Perawat Spesialis, Buka Peluang Nakes Setara Dokter

Kamis, 04 Agustus 2022 Jumadi Dibaca 1.080 kali Kesehatan
Perawat Spesialis, Buka Peluang Nakes Setara Dokter
Batang Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Batang Muhammad Fajeri telah melantik Hendra Kurniawan sebagai Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) RS QIM untuk periode 2022-2027.

Batang Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Batang Muhammad Fajeri telah melantik Hendra Kurniawan sebagai Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) RS QIM untuk periode 2022-2027.

Muhammad Fajeri mengimbau, agar seluruh anggota DPK mampu meningkatkan profesionalisme, yakni ilmu pengetahuan, kompetensi dan etika sebagai seorang tenaga keperawatan.

“Perawat juga harus terjamin Surat Tanda Registrasi (STR), sebagai tanda ia memiliki izin dalam menjalankan tugasnya,” katanya, usai melantik Ketua DPK RS QIM, di Hotel Dewi Ratih, Kabupaten Batang, Kamis (4/8/2022).

Ia mengapresiasi, dukungan manajemen RS QIM terhadap peningkatan kompetensi perawat, dengan memberi kesempatan untuk menempuh jenjang pendidikan S1 Keperawatan hingga  Profesi Keperawatan.

Tak hanya itu, nantinya bagi tenaga kesehatan yang dinilai cakap, dapat meningkatkan kompetensinya sebagai Perawat Spesialis dengan menempuh pendidikan ke jenjang S2.

“Perawat Spesialis, merupakan wujud pengembangan ilmu dibidang keperawatan agar memiliki kompetensi setara dengan dokter dalam memberikan terapi keperawatan kepada pasien,” jelasnya.

Dalam perawatan seorang pasien, terdapat beberapa disiplin ilmu. Yakni dokter, bidan/perawat, gizi, farmasi, fisioterapi dan lainnya.

Jika sebelumnya perawat hanya sebagai pelaksana perintah dokter, namun dengan memiliki kompetensi sebagai perawat spesialis, maka perannya dalam tim pengobatan pasien, akan memiliki kesetaraan.

“Perawat bisa mengusulkan kepada dokter, untuk memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien karena selama 24 jam, mereka lebih sering kontak dengan pasien. Tapi keputusan akhir tetap berada di tangan dokter,” terangnya.

Ia menambahkan, perawat spesialis di Kabupaten Batang sudah mulai bermunculan, meskipun jumlah masih terbatas.

“Kami sudah punya dua Perawat Spesialis Keperawatan Medikal Bedah (KMB) di RSUD Batang dan RSUD Limpung serta satu Perawat Spesialis Kejiwaan di RSUD Batang,” tegasnya.

Ia mengharapkan, direksi RS QIM dapat mempromosikannya kepada perawat berpotensi sehingga bisa menempuh pendidikan hingga berhasil menjadi perawat spesialis.

Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) RS QIM Batang Hendra Kurniawan mengatakan, program kerja DPK tetap mengutamakan peningkatan kompetensi perawat.

“Bentuknya beragam bisa pelatihan yang direkomendasikan ke manajemen,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi pihak direksi yang membantu peningkatan kompetensi 13 rekan perawat dengan mengambil jenjang Profesi Keperawatan.

Adanya wacana peningkatan kompetensi menjadi perawat spesialis, DPK mendukung sepenuhnya.

“Untuk ke arah situ kami tetap memproses karena ke depan membutuhkan waktu yang panjang. Apalagi QIM saat ini satu-satunya rumah sakit swasta, maka perlu disiapkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk menjadi perawat spesialis, agar pelayanannya makin berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RS QIM Batang, dr. Ratna Ismoyowati, MARS mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas para perawat dengan memiliki keahlian khusus di bidangnya masing-masing.

“Kami dorong agar teman-teman perawat ini ada keahlian khusus supaya bisa sejajar dengan dokter, supaya bisa bersinergi,” ujar dia.

Ia mengakui, di RS QIM belum memiliki perawat spesialis.

“Nanti kalau anak-anak selesai sekolah Profesi Keperawatan dan menerapkan ilmunya, baru kami bersama direksi pertimbangkan sekiranya berpotensi untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” tandasnya.

Ia berharap, setelah Hendra Kurniawan terpilih sebagai Ketua DPK RS QIM, memiliki program kerja yang selaras dengan direksi dan dapat menyatukan seluruh rekan perawat untuk memajukan RS QIM menjadi lebih baik lagi.  (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Batang Angin segar berembus bagi ribuan guru dan tenaga kependidikan (tendik) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Batang. Kebijakan pemerintah pusat yang membuka ruang alih status PPPK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta kepastian anggaran gaji dari pusat membawa harapan baru setelah puluhan tahun mengabdi.
30 Sep 2026 Jumadi 141
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk memperbaiki dua ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni Jalan Depok-Juragan dan Bakalan-Ujungnegoro.
30 Sep 2026 Jumadi 104
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Batang Perusahaan alat kesehatan asal Jepang, melakukan kunjungan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ar Rasyid di Kabupaten Batang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
30 Sep 2026 Jumadi 96
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Batang Puluhan hektare lahan di kawasan pesisir Kabupaten Batang yang dulunya tenggelam dan mangkrak akibat hempasan rob, kini bersiap 'hidup' kembali. Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan strategi baru untuk membangkitkan perekonomian warga pesisir lewat budidaya ikan nila salin.
29 Sep 2026 Jumadi 139
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Batang - Semangat bedol desa mbangun desa yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.
29 Sep 2026 Jumadi 103
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Batang - Puluhan lembar Rupiah yang telah bertahun-tahun mendekam di dasar laci meja pedagang itu kondisinya sudah mengenaskan. Sebagian lusuh melipat, sebagian lagi koyak dipatuk usia dan kelembapan. Bagi Saadah (57), uang-uang itu dulunya bak 'fosil' yang membisu tak bisa diputar untuk kembalian, apalagi dipakai belanja.
29 Sep 2026 Jumadi 89