Menengok Dapur KDMP di Batang, Menuju Kemandirian Ekonomi

Selasa, 09 Juni 2026 Jumadi Dibaca 21 kali Ekonomi
Menengok Dapur KDMP di Batang, Menuju Kemandirian Ekonomi
Gambar ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Batang.
Batang - Langkah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di tingkat desa kini tengah berjalan dinamis. Meski menyimpan potensi besar, operasional koperasi di lapangan rupanya masih harus berkejaran dengan target pembangunan, carut-marut perizinan lahan, hingga regulasi pusat yang dinilai belum sepenuhnya gamblang.

Batang - Langkah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di tingkat desa kini tengah berjalan dinamis. Meski menyimpan potensi besar, operasional koperasi di lapangan rupanya masih harus berkejaran dengan target pembangunan, carut-marut perizinan lahan, hingga regulasi pusat yang dinilai belum sepenuhnya gamblang.

Pengawas Koperasi Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Perizinan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop) Batang Anton Adianto membeberkan potret nyata perkembangan koperasi-koperasi tersebut.

Saat ditanya mengenai desa mana saja yang koperasinya sudah mengepulkan asap dapur operasional, Anton menyebutkan sejumlah wilayah yang saat ini masih didominasi oleh bisnis pangkalan gas bersubsidi.

“Kita ada Desa Simpar, Desa Paskaran, Kelurahan Kasepuhan, Kauman. Itu rata-rata mereka ya beroperasi di LPG 3 kilogram. Walau bisnis utama rata-rata masih berkutat di sektor LPG, Anton menambahkan bahwa beberapa desa kreatif sudah mulai mendobrak batas dan melahirkan produk unggulan mereka sendiri,” katanya saat ditemui di Kantornya, Selasa (9/6/2026).

Tapi untuk yang Desa Simpar itu kan mereka sudah ada produk unggulan apa, kayak telur, telur omega. Terus mereka juga punya di sektor peternakan, perikanan. Ah, itu yang lain juga ya ada sih memang. ada sembako, terus yang di Wonotunggal itu juga ada perikanan. Itu juga kerja sama dengan Dinas Perikanan itu bioflok itu. Itu ya juga sudah ada sih.

“Demi menjaga keberlanjutan usaha ini, pihak dinas pun mengaku terus melakukan pengawalan ketat. Pendampingan yang diberikan tidak main-main, mulai dari pelatihan, pemantauan kegiatan usaha, hingga pengawasan pada momen krusial seperti Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk menjaga semangat para pengurus di desa,” jelasnya.

Namun, jalan menuju kemandirian ekonomi desa ini bukan tanpa kerikil. Salah satu ganjalan yang dirasakan di tingkat daerah adalah ketidakpastian regulasi terkait porsi pendapatan yang harus masuk ke kas desa.

“Kalau yang dulu, yang aturannya itu 20%. Tapi enggak tahu sekarang karena ya nyuwun sewu ini aturan-aturan selanjutnya kita kan belum tahu sepenuhnya, belum jelas terkait aturan-aturannya. Karena untuk KDMP itu kan untuk terkait aturannya itu kan tidak langsung, Oh, ini loh aturannya seperti ini, tapi bertahap, seperti itu,” terangnya.

Ketidakjelasan aturan ini berdampak pada laju operasional, mengingat dinas harus terus menyesuaikan langkah dengan kondisi unik di masing-masing desa sembari memetakan potensi lokal yang ada.

“Bukan hanya soal aturan bagi hasil, proyek fisik bangunan gedung koperasi pun kedodoran dari target awal. Masalah birokrasi lahan lintas sektoral yang menyeret Disperindag, Dinas PU, Dispermades, hingga Dinas Pertanian terkait status Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menjadi batu sandungan utama,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai jumlah gedung yang belum rampung, Anton sempat tertawa kecil sebelum merujuk pada data kongretnya. Kalau sampai kalau sekarang kan kita juga belum hafal semua  yang sudah terbangun 60. Sementara yang sudah berdiri tegak ada 60 gedung, proyek yang masih megap-megap dalam proses pengerjaan berjumlah 99 unit. Anton mengakui bahwa target penyelesaian bangunan ini sebenarnya sudah meleset dari jadwal semula.

“Ini kalau target itu, seharusnya awal tahun kemarin. Cuman enggak tahu, ini sampai sekarang. Kondisi ini diperparah oleh nasib 89 titik lokasi yang pembangunan fisiknya bahkan belum bisa dimulai sama sekali karena status tanahnya masih tersangkut di birokrasi Jakarta. 89 belum dibangun, masih proses tanah, nggih. Masih diusulkan ke pusat. Ya masih tetap kewenangan pusat,” ungkapnya.

Padahal, jika merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) yang menjadi payung hukum program KDKMP, koperasi ini dirancang untuk menguasai 7 sektor usaha strategis demi memutar roda ekonomi desa secara mandiri. Tujuh sektor tersebut meliputi: Simpan pinjam, Sembako, Klinik desa, Apotek desa, Pergudangan, Sektor pertanian, Sektor peternakan/perikanan.

“Namun sayang, realita di lapangan berbicara lain. Hingga hari ini, usaha yang benar-benar berjalan masih didominasi oleh pangkalan LPG dan warung sembako.  Rencana besar untuk mendirikan klinik ataupun apotek desa yang dikelola oleh koperasi masih menjadi angan-angan yang jalannya masih sangat panjang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Suasana Haru Iringi Kedatangan Jemaah Haji Batang dari Baitullah Suasana Haru Iringi Kedatangan Jemaah Haji Batang dari Baitullah
Suasana Haru Iringi Kedatangan Jemaah Haji Batang dari Baitullah
Batang - Suara tangis haru para sanak keluarga pecah saat menyambut kedatangan jemaah haji kloter 15 yang baru tiba di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (962026). Beragam ungkapan dan doa mengiringi kedatangan jemaah haji, yang lama berpisah dari kampung halaman selama 40 hari lamanya.
09 Jun 2026 Jumadi 27
Kejari Batang Musnahkan Barang Bukti Perkara Berkekuatan Hukum Tetap Kejari Batang Musnahkan Barang Bukti Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Kejari Batang Musnahkan Barang Bukti Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Batang - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Batang memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Batang, Kabupaten Batang, Selasa (962026). Kegiatan tersebut turut melibatkan pelajar sebagai bagian dari edukasi hukum dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
09 Jun 2026 Jumadi 27
Samakan Visi, BPS Batang Bekali Materi Calon Petugas SE26 Samakan Visi, BPS Batang Bekali Materi Calon Petugas SE26
Samakan Visi, BPS Batang Bekali Materi Calon Petugas SE26
Pekalongan - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menggelar pelatihan bagi calon petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE26) sejak 31 Mei hingga 11 Juni, sebagai upaya menyelaraskan pola dalam bertugas. Pelatihan diberikan bagi 825 calon petugas, untuk menyamakan visi, agar ketika mendata sesuai standarisasi yang ditentukan oleh BPS.
09 Jun 2026 Jumadi 24
BKPSDM Dorong Penguatan Karier dan Kelengkapan Data MyASN BKPSDM Dorong Penguatan Karier dan Kelengkapan Data MyASN
BKPSDM Dorong Penguatan Karier dan Kelengkapan Data MyASN
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saat Apel Pagi di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (862026). Sebanyak 253 ASN menerima SK sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan pengabdian dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
08 Jun 2026 Jumadi 135
Gojukai Batang Raih 51 Medali di Kejurda Karate Se-Jateng Gojukai Batang Raih 51 Medali di Kejurda Karate Se-Jateng
Gojukai Batang Raih 51 Medali di Kejurda Karate Se-Jateng
Batang - Gojukai Kabupaten Batang mencatatkan capaian positif dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate-Do Gojukai se-Jawa Tengah Piala Kejaksaan Negeri Batang yang digelar di GOR Indoor Abirawa Batang, Kabupaten Batang, Senin (862026). Meski baru kembali aktif mengikuti kejuaraan tingkat daerah, kontingen Batang berhasil membawa pulang total 51 medali.
08 Jun 2026 Jumadi 81
Tingginya Minat Gen Z di Batang Daftar Haji Tingginya Minat Gen Z di Batang Daftar Haji
Tingginya Minat Gen Z di Batang Daftar Haji
Batang - Tingginya minat generasi z untuk mendaftar sebagai calon jemaah haji di Kabupaten Batang, termotivasi karena alasan kemampuan fisik maupun masa tunggu yang cukup lama. Bagi generasi z, mendaftar lebih awal jauh lebih penting, mengingat haji adalah ibadah fisik.
08 Jun 2026 Jumadi 104