Gereja Santo Yusup Rayakan Natal Dalam Nuansa Jawa

Sabtu, 25 Desember 2021 Jumadi Dibaca 1.389 kali Kegiatan Keagamaan
Gereja Santo Yusup Rayakan Natal Dalam Nuansa Jawa
Batang - Gereja Katolik Santo Yusup Batang merayakan Malam Natal dengan balutan nuansa adat Jawa Tengah. Hal itu ditunjukkan dengan para jemaat yang mengenakan busana beskap atau lurik lengkap dengan blangkon untuk pria dan kebaya atau kain batik lengkap dengan sanggul untuk kaum wanita.

Batang - Gereja Katolik Santo Yusup Batang merayakan Malam Natal dengan balutan nuansa adat Jawa Tengah. Hal itu ditunjukkan dengan para jemaat yang mengenakan busana beskap atau lurik lengkap dengan blangkon untuk pria dan kebaya atau kain batik lengkap dengan sanggul untuk kaum wanita.

Pimpinan Gereja Katolik Santo Yusup Batang Romo Joseph Ohoiledwarin menyampaikan, khusus tahun ini panitia perayaan Natal sepakat untuk mengangkat tema busana khas Jawa Tengah.

“Jemaat kami itu beragam, karena berasal dari berbagai daerah. Ada dari suku Jawa, Batak dan Flores,” katanya, saat ditemui di Gereja Katolik Santo Yusup, Kabupaten Batang, Sabtu (25/12/2021).

Ia menerangkan, beberapa tahun lalu tema-tema busana dari daerah lain sudah pernah dipilih sebagai tema busana jemaat. 

“Kali ini saya coba jemaat untuk mengenakan busana khas Jawa Tengah. Termasuk dekorasi gereja pun semuanya bernuansakan Jawa,” jelasnya.

Salah satu jemaat, Frans mengutarakan, tahun ini Romo menghendaki busana yang bertemakan adat Jawa, karena mayoritas jemaat adalah warga asli Kabupaten Batang.

“Tiap tahun memang temanya berganti-ganti. Kalau tahun lalu peribadatan dilakukan secara online, jadi tidak ada tema khusus,” ungkapnya.

Ia bersama keluarga mengaku bahagia, karena setelah dua tahun ibadah di gereja dilakukan secara online, akhirnya kini diizinkan menggelar ibadah misa secara tatap muka.

“Walaupun begitu, tapi ya harus tetap jaga prokes yang ketat, jumlah jemaatnya pun dibatasi. Intinya kami sekeluarga senang bisa dapat kuota untuk mengikuti Misa Malam Natal tatap muka dan ketemu langsung dengan Romo,” tuturnya.

Ia menambahkan, selama Pandemi Covid-19, pelaksanaan ibadah di gereja memang ada pembatasan jumlah umat, untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan.

“Secara bergilir, jemaat tetap bisa ikut ibadah di gereja, hanya saja dilakukan secara bergilir. Minggu pertama khusus lingkungan Santo Yusup, minggu kedua Maghdalena, dan kuotanya pun terbatas hanya untuk 50 orang,” terangnya.

Ia bersama keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus Masjid Nurul Huda, yang berkenan mengizinkan halamannya dijadikan tempat parkir kendaraan para jemaat.

“Inilah sikap toleransi umat muslim untuk membantu kami mendapatkan tempat parkir, karena halaman gereja sementara ini dibangun tenda untuk ibadah umat,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 60
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 136
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 144
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 85
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 46
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 56