Batang - SMAN 1 Wonotunggal meraih juara 2 dalam lomba video pendek “Gaya Gue Lawan Korupsiâ€, yang digelar oleh Inspektorat Provinsi Jawa Tengah dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), dengan mengoptimalkan potensi pelajar untuk ikut berpartisipasi sebagai pemain hingga kru produksi.
Batang - SMAN 1 Wonotunggal meraih juara 2 dalam
lomba video pendek “Gaya Gue Lawan Korupsiâ€, yang digelar oleh Inspektorat
Provinsi Jawa Tengah dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), dengan
mengoptimalkan potensi pelajar untuk ikut berpartisipasi sebagai pemain hingga
kru produksi.
Trofi dan hadiah diserahkan langsung oleh Sekretaris
Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno kepada para pemain video pendek “Buah
Kejujuranâ€, di Aula Integritas, Kantor Inspektorat Jawa Tengah, Selasa
(7/12/2021) lalu.
Pembina Videografi dan Film SMAN 1 Wonotunggal,
Ahmad Zainuri mengatakan, video tersebut dibuat sebagai media untuk
menyampaikan pesan tentang perlawanan terhadap korupsi, agar masyarakat cepat
memahami.
“Proses produksinya memakan waktu hingga sepekan,
mulai dari penyiapan naskah, persiapan peralatan, penentuan dan survei lokasi,
pengambilan gambar hingga tahap pengeditan,†katanya, saat ditemui di SMAN 1
Wonotunggal, Kabupaten Batang, Rabu (8/12/2021).
Ia menerangkan, meskipun seluruh pemainnya adalah
pelajar yang masih belia, namun dalam membawakan karakter, mereka berupaya
menjiwai setiap peran yang dimainkan. Anak-anak berusaha menunjukkan suasana
perlawanan terhadap korupsi. Ada 5 pemain yakni 2 pemain utama dan 3 figuran.
“Nilai-nilai kejujuran itu harus menjadi nilai
utama, kalau sudah tertanam, orang tidak akan melakukan korupsi. Nah itu yang
kami tanamkan ke anak-anak, agar mereka memegang kejujuran di semua bidang,†jelasnya.
Ia mengakui, kesempatan itu ada, namun ketika kita
memegang kejujuran, maka tidak timbul korupsi.
“Tapi sebaliknya jika orang tidak jujur, jangankan
ada kesempatan, tidak adapun, dia akan menciptakan kesempatan itu. Jujur adalah
sebuah nilai yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,†ungkapnya.
Ia mengimbau, kepada para pemenang tidak cepat
berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih.
“Perjalanan masih panjang, anak-anak itu kan masih
punya masa depan. Jadi juara yang diraih ini sebagai pijakan atau jembatan dan
silakan meraih ke jembatan lainnya, artinya jika mereka berbakat silakan
ditekuni lebih dalam,†ungkapnya.
Ia menambahkan, terkait perlawanan terhadap korupsi
merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah. Apabila kejujuran ini
menjadi nilai bersama, korupsi tidak akan berkembang lagi.
“Target kedepan video dan film yang digeluti pelajar
rencananya akan dijadikan ikon di SMA 1 Wonotunggal. Tentu didukung dari
kompetensi SDM dan teknologi, sumber daya manusia sudah bagus, hanya teknologi
yang perlu kami tingkatkan,†terangnya.
Salah satu pemain, Nabila Yuliana mengutarakan,
sebelum bermain di video pendek “Buah Kejujuranâ€, juga pernah bermain di beberapa
video pendek antara lain: Sintren dan Sedekah Bumi.
“Terus terang kami senang banget tapi benar-benar
tidak menyangka, karena harus melawan 95 peserta lain se-Jawa Tengah,†tuturnya.
Ia menyikapi tindakan korupsi yang makin merajalela,
sebagai siswa harus memiliki kesadaran, bahwa korupsi itu tidak baik dan akan
merugikan masyarakat.
“Intinya jangan korupsi sekecil apapun, misalnya
tentang uang kembalian ketika membeli sebuah barang atau makanan. Walaupun
kelihatannya sederhana, tapi harus jujur, tidak boleh diambil, karena bukan
milik kita, kasihan pedagangnya,†tegasnya.
Selama proses produksi seluruh pemain dan kru sempat
mengalami kendala, karena cuaca yang terkadang hujan yang cukup deras.
“Bermain di video ini menjadi sarana untuk mencari
pengalaman dan kalau ada kesempatan lagi kanapa tidak diambil,†ujar dia.
Ia menambahkan, bagi teman-teman yang saat ini
sedang berproses dalam membuat sebuah video, buat saja dengan sungguh-sungguh,
tidak perlu mengejar menang atau kalah.
“Yang penting buat, usahakan semua orang itu tahu,
apa pesan dari video atau film itu, entah untuk melawan korupsi atau lainnya,†imbuhnya.
(MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)