Arca Ganesha, Cagar Budaya Silurah yang Terjaga

Rabu, 17 November 2021 Jumadi Dibaca 7.256 kali Seni dan Budaya
Arca Ganesha, Cagar Budaya Silurah yang Terjaga
Batang - Kabupaten Batang yang di dalamnya terkandung beragam potensi dan ratusan benda cagar budaya, tetap terjaga kelestariannya. Salah satu situs yang menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat Desa Silurah, yakni Arca Ganesha yang tetap terjaga, oleh warga setempat. Ganesha merupakan lambang kepandaian, jadi oleh masyarakat dianggap orang paling cerdas di dunia.

Batang - Kabupaten Batang yang di dalamnya terkandung beragam potensi dan ratusan benda cagar budaya, tetap terjaga kelestariannya. Salah satu situs yang menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat Desa Silurah, yakni Arca Ganesha yang tetap terjaga, oleh warga setempat. Ganesha merupakan lambang kepandaian, jadi oleh masyarakat dianggap orang paling cerdas di dunia.

Juru pemelihara Arca Ganesha Mbah Kasim menuturkan, arca yang memiliki tinggi dua meter itu, ditemukan pada tahun 1940 oleh warga setempat, dalam posisi tertimbun rimbunnya rumput ilalang.

“Dulu kondisi saat ditemukan Arca Ganesha masih dalam posisi “tertidur” (tertelungkup). Terus didirikan tahun 1942 oleh warga Desa Silurah dan sebagai bentuk ucapan terima kasih atas bantuannya, Perangkat desa memberikan upah berupa tembakau untuk seluruh warga, saat masa peralihan Pemerintahan Belanda kepada Pemerintahan Jepang,” katanya, saat ditemui, di halaman situs Arca Ganesha, Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (16/11/2021).

Ia mengatakan, selanjutnya arca tersebut dirawat oleh ayahandanya, yakni Mbah Carlam, tanpa ada yang meminta.

“Dalam melakukan perawatan, almarhum bapak saya tidak pernah melakukan ritual apapun. Dulu tidak ada yang melakukan ritual, hanya karena alasan peninggalan sejarah, bapak saya telaten merawatnya,” jelasnya.

Sebelum ayahandanya meninggal, tidak ada pesan khusus yang dititipkan. Ia hanya berpesan agar Arca Ganesha dirawat dengan baik dan dilindungi.

“Kalau ritual ibadah memang dilakukan oleh beberapa umat agama. Yang sering mengadakan ritual keagamaan ya dari umat Hindu yang beribadah kepada Arca Ganesha dan Buddha kepada Arca Buddha Gautama,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebelumnya posisi kedua arca tersebut tidak berdekatan, namun berjarak hingga 10 meter.

“Generasi muda harus ikut merawat arca tersebut, karena tidak ada gantinya. Apalagi di Desa Silurah mau dibangun Taman Syailendra, harus bisa ikut melestarikannya,” terangnya.

Ketua Komunitas Batang We, Sutikwo menambahkan, potensi yang dapat diambil dari keberadaan dua arca tersebut, generasi muda Batang akan teredukasi dengan datang dan melihat langsung kondisi di lokasi penemuannya.

“Kedepan juga bisa difungsikan sebagai obyek wisata budaya unggulan. Dari sisi ekonomi juga berdampak positif, karena banyaknya wisatawan yang berkunjung,” harapnya.

Menurut dia, melalui kunjungan langsung dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, tentu secara langsung Pemerintah desa mengetahui, bahwa benda cagar budaya itu sangat penting.

“Ketika pemerintah desa memfungsikannya sebagai destinasi wisata, tentu akan ada nilai edukasi agar seluruh warga bersama wisatawan ikut menjaga cagar budaya tersebut,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Batang Stabil Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Batang Stabil
Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Batang Stabil
Batang - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang terus melakukan pemantauan harian terhadap harga bahan pokok penting (bapokting) di pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap aman pascapenyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
11 Jun 2026 Jumadi 74
Demi 2 Emas Porprov Jateng 2026, Pendekar Batang Rela 'Siksa' Fisik 6 Hari Seminggu Demi 2 Emas Porprov Jateng 2026, Pendekar Batang Rela 'Siksa' Fisik 6 Hari Seminggu
Demi 2 Emas Porprov Jateng 2026, Pendekar Batang Rela 'Siksa' Fisik 6 Hari Seminggu
Batang - Deru napas terengah-engah dan hantaman matras mulai menjadi menu harian bagi para pesilat terbaik Kabupaten Batang. Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII yang akan ditabuh pada 2531 Oktober 2026 mendatang di Semarang Raya, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Batang langsung tancap gas memeras keringat para atletnya.
11 Jun 2026 Jumadi 9
Sebut PNS Cenderung Terjebak Zona Nyaman, Bupati Batang Dorong Dinas Gandeng Anak Muda Sebut PNS Cenderung Terjebak Zona Nyaman, Bupati Batang Dorong Dinas Gandeng Anak Muda
Sebut PNS Cenderung Terjebak Zona Nyaman, Bupati Batang Dorong Dinas Gandeng Anak Muda
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menyoroti kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dinilainya cenderung mengalami penurunan kreativitas karena terjebak dalam zona nyaman. Atas dasar tersebut, ia meminta seluruh dinas di lingkungan Pemkab Batang untuk tidak memborong semua pekerjaan teknis dan mulai melibatkan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf).
11 Jun 2026 Jumadi 10
Bupati Batang Tegaskan Area Publik, Trotoar Bukan Tempat Jualan Bupati Batang Tegaskan Area Publik, Trotoar Bukan Tempat Jualan
Bupati Batang Tegaskan Area Publik, Trotoar Bukan Tempat Jualan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan komitmennya untuk menata estetika kota tanpa harus mematikan urat nadi perekonomian rakyat. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyatakan bahwa pihak pemerintah sama sekali tidak melarang masyarakat Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mencari nafkah di wilayah Kota Batang.
11 Jun 2026 Jumadi 10
Potensi Wisata Ke depan, Bupati Batang Usulkan KA Argo Bromo Anggrek Berhenti di Stasiun Batang Potensi Wisata Ke depan, Bupati Batang Usulkan KA Argo Bromo Anggrek Berhenti di Stasiun Batang
Potensi Wisata Ke depan, Bupati Batang Usulkan KA Argo Bromo Anggrek Berhenti di Stasiun Batang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus mendorong penguatan akses transportasi sebagai strategi memperluas konektivitas daerah sekaligus meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata. Setelah keberhasilan penghentian sejumlah kereta di Stasiun Batang, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan kini mengupayakan agar Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dapat turut berhenti di Stasiun Batang.
11 Jun 2026 Jumadi 11
Wabup Batang Dorong Pengenalan Tari Tradisional Sejak Dini untuk Lestarikan Budaya Wabup Batang Dorong Pengenalan Tari Tradisional Sejak Dini untuk Lestarikan Budaya
Wabup Batang Dorong Pengenalan Tari Tradisional Sejak Dini untuk Lestarikan Budaya
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang terus memperkuat pengenalan seni tari tradisional kepada anak-anak sejak usia dini sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
11 Jun 2026 Jumadi 9