Peluang Bisnis Kuliner yang Datangkan Cuan

Senin, 28 November 2022 Jumadi Dibaca 1.238 kali IKM UKM UMKM
Peluang Bisnis Kuliner yang Datangkan Cuan
Batang Berawal dari kebiasaannya membantu berjualan bakso goreng (basreng), di kediaman bibinya, Hamidah siswi SMKN 1 Batang, terinspirasi mengikuti jejak untuk menjual makanan serupa di sekolah.

Batang Berawal dari kebiasaannya membantu berjualan bakso goreng (basreng), di kediaman bibinya, Hamidah siswi SMKN 1 Batang, terinspirasi mengikuti jejak untuk menjual makanan serupa di sekolah.

Ia mulai menekuni profesi itu sejak awal Januari 2022 lalu. Dengan sedikit kreasi, olahan basreng yang dijajakan kepada rekan sebaya di sekolah, ternyata mendapat sambutan positif, sehingga memantapkannya untuk mengembangkan ke dunia bisnis kuliner.

“Basreng itu bakso yang digoreng terus dikasih daun jeruk dan bumbu rahasia, ada juga skutel, lumpia dan es kuwut dengan harga jual Rp5 ribu sampai Rp6 ribu. Karena teman-teman pada suka, akhirnya jualan aja ke sekolah sama online,” katanya, saat ditemui, dalam kegiatan Gelar Karya, di halaman SMKN 1 Kabupaten Batang, Senin (28/11/2022).

Untuk menjaga kualitas, ia selalu memproduksi sesuai jumlah pesanan.

“Saya tidak pernah menyuplai basreng secara berlebih. Cuma kalau ada pesanan, baru saya buat, biasanya 50 bungkus untuk harga Rp5 ribu. Berbeda jika penjualan secara online. Mayoritas konsumen memesan hingga 50 bungkus untuk ukuran seperempat kilogram dan 80 bungkus untuk harga Rp5 ribu,” jelasnya.

Omsetnya bisa sampai Rp1 juta untuk setiap pemesanan. Baginya, selama dapat membagi waktu, berbisnis saat menempuh pendidikan sangat positif.

“Ini untuk mengisi waktu luang, apalagi ini peluang yang bagus karena bisa mendatangkan uang. Jadi bisa menambah uang saku,” tuturnya.

Ia mengaku ada sedikit kendala permodalan. Untuk mengatasinya, dengan meminjam uang dari bibinya.

“Pinjamnya antara Rp350 ribu sampai Rp500 ribu. Dan kalau sudah laku, langsung dikembalikan hari itu juga,” ungkapnya.

Guru Mata Pelajaran Kewirausahaan, Sri Setiani mengatakan, kegiatan ini juga berkesinambungan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya di bidang kewirausahaan.

“Latihan kewirausahaan ini tidak hanya dilakukan di lingkup sekolah saja, tapi direalisasikan dengan menjual produk olahannya langsung kepada konsumen. Apalagi sekarang penjualan bisa secara online yang pangsa pasarnya sangat luas,” terangnya.

Salah satu siswi SMKN 1 Batang sudah mempraktikkannya dalam dunia bisnis kuliner, yakni Hamidah.

Ia juga menginspirasi sebayanya untuk terjun ke dunia bisnis, utamanya kuliner karena keuntungan yang cepat dan menjanjikan.

“Saya senang sekali melihat kreativitas Hamidah. Ternyata anak didik saya punya pola pikir bisnis, sebab untuk menanamkan pola pikir itu ke anak tidak mudah, karena terkadang sebagian dari mereka ada perasaan gengsi,” katanya.

Maka dengan hadirnya sosok Hamidah yang mau memulai berbisnis, saat di bangku sekolah, dapat dijadikan teladan bagi sebayanya.

“Memang untungnya tidak seberapa, tapi untuk meraih kesuksesan tidak bisa diperoleh secara instan. Nantinya kalau sudah berkembamg, bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Batang Catur Puji Raharjo menambahkan, pelajar SMK memang diupayakan memiliki tiga kompetensi sekaligus, yakni bekerja, berwirausaha dan atau melanjutkan ke tingkat berikutnya.

“Gelar Karya ini bisa jadi ajang berlatih anak didik berwirausaha. Ke depan bisa berkolaborasi dengan pelaku UMKM maupun pengusaha yang memiliki modal,” ujar dia.

Ia memastikan, telah menggelar diskusi bersama pihak perwakilan manajemen Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, untuk rekrutmen karyawan dari lulusan SMK.

“Semua lowongan pekerjaan cocok dengan lulusan kami. Karena kalau pun semua lulusan SMK bekerja di KITB, tetap saja masih kekurangan tenaga kerja,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 16
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 90
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 97
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 50
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 13
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 16