Tingkatkan IPM Batang, PLD Diminta Berdayakan KPM

Rabu, 24 November 2021 Jumadi Dibaca 875 kali Kesehatan
Tingkatkan IPM Batang, PLD Diminta Berdayakan KPM
Batang - Untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang akan berpengaruh pada turunnya angka stunting, Pendamping Lokal Desa (PLD) diminta memberdayakan Kader Pemberdayaan Manusia (KPM) setempat.

Batang - Untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang akan berpengaruh pada turunnya angka stunting, Pendamping Lokal Desa (PLD) diminta memberdayakan Kader Pemberdayaan Manusia (KPM) setempat.

Koordinator Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Suradi mengatakan, peran Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa khususnya di lapangan, memiliki peran penting masing-masing.

“Pendamping Desa itu di level kecamatan sedangkan Pendamping Lokal Desa itu basis lokasi tugasnya di desa. Mereka bertugas memfasilitasi dari sisi pemberdayaan dan memotivasi agar desa menganggarkan pendanaan dari APBDes, sehingga percepatan lokus stunting segera teratasi,” katanya, saat menyampaikan paparan dalam pembinaan KPM, di Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan, Selasa (23/11/2021).

Ia mengakui, selama ini pihaknya mengalami sedikit kendala, karena dalam pembentukan KPM belum memperhatikan kompetensi sumber daya manusia, pola pikir kepala desa masih terobsesi pada kegiatan pembangunan sarana prasarana bukan berfokus pada peningkatan kapasitas KPM.

“Teman-teman PLD berupaya memberikan pemahaman kepada Pemerintah desa, agar kepala desa beserta jajarannya lebih paham terhadap berbagai permasalahan kesehatan, terutama stunting,” harapnya.

PLD merealisasikan tugasnya dengan berkoordinasi bersama bidan desa dan kader-kader lainnya, sehingga bisa berkolaborasi untuk percepatan penanganan stunting.

“Salah satunya melatih KPM dalam mendata kondisi ibu hamil seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK) maupun Risiko Tinggi (Risti). Ini menjadi prioritas Dana Desa, untuk menginvertensi dalam menanganinya,” ungkapnya.

Apabila ibu hamil mengalami KEK atau Risti, maka ia harus mendapatkan asupan gizi lebih banyak, melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Demikian pula indikasi tersebut juga ditemukan pada anak dibawah dua tahun, maka PMT yang diberikan lebih diprioritaskan.

“Pemahaman pola hidup sehat juga penting, karena terkadang ibu pun kurang memperhatikannya. Istirahat, pemberian gizi masih kurang, pemahaman pernikahan dini yang masih kurang pun berpotensi melahirkan generasi-generasi stunting,” terangnya.

Ia mengharapkan, ada kolaborasi program antara Dinas Kesehatan dan Dispermades dalam menangani suatu kasus.

“Stakeholder terkait harus satu pemahaman, masyarakat harus memiliki kepedulian, pelaku bisnis harus lebih peduli dengan memberikan hibah atau bantuan kepada keluarga miskin, generasi muda desa yang sudah berhasil bekerjasama membangun desanya melalui potensinya dan media pun berperan penting untuk mengabarkan segala informasi di suatu desa,” tegasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Batang, Bachtiar Mansyah mengharapkan, seluruh anggota KPM ikut berperan menurunkan stunting.

“Stunting di Kabupaten Batang memang cukup tinggi. Ada beberapa faktor di antaranya sistem sanitasi yang buruk dan asupan gizi yang kurang maksimal,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan, Adat dan Sosial Budaya, Nurlaili Endahwati menambahkan, hingga kini kualitas sumber daya manusia masih tergolong rendah, ditunjukkan dengan nilai IPM tahun 2020 baru mencapai 68,65%.

“Belum optimalnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Maka perlu ada kerjasama seluruh pihak untuk meningkatkan IPM, sehingga stunting pun ikut menurun,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/ Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
06 Okt 2026 Jumadi 186
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 226
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
06 Okt 2026 Jumadi 242
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 221
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
06 Okt 2026 Jumadi 180
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
Batang  - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
05 Okt 2026 Jumadi 239