Lomba Dayung, Juru Parkir Dadakan Panen Rezeki

Batang - Dua tahun ditiadakan, akhirnya lomba dayung tradisional digelar kembali yang berdampak positif bagi perekonomian warga setempat, seperti dibukanya warung makan dadakan di area perlombaan.
Batang - Dua tahun
ditiadakan, akhirnya lomba dayung tradisional digelar kembali yang berdampak
positif bagi perekonomian warga setempat, seperti dibukanya warung makan
dadakan di area perlombaan.
Tak hanya itu, juru
parkir dadakan pun bermunculan untuk membantu menertibkan kendaraan pengunjung.
Panitia koordinator
juru parkir Desa Klidang Lor Ayub mengatakan, digelarnya kembali lomba tersebut
otomatis pedagang lokal merasa diuntungkan karena pengunjung yang datang hingga
ribuan.
“Kalau hari ini
diperkirakan sampai 50 ribu pengunjung yang datang dari dalam maupun luar
daerah,” katanya, saat ditemui di pintu masuk area lomba dayung tradisional, di
Desa Klidang Lor Batang, Kabupaten Batang, Minggu (23/4/2023).
Ia menegaskan, semua
juru parkir di sini adalah relawan dan hasil dari parkir seluruhnya akan diserahkan
ke sejumlah musala dan masjid setempat. Untuk tiap kendaraan yang diparkir
dikenakan tarif parkir sebesar Rp3 ribu.
“Selama kegiatan lomba
berlangsung, dalam sepekan dana yang terkumpul diperkirakan bisa sampai Rp50
juta. Dana parkir yang terkumpul akan diserahkan untuk rehab ke tujuh musala
dan satu masjid,” terangnya.
Salah satu pengunjung,
Darsuin mengaku senang karena agenda tahunan untuk memeriahkan lebaran, dapat
digelar kembali.
“Acara ini membanggakan
warga Klidang Lor, karena lomba dayung tradisional membuat daerah saya makin
dikenal orang banyak,” ujar dia.
Sebanyak 400 tim
mengikuti lomba dayung tradisional baik dari peserta lokal maupun luar daerah.
(MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)