Solo - Pemerintah Kabupaten Batang tengah bersaing dengan 15 Kabupaten/Kota seluruh Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi yang nomor satu dalam hal pengelolaan data informasi publik.
Solo - Pemerintah
Kabupaten Batang tengah bersaing dengan 15 Kabupaten/Kota seluruh Provinsi Jawa
Tengah untuk menjadi yang nomor satu dalam hal pengelolaan data informasi
publik.
Finalis yang mengikuti
uji publik yaitu Kabupaten Kudus, Kabupaten Karanganyar, Kota Surakarta,
Kabupaten Klaten, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang,
Kabupaten Purbalingga, Kota Semarang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Demak,
Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten
Cilacap.
Bupati Batang Wihaji,
saat memberikan paparan mengatakan, ada beberapa inovasi dalam mendukung
pelayanan penyelenggaraan keterbukaan informasi publik. Salah satunya adalah
Batang resources integration dan collaboration system (Brics) atau Batang
sistem informasi sumberdaya Pemerintah.
“Inovasi tersebut
terintegrasi data perencanaan, pengelolaan keuangan, dan pelaporan. Sebagai
pencegahan korupsi serta keterbukaan informasi Pemerintah daerah. Hal itu juga
menjadi rujukan beberapa daerah karena dirasa sangat efektif, efisien, dan
sederhana,†katanya saat ditemui Universitas Sebelas
Maret (UNS) Solo, Selasa (23/11/2021).
Atas inovasi Brics,
lanjut dia, Kabupaten Batang diganjar predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
dalam laporan keuangan 5 kali berturut turut sejak tahun 2016, 2017, 2018, 2019
dan 2020 dari BPK RI perwakilan Jateng.
“Lalu mendirikan klinik
pengadaan barang dan jasa sebagai layanan konsultasi masyarakat dan para rekanan.
Jika di bidang perizinan, Pemkab Batang juga mendirikan Mal Pelayanan Publik (MPP)
dengan melibatkan 23 instansi Pemerintah daerah maupun pusat dengan 329 layanan,â€
terangnya.
Untuk inovasi aplikasi
Batang Karir sebagai paltform ekskulif pencari kerja khusus warga penduduk
Kabupaten Batang. Dari data itu tercatat ada 7.061 pencari kerja, perusahaan
yang bekerjasama dengan aplikasi Batang Karir ada 20 perusahaan yang saat ini
ada 19 lowongan pekerjaan.
“Batang smart spatial
system ini untuk memfasilitasi informasi RTRW, peta dasar, peta tematik badan layanan
tata ruang. E-Sakti merupakam sistem informasi pemeberian santunan kematian
kepada warga kurang mampu,†tegasnya.
Tidak hanya itu, untuk pengaduan
masyarakat bisa melalui darurat kesehatan di nomor 0285 119, layanan darurat
112, curahat Wihaji 08158602999 dan pengaduan satgas Covid-19 082136159781.
Untuk keterbukaan
informasi desa, Pemkab Batang telah membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi (PPID) desa yang totalnya ada 213 desa atau sudah 96,6%.
“Dari sejumlah aplikasi
itu, Pemkab Batang di tahun 2018 terpilih terbaik nomor dua di Indonesia Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)