Tingkatkan IPM Batang, PLD Diminta Berdayakan KPM

Rabu, 24 November 2021 Jumadi Dibaca 860 kali Kesehatan
Tingkatkan IPM Batang, PLD Diminta Berdayakan KPM
Batang - Untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang akan berpengaruh pada turunnya angka stunting, Pendamping Lokal Desa (PLD) diminta memberdayakan Kader Pemberdayaan Manusia (KPM) setempat.

Batang - Untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang akan berpengaruh pada turunnya angka stunting, Pendamping Lokal Desa (PLD) diminta memberdayakan Kader Pemberdayaan Manusia (KPM) setempat.

Koordinator Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Suradi mengatakan, peran Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa khususnya di lapangan, memiliki peran penting masing-masing.

“Pendamping Desa itu di level kecamatan sedangkan Pendamping Lokal Desa itu basis lokasi tugasnya di desa. Mereka bertugas memfasilitasi dari sisi pemberdayaan dan memotivasi agar desa menganggarkan pendanaan dari APBDes, sehingga percepatan lokus stunting segera teratasi,” katanya, saat menyampaikan paparan dalam pembinaan KPM, di Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan, Selasa (23/11/2021).

Ia mengakui, selama ini pihaknya mengalami sedikit kendala, karena dalam pembentukan KPM belum memperhatikan kompetensi sumber daya manusia, pola pikir kepala desa masih terobsesi pada kegiatan pembangunan sarana prasarana bukan berfokus pada peningkatan kapasitas KPM.

“Teman-teman PLD berupaya memberikan pemahaman kepada Pemerintah desa, agar kepala desa beserta jajarannya lebih paham terhadap berbagai permasalahan kesehatan, terutama stunting,” harapnya.

PLD merealisasikan tugasnya dengan berkoordinasi bersama bidan desa dan kader-kader lainnya, sehingga bisa berkolaborasi untuk percepatan penanganan stunting.

“Salah satunya melatih KPM dalam mendata kondisi ibu hamil seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK) maupun Risiko Tinggi (Risti). Ini menjadi prioritas Dana Desa, untuk menginvertensi dalam menanganinya,” ungkapnya.

Apabila ibu hamil mengalami KEK atau Risti, maka ia harus mendapatkan asupan gizi lebih banyak, melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Demikian pula indikasi tersebut juga ditemukan pada anak dibawah dua tahun, maka PMT yang diberikan lebih diprioritaskan.

“Pemahaman pola hidup sehat juga penting, karena terkadang ibu pun kurang memperhatikannya. Istirahat, pemberian gizi masih kurang, pemahaman pernikahan dini yang masih kurang pun berpotensi melahirkan generasi-generasi stunting,” terangnya.

Ia mengharapkan, ada kolaborasi program antara Dinas Kesehatan dan Dispermades dalam menangani suatu kasus.

“Stakeholder terkait harus satu pemahaman, masyarakat harus memiliki kepedulian, pelaku bisnis harus lebih peduli dengan memberikan hibah atau bantuan kepada keluarga miskin, generasi muda desa yang sudah berhasil bekerjasama membangun desanya melalui potensinya dan media pun berperan penting untuk mengabarkan segala informasi di suatu desa,” tegasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Batang, Bachtiar Mansyah mengharapkan, seluruh anggota KPM ikut berperan menurunkan stunting.

“Stunting di Kabupaten Batang memang cukup tinggi. Ada beberapa faktor di antaranya sistem sanitasi yang buruk dan asupan gizi yang kurang maksimal,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan, Adat dan Sosial Budaya, Nurlaili Endahwati menambahkan, hingga kini kualitas sumber daya manusia masih tergolong rendah, ditunjukkan dengan nilai IPM tahun 2020 baru mencapai 68,65%.

“Belum optimalnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Maka perlu ada kerjasama seluruh pihak untuk meningkatkan IPM, sehingga stunting pun ikut menurun,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/ Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Batang - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  jenis Pertamax dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 ternyata berdampak pada peningkatan konsumsi Pertalite, karena pengendara memilih harga yang ekonomis. Peningkatan tersebut terjadi sejak pekan lalu, yakni ditandai dengan bertambahnya jumlah pembeli BBM jenis Pertalite.
15 Jun 2026 Jumadi 54
Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual
Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual
Batang - Komunitas Batang Coffee menggelar Manual Brew Competition di kafe Hingga, Limpung, Kabupaten Batang, Minggu (1462026). Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi kopi sekaligus membangkitkan kembali minat terhadap metode seduh manual (manual brew) di kalangan penggiat kopi.
14 Jun 2026 Jumadi 77
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 77
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 92
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 110
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 113