Jelang Lebaran, Usaha Kelompok Eks Migran Terima 600 Pesanan Kue Kering

Sabtu, 23 April 2022 Jumadi Dibaca 1.384 kali IKM UKM UMKM
Jelang Lebaran, Usaha Kelompok Eks Migran Terima 600 Pesanan Kue Kering
Batang - Belasan eks pekerja Migran yang tergabung dalam usaha kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Toko Bahasa Mandiri di Desa Kedungmalang, Wonotunggal kini tengah disibukkan dengan banyaknya pesanan kue kering.

Batang - Belasan eks pekerja Migran yang tergabung dalam usaha kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Toko Bahasa Mandiri di Desa Kedungmalang, Wonotunggal kini tengah disibukkan dengan banyaknya pesanan kue kering.

Banyaknya pesanan kue kering tahun ini membuat mereka harus bisa membuat minimal 50 toples kue kering setiap harinya.

“Kalau hari biasa paling an hanya masuk 30an toples, lebaran tahun ini bisa sampai 600an lebih. Jadi meningkat 100% karena tahun kemarin hanya 300 toples,” kata salah satu TKM, Siru Ruceh saat ditemui di rumah produksi Desa Kedungmalang, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jumat (22/4/2022).

Siru menjelaskan meningkatnya pesanan kue kering lantaran pesanan tak hanya datang dari warga setempat. Namun pesanan dari berbagai instansi perkantoran juga pesanan online di luar Jawa dan Luar Negeri.

Omset penjualan kue lebaran tahun ini sudah mencapai 20 jutaan. Hal ini didukung peralatan pemanggangnya memang yang baru kita beli dari hadiah lomba inovasi usaha pemberdayaan perempuan.

“Alhamdulillah karena ada beberapa teman di Hongkong, Malaysia, Singapura mereka juga pesan, kemarin baru kami kirim, kalau di luar jawa dikirim ke Riau dan Aceh,” jelasnya.

Kue kering yang dibuat berbagai macam diantaranya nastar, kue sagu keju, kue kacang, kastangle yang dijual dengan harga Rp25.000,00 hingga Rp49.000,00 bergantung jenis dan ukurannya.

“Selain kue lebaran Usaha kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Toko Bahasa Mandiri juga memproduksi beberapa produk seperti pisang kress, kripik, brownies,” terangnya.

Aneka kue basah dan kering, olahan ketela dan juga wader Crispy, sedangkan untuk produk fashion ada tas piring atau tas sulaman dengan mendapatkan pendampingan dari Disnaker Batang.

Sementara itu, Pendamping Kewirausahaan Disnaker Batang Tatik Setianingsih menjelaskan, di Desa Kedungmalang Wonotunggal ini ada sekitar 13 orang eks pekerja Migran yang mengikuti program pendampingan dari Disnaker.

“Melalui program pendampingan dari Disnaker Batang mereka dibekali keterampilan berwirausaha di bidang aneka usaha kuliner dan fashion yang sudah berjalan selama tiga tahun,” ujar dia.

Selain itu mereka juga diajari bagaimana cara memanage usaha, mempromosikan produk dan alhamdulillah mereka dari awal cukup antusias. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 68
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 120
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 120
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 70
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 32
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 37