Batang - Semangat kemandirian perempuan dalam berkarya dan berwirausaha ditunjukkan oleh Novi Syaifatul Ismiyah, pemilik usaha kuliner Magenta Donut di Kabupaten Batang. Kisahnya menjadi salah satu inspirasi dalam Peringatan Hari Kartini Ke-147.
Batang - Semangat kemandirian perempuan dalam berkarya dan berwirausaha ditunjukkan oleh Novi Syaifatul Ismiyah, pemilik usaha kuliner Magenta Donut di Kabupaten Batang. Kisahnya menjadi salah satu inspirasi dalam Peringatan Hari Kartini Ke-147.
Novi menceritakan awal mula usahanya yang berangkat dari hobi membuat roti. Ia yang berasal dari Jawa Timur awalnya pindah ke Batang untuk sebuah pekerjaan, sebelum akhirnya memutuskan banting setir menjadi pelaku usaha.
“Awalnya karena suka roti. Waktu itu di Batang produk roti tertentu masih sulit ditemukan, jadi saya coba membuat sendiri, mulai dari brownies hingga donat kentang,” katanya saat ditemui di tempat produksi pembuatan kue, Karangasem Utara, Kabupaten Batang, Selasa (21/4/2026).
Produk donat kentang yang ia kembangkan memiliki keunikan tersendiri, yakni tekstur lembut yang tahan lama tanpa bahan pelembut tambahan. Inovasi tersebut menarik perhatian masyarakat setelah dipromosikan melalui media sosial.
“Seiring waktu, usaha yang dirintis dari skala kecil tersebut berkembang dan mampu memproduksi berbagai jenis roti, mulai dari donat, roti manis, hingga sourdough berbasis fermentasi alami. Dalam sehari, produksi bahkan bisa mencapai puluhan kilogram bahan baku tergantung permintaan pasar,” jelasnya.
Sebagai pengusaha perempuan, Novi menilai bahwa perempuan memiliki keunggulan dalam mengelola usaha, terutama dalam hal ketelitian dan ketekunan.
“Perempuan itu lebih detail dan telaten. Dalam bisnis, itu sangat membantu, apalagi dalam menjaga kualitas produk dan konsistensi,” tegasnya.
Tidak hanya fokus pada pengembangan usaha, Novi juga turut memberdayakan perempuan di sekitarnya dengan merekrut mayoritas karyawan dari kalangan ibu rumah tangga. Menurutnya, sentuhan ketelitian dan rasa memiliki dari para pekerja perempuan menjadi nilai tambah dalam proses produksi.
“Ibu-ibu itu kalau bekerja seperti mengurus rumah sendiri, jadi lebih rapi dan bersih. Selain itu juga bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga,” ungkapnya.
Ia pun mendorong generasi muda, khususnya perempuan, untuk berani mandiri dan tidak bergantung secara ekonomi kepada orang lain. Menurutnya, kemandirian menjadi investasi penting di masa depan.
“Perempuan sekarang harus berani mandiri, punya kemampuan, dan bisa berkembang. Itu akan menjadi nilai lebih bagi diri sendiri,” pungkasnya.
Kisah Novi menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana perempuan di daerah mampu berkontribusi dalam penguatan ekonomi lokal, sekaligus membuka peluang kerja dan mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitarnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)