Bupati Batang: Arus Mudik Masih Kondusif, Pos Kesehatan Butuh Pendingin Ruangan
Batang Arus mudik di Kabupaten Batang masih terpantau lancar berdasarkan pemantauan yang dilakukan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di beberapa posko mudik di Jalan Tol dan Jalur Pantura. Meski belum ada kepadatan signifikan, evaluasi tetap diperlukan, terutama terkait kenyamanan posko pelayanan kesehatan di rest area.
Batang Arus mudik di Kabupaten Batang masih terpantau lancar berdasarkan pemantauan yang dilakukan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di beberapa posko mudik di Jalan Tol dan Jalur Pantura. Meski belum ada kepadatan signifikan, evaluasi tetap diperlukan, terutama terkait kenyamanan posko pelayanan kesehatan di rest area.
Bupati Batang M. Faiz
Kurniawan mengungkapkan, bahwa hingga 27 April, kepadatan kendaraan masih
relatif rendah.
“Pantauan arus mudik
belum terlihat padat, untuk hari ini masih longgar. Mungkin nanti sore akan ada
peningkatan, tapi masih sekitar 10-20 persen. Harapannya tidak terjadi
penumpukan hingga akhir periode mudik,” katanya usai memantau Arus Mudik
Lebaran di Rest Area 379 A, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Kamis
(27/3/2025).
Dari hasil pengecekan di
beberapa posko mudik, Bupati menilai fasilitas yang disediakan sudah cukup baik
dan representatif sebagai tempat istirahat bagi pemudik.
“Pos-pos yang ada sudah
sangat baik, termasuk layanan di dalamnya. Dari sisi pengamanan, saya lihat
personel yang diturunkan juga sudah sangat cukup, baik dari Polri, TNI, maupun
jajaran Pemerintah Daerah seperti Dishub dan Satpol PP,” jelasnya.
Untuk mendukung keamanan
para pemudik, Pemkab Batang telah memasang 67 titik CCTV yang dapat dipantau
secara real-time. Dengan sistem ini, kita bisa mengantisipasi hal-hal yang
tidak diinginkan lebih awal.
“Simulasi yang dijelaskan
Kapolres tadi juga sudah sangat tepat, termasuk kebijakan untuk mengurai
kemacetan dan menghindari penumpukan di rest area maupun jalan tol,” terangnya.
Meski fasilitas secara
umum sudah memadai, ada catatan penting terkait pos pelayanan kesehatan.
Beberapa posko kesehatan di rest area cenderung panas, sehingga kenyamanan
pemudik yang membutuhkan layanan medis menjadi kurang optimal.
“Kami sudah minta agar
pos kesehatan dilengkapi dengan AC atau pendingin ruangan. Jangan sampai orang
sakit masuk ke pos kesehatan malah semakin tidak nyaman. Ini akan kami
evaluasi, apakah perlu dibuat pos khusus atau digabung dengan pos lain,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres
Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana menambahkan, bahwa untuk pengamanan arus mudik,
Polres Batang dibantu TNI dan Pemerintah Daerah telah menurunkan 480 personel.
“Kami mendirikan enam
pos, terdiri dari satu pos pelayanan dan lima pos pengamanan di titik-titik
rawan. Sampai saat ini, situasi arus lalu lintas masih terkendali meski ada
sedikit peningkatan,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi
kemacetan, Polres Batang telah menyiapkan beberapa strategi sesuai arahan
Korlantas. Kami menerapkan Cara Bertindak (CB) terkait arus lalu lintas. Jika
kepadatan rest area mencapai 60 persen, kami akan menggunakan skema contraflow.
Jika sudah 80 persen, kendaraan akan dialihkan ke rest area berikutnya. Untuk
penerapan One Way, kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari Korlantas.
Kapolres juga mengimbau,
pemudik untuk mengutamakan keselamatan dan beristirahat jika merasa lelah. Kami
menyediakan pos dan polsek sebagai tempat istirahat.
“Pemudik diharapkan
menjaga barang bawaan saat beristirahat dan selalu waspada terhadap keamanan
diri sendiri serta pengguna jalan lainnya,” ujar dia.
Dengan kesiapan yang
telah dilakukan, diharapkan arus mudik tahun ini dapat berjalan lancar dan
aman, serta para pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat. (MC Batang,
Jateng/Edo/Jumadi)