sejak 45 tahun lalu, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Klidang Lor bahkan luar daerah. Potensi ini dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menelurkan atlet-atlet pedayung agar bisa mengangkat nama Kabupaten Batang di berbagai kejuaraan.

Instruktur Pertandingan, Nano Harwanto menerangkan, tradisi Lomban yang digelar tiap Idulfitri ini tidak hanya untuk mempererat silaturrahmi antar warga tetapi juga sebagai upaya kaderisasi atlet dayung Batang.

“Ini upaya kami untuk melestarikan tradisi sekaligus mencetak atlet dayung yang ke depan bisa diikutsertakan di kejuaraan provinsi maupun nasional,” katanya, saat ditemui di arena Lomban Desa Klidang Lor, Kabupaten Batang, Rabu (2/4/2025).

Belum lama ini dua tim atlet dayung Batang mengikuti kejuaraan di Jakarta dan Semarang. Nantinya yang menjadi juara khususnya dari Batang harapannya bisa mengikuti kejuaraan dayung di tingkat Jateng maupun Nasional.

Diakuinya, dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah peserta yang siginifikan, hingga 40 persen yakni 2024 lalu sebanyak 450, sedangkan 2025 sebanyak 520 peserta.

“Terkait infrastruktur masyarakat setempat berterima kasih atas dukungan perbaikan oleh Pemda, dengan dibangunnya sejumlah tribun, sehingga memudahkan penonton menyaksikan pertandingan,” jelasnya.

Salah perwakilan peserta, dari Tim Gedang Klutuk, Mugi mengatakan tradisi Lomban harus dilestarikan karena bisa mengkaderisasi calon-calon atlet dayung di tingkat lebih tinggi lagi.

“Di ajang kejuaraan, atlet cabor dayung juga banyak menyumbang medali emas, jadi ini bisa memotivasi warga sini,” harapnya.

Terkait sarana prasarana, Mugi mengharapkan ada perbaikan dan peningkatan khususnya peralatan seperti dayung yang kualitasnya ditingkatkan.

“Kalau sekarang bahannya kayu terlalu berat sampai 2 kilogram dan berpengaruh ke kecepatan kurang maksimal. Sedangkan standarnya berbahan karbon 8 ons,” terangnya.

Sampai sejauh ini, Tim Gedang Klutuk baru menjuarai di tingkat Kabupaten Batang, rencananya dalam waktu dekat akan bertanding di Pekalongan.

“Alhamdulillah tahun lalu kami juara 1 dan semoga bisa bertahan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)