SMAN 1 Wonotunggal Juara Video Pendek Lawan Korupsi

Kamis, 09 Desember 2021 Jumadi Dibaca 677 kali Sosial
SMAN 1 Wonotunggal Juara Video Pendek Lawan Korupsi
Batang - SMAN 1 Wonotunggal meraih juara 2 dalam lomba video pendek “Gaya Gue Lawan Korupsi”, yang digelar oleh Inspektorat Provinsi Jawa Tengah dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), dengan mengoptimalkan potensi pelajar untuk ikut berpartisipasi sebagai pemain hingga kru produksi.

Batang - SMAN 1 Wonotunggal meraih juara 2 dalam lomba video pendek “Gaya Gue Lawan Korupsi”, yang digelar oleh Inspektorat Provinsi Jawa Tengah dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), dengan mengoptimalkan potensi pelajar untuk ikut berpartisipasi sebagai pemain hingga kru produksi.

Trofi dan hadiah diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno kepada para pemain video pendek “Buah Kejujuran”, di Aula Integritas, Kantor Inspektorat Jawa Tengah, Selasa (7/12/2021) lalu.

Pembina Videografi dan Film SMAN 1 Wonotunggal, Ahmad Zainuri mengatakan, video tersebut dibuat sebagai media untuk menyampaikan pesan tentang perlawanan terhadap korupsi, agar masyarakat cepat memahami.

“Proses produksinya memakan waktu hingga sepekan, mulai dari penyiapan naskah, persiapan peralatan, penentuan dan survei lokasi, pengambilan gambar hingga tahap pengeditan,” katanya, saat ditemui di SMAN 1 Wonotunggal, Kabupaten Batang, Rabu (8/12/2021).

Ia menerangkan, meskipun seluruh pemainnya adalah pelajar yang masih belia, namun dalam membawakan karakter, mereka berupaya menjiwai setiap peran yang dimainkan. Anak-anak berusaha menunjukkan suasana perlawanan terhadap korupsi. Ada 5 pemain yakni 2 pemain utama dan 3 figuran.

“Nilai-nilai kejujuran itu harus menjadi nilai utama, kalau sudah tertanam, orang tidak akan melakukan korupsi. Nah itu yang kami tanamkan ke anak-anak, agar mereka memegang kejujuran di semua bidang,” jelasnya.

Ia mengakui, kesempatan itu ada, namun ketika kita memegang kejujuran, maka tidak timbul korupsi.

“Tapi sebaliknya jika orang tidak jujur, jangankan ada kesempatan, tidak adapun, dia akan menciptakan kesempatan itu. Jujur adalah sebuah nilai yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” ungkapnya.

Ia mengimbau, kepada para pemenang tidak cepat berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih.

“Perjalanan masih panjang, anak-anak itu kan masih punya masa depan. Jadi juara yang diraih ini sebagai pijakan atau jembatan dan silakan meraih ke jembatan lainnya, artinya jika mereka berbakat silakan ditekuni lebih dalam,” ungkapnya.

Ia menambahkan, terkait perlawanan terhadap korupsi merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah. Apabila kejujuran ini menjadi nilai bersama, korupsi tidak akan berkembang lagi.

“Target kedepan video dan film yang digeluti pelajar rencananya akan dijadikan ikon di SMA 1 Wonotunggal. Tentu didukung dari kompetensi SDM dan teknologi, sumber daya manusia sudah bagus, hanya teknologi yang perlu kami tingkatkan,” terangnya.

Salah satu pemain, Nabila Yuliana mengutarakan, sebelum bermain di video pendek “Buah Kejujuran”, juga pernah bermain di beberapa video pendek antara lain: Sintren dan Sedekah Bumi.

“Terus terang kami senang banget tapi benar-benar tidak menyangka, karena harus melawan 95 peserta lain se-Jawa Tengah,” tuturnya.

Ia menyikapi tindakan korupsi yang makin merajalela, sebagai siswa harus memiliki kesadaran, bahwa korupsi itu tidak baik dan akan merugikan masyarakat.

“Intinya jangan korupsi sekecil apapun, misalnya tentang uang kembalian ketika membeli sebuah barang atau makanan. Walaupun kelihatannya sederhana, tapi harus jujur, tidak boleh diambil, karena bukan milik kita, kasihan pedagangnya,” tegasnya.

Selama proses produksi seluruh pemain dan kru sempat mengalami kendala, karena cuaca yang terkadang hujan yang cukup deras.

“Bermain di video ini menjadi sarana untuk mencari pengalaman dan kalau ada kesempatan lagi kanapa tidak diambil,” ujar dia.

Ia menambahkan, bagi teman-teman yang saat ini sedang berproses dalam membuat sebuah video, buat saja dengan sungguh-sungguh, tidak perlu mengejar menang atau kalah.

“Yang penting buat, usahakan semua orang itu tahu, apa pesan dari video atau film itu, entah untuk melawan korupsi atau lainnya,” imbuhnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan
Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan
Batang - Langkah pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak tujuh KDMP yang telah selesai dibangun kini resmi memasuki tahap pasca-verifikasi faktual (verfal) oleh tim gabungan tingkat kabupaten.
12 Okt 2026 Jumadi 485
Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik
Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menggelar orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penuh Waktu, di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (12102026).
12 Okt 2026 Jumadi 129
Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit
Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit
Batang - Dinas Kesehatan Batang bekerja sama dengan PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) menggelar cek kesehatan gratis bagi warga Desa Ujungnegoro. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga setempat dari berbagai kerawanan penyakit yang muncul akibat pola hidup dan makan yang kurang baik.
12 Okt 2026 Jumadi 108
Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang
Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang
Batang - Jarak ribuan kilometer antara Kabupaten Batang dan Kota Toyama, Jepang yang terpisahkan oleh samudera dan perbedaan budaya seolah menguap begitu saja saat wajah-wajah sebaya muncul di balik layar. Rasa canggung sempat menyergap. Bagaimanapun, menyapa teman baru dari belahan dunia lain bukan rutinitas harian anak sekolah dasar.
12 Okt 2026 Jumadi 116
Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional
Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional
Batang Karnaval SCTV untuk pertama kalinya digelar di Alun-Alun Kabupaten Batang selama dua hari, Sabtu hingga Minggu. Pemerintah Kabupaten  Batang berharap kegiatan tersebut mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.
11 Okt 2026 Jumadi 388
SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka
SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka
Batang Pangkalan SDN Cepokokuning, Kwartir Ranting (Kwarran) Batang, menggelar Musyawarah Gugus Depan (MUGUS) I di SDN Cepokokuning, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Minggu (11102026).
11 Okt 2026 Jumadi 291