Tangani Stunting, Butuh Peran Lintas Sektor

Jumat, 29 Juli 2022 Jumadi Dibaca 769 kali Kesehatan
Tangani Stunting, Butuh Peran Lintas Sektor
Batang - Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXIV Kodim 0736/Batang mulai intensif menyosialisasikan pencegahan stunting.

Batang - Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXIV Kodim 0736/Batang mulai intensif menyosialisasikan pencegahan stunting.

Meski demikian, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV Kodim 0736/Batang Ny. Mutia Ahmad Alam Budiman tetap mengimbau agar permasalahan tersebut lekas tertangani melalui peran lintas sektor.

Ia menyampaikan kehadirannya untuk membantu program pemerintah dalam rangka sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting.   

“Angka stunting di Indonesia jumlahnya masih sangat tinggi, demikian pula di Kabupaten Batang,” katanya, saat ditemui di Aula Kantor Balai Desa Kambangan, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Kamis (28/07/2022).

Ia menegaskan, pendekatan dalam penanggulangan stunting penting dilakukan secara lintas sector, karena tidak bisa diatasi oleh sektor kesehatan.

Sementara itu, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman, mengimbau agar warga meminimalisir pernikahan dini atau pernikahan di bawah umur.

“Bila seorang wanita menikah terlalu dini dari segi umur tidak memenuhi standar, apalagi dari segi pengetahuan merawat anak, pasti juga kurang berpengalaman. Jadi sebaiknya seorang wanita menikah minimal berusia 18 tahun,” jelasnya.

Ia mengharapkan seluruh pihak bergerak serentak, dalam penanganan stunting.

Bagi yang berumur di bawah 18 tahun, namun sudah terlanjur menikah, yang utama saat ini adalah pentingnya menjaga kesehatan kandungan.

“Maka di situlah pentingnya pengetahuan tentang gizi seorang ibu hamil, agar calon bayi terbebas dari stunting,” tegasnya.

Camat Blado Kusnoto menjelaskan, berkaitan dengan angka stunting, Desa Kambangan adalah yang tertinggi di Kecamatan Blado dengan jumlah 79 anak, kedua Desa Gerlang sebanyak 59 anak.

“Sedangkan desa yang lainnya masih di bawah dua desa tersebut, jika melihat dari letak geografis Desa Kambangan dan Gerlang yang berada di atas ketinggian sekitar 800 sampai 1.000 di atas permukaan air laut,” ujar dia.

Pemerintah pusat ataupun daerah sudah menganggarkan untuk pencegahan stunting, mulai dari dana desa dan dana - dana lainnya yang berkaitan dengan penanganan stunting. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Batang Angin segar berembus bagi ribuan guru dan tenaga kependidikan (tendik) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Batang. Kebijakan pemerintah pusat yang membuka ruang alih status PPPK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta kepastian anggaran gaji dari pusat membawa harapan baru setelah puluhan tahun mengabdi.
30 Sep 2026 Jumadi 152
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk memperbaiki dua ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni Jalan Depok-Juragan dan Bakalan-Ujungnegoro.
30 Sep 2026 Jumadi 104
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Batang Perusahaan alat kesehatan asal Jepang, melakukan kunjungan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ar Rasyid di Kabupaten Batang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
30 Sep 2026 Jumadi 97
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Batang Puluhan hektare lahan di kawasan pesisir Kabupaten Batang yang dulunya tenggelam dan mangkrak akibat hempasan rob, kini bersiap 'hidup' kembali. Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan strategi baru untuk membangkitkan perekonomian warga pesisir lewat budidaya ikan nila salin.
29 Sep 2026 Jumadi 148
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Batang - Semangat bedol desa mbangun desa yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.
29 Sep 2026 Jumadi 109
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Batang - Puluhan lembar Rupiah yang telah bertahun-tahun mendekam di dasar laci meja pedagang itu kondisinya sudah mengenaskan. Sebagian lusuh melipat, sebagian lagi koyak dipatuk usia dan kelembapan. Bagi Saadah (57), uang-uang itu dulunya bak 'fosil' yang membisu tak bisa diputar untuk kembalian, apalagi dipakai belanja.
29 Sep 2026 Jumadi 90