Manfaat Urine Domba dan Air Bekas Cucian Beras

Rabu, 20 April 2022 Jumadi Dibaca 12.096 kali IKM UKM UMKM
Manfaat Urine Domba dan Air Bekas Cucian Beras
Batang Lapas Batang berupaya memanfaatkan urine domba dan limbah air cucian beras untuk didaur ulang menjadi pupuk untuk menyuburkan tanaman.

Batang Lapas Batang berupaya memanfaatkan urine domba dan limbah air cucian beras untuk didaur ulang menjadi pupuk untuk menyuburkan tanaman.

Kepala Lapas Batang Rindra Wardhana mengatakan, air limbah cucian beras mengandung beberapa nutrisi seperti karbohidrat, protein, nitrogen, fosfor, kalsium, kalium, dan zat pengatur tumbuh yang berfungsi seperti hormon pada tanaman. Sedangkan air urine domba mempunyai kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium.

“Air urine domba juga didapatkan dari domba yang dirawat oleh para Warga Binaan di lahan asimilasi Lapas Batang,” katanya, saat ditemui, di Lapas Batang, Kabupaten Batang, Rabu (20/4/2022).

Ia menjelaskan, air limbah cucian beras dan urine domba di Lapas cukup melimpah, sehingga perlu dimanfaatkan.

“Dalam hal ini setiap rumah pasti ada air limbah cucian beras, demikian juga di Lapas yang berlimpah, jadi fermentasi dan campurkan dengan urine domba,” jelasnya.

Untuk proses fermentasi, air limbah harus diberikan asupan agar bakteri baik dapat muncul.

“Air limbah cucian beras kita campurkan dengan air urine domba, kemudian ditambahkan molasses dan bio-extrim dan hormax. Dengan harapan bakteri baik akan muncul sehingga bermanfaat sebagai pupuk di tanaman,” terangnya.

Molasses adalah produk yang mengandung gula, yang digunakan sebagai bahan baku yang baik untuk pembuatan etanol untuk proses fermentasi. Dan Bio-extrim merupakan pupuk hayati yang digunakan dan dapat meningkatkan kekurangan unsur hara pada tanah PMK.

Sedangkan Hormax merupakan suatu zat pengatur tumbuh tanaman yang dibuat dari bahan-bahan alami atau organik.

Air limbah cucian beras dan air urine domba menjadi sangat bermanfaat setelah difermentasi dan dijadikan Pupuk Organik Cair (POC) untuk menyuburkan tanaman. POC air cucian beras dan air urine domba menghasilkan beberapa mikroorganisme yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman seperti bakteri Pseudomonas fluorescens yang membantu pertahanan tanaman dalam menghadapi serangan penyakit terutama pada bagian akar. Selain itu, POC juga dapat membuat daun lebih lebar dan hijau, tanaman tumbuh lebih cepat dan lebat, serta buah lebih besar dan berbobot.

“Hasil Fermentasi POC ini dapat diaplikasikan pada tanaman dengan melarutkan 2 sendok makan POC ke dalam 1 liter air dan disiramkan ketumbuhan dalam kurun waktu 10 hari sekali,” ujar dia.

Kandungan nutrisi tinggi dalam POC sangat baik untuk kesuburan tanaman tanpa merusak atau menjadi racun bagi tanah sebagaimana pupuk kimia. Semakin lama umur fermentasi maka akan semakin baik.

“Selain itu, juga nantinya akan dikembangkan dan dijadikan sebagai salah satu program pembinaan pada Warga Binaan di Lapas,” imbuhnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 68
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 120
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 120
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 70
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 32
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 37