Batang Suasana pagi di Kecamatan Batang mendadak meriah oleh dentuman drum dan simbal. Pasukan drumband Gempita Ceria dari TK Negeri Pembina Batang tampil mencuri perhatian. Â Dengan kombinasi seragam merah-putih yang kontras dan topi khas drumband, wajah-wajah mungil para siswa tampak dihiasi senyum ceria saat mengawali karnaval.
Batang – Suasana pagi di Kecamatan Batang mendadak meriah oleh dentuman drum dan simbal. Pasukan drumband Gempita Ceria dari TK Negeri Pembina Batang tampil mencuri perhatian. Dengan kombinasi seragam merah-putih yang kontras dan topi khas drumband, wajah-wajah mungil para siswa tampak dihiasi senyum ceria saat mengawali karnaval.
Pemandangan unik terlihat di barisan peserta. Tak hanya seragam sekolah, jalanan seolah menjadi panggung peragaan busana profesi. Ada "polisi" dan "TNI" cilik yang berbaris tegap, hingga "dokter", "perawat", dan "guru" mungil yang melambaikan tangan dengan gemas, menggambarkan impian besar mereka di masa depan.
Kepala TK Negeri Pembina Batang Rikhana menjelaskan, bahwa kemeriahan ini merupakan peringatan Hari Kartini dengan tajuk "Goresan Warna Kartini: Mengekspresikan Impian Melalui Literasi Seni dan Kreativitas".
“Kami ingin menanamkan nilai-nilai keberanian perjuangan Kartini, nilai pantang menyerah, kemudian kreativitas, kemudian juga ada literasinya,” katanya saat ditemui di halaman TK Negeri Pembina, Kabupaten Batang, Selasa (21/4/2026).
Rikhana menekankan bahwa kunci sukses acara ini adalah sinergi. Sebanyak 127 siswa turun ke jalan dengan pendampingan penuh dari orang tua.
“Ini adalah kolaborasi dari guru, orang tua murid, dan pemangku masyarakat. Kelurahan kita juga libatkan. Kolaborasi tersebut adalah kekuatan kami, artinya program-program sekolah itu beriringan dengan wali murid,” jelasnya.
Meski antusiasme pendaftar ke TK Pembina terus meningkat setiap tahunnya, Rikhana mengaku tetap memprioritaskan kualitas dibanding kuantitas. Ia memastikan jumlah siswa yang diterima selalu disesuaikan dengan kapasitas guru agar setiap anak tertangani dengan baik.
Apresiasi tinggi datang dari Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Tri Adi Susanto.
Hadir di lokasi, ia berpesan agar kegiatan ini tidak berhenti pada kemeriahan fisik semata, melainkan menjadi sarana edukasi nilai kebangsaan.
“Kami harapkan semangat Ibu Kartini itu yang pertama adalah semangat belajar. Nanti adik-adik semua harus bisa meniru, mencontoh semangat pahlawan kita Ibu Kartini. Kemudian yang kedua adalah semangat kesetaraan gender, dan yang ketiga adalah emansipasi,” ujar dia.
Meski cuaca mulai memanas, semangat "Kartini Muda" di Batang ini tidak surut. Melalui langkah kaki kecil mereka, semangat perjuangan dan mimpi besar mulai dipupuk sejak dini. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)