Arca Ganesha, Cagar Budaya Silurah yang Terjaga

Rabu, 17 November 2021 Jumadi Dibaca 7.403 kali Seni dan Budaya
Arca Ganesha, Cagar Budaya Silurah yang Terjaga
Batang - Kabupaten Batang yang di dalamnya terkandung beragam potensi dan ratusan benda cagar budaya, tetap terjaga kelestariannya. Salah satu situs yang menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat Desa Silurah, yakni Arca Ganesha yang tetap terjaga, oleh warga setempat. Ganesha merupakan lambang kepandaian, jadi oleh masyarakat dianggap orang paling cerdas di dunia.

Batang - Kabupaten Batang yang di dalamnya terkandung beragam potensi dan ratusan benda cagar budaya, tetap terjaga kelestariannya. Salah satu situs yang menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat Desa Silurah, yakni Arca Ganesha yang tetap terjaga, oleh warga setempat. Ganesha merupakan lambang kepandaian, jadi oleh masyarakat dianggap orang paling cerdas di dunia.

Juru pemelihara Arca Ganesha Mbah Kasim menuturkan, arca yang memiliki tinggi dua meter itu, ditemukan pada tahun 1940 oleh warga setempat, dalam posisi tertimbun rimbunnya rumput ilalang.

“Dulu kondisi saat ditemukan Arca Ganesha masih dalam posisi “tertidur” (tertelungkup). Terus didirikan tahun 1942 oleh warga Desa Silurah dan sebagai bentuk ucapan terima kasih atas bantuannya, Perangkat desa memberikan upah berupa tembakau untuk seluruh warga, saat masa peralihan Pemerintahan Belanda kepada Pemerintahan Jepang,” katanya, saat ditemui, di halaman situs Arca Ganesha, Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (16/11/2021).

Ia mengatakan, selanjutnya arca tersebut dirawat oleh ayahandanya, yakni Mbah Carlam, tanpa ada yang meminta.

“Dalam melakukan perawatan, almarhum bapak saya tidak pernah melakukan ritual apapun. Dulu tidak ada yang melakukan ritual, hanya karena alasan peninggalan sejarah, bapak saya telaten merawatnya,” jelasnya.

Sebelum ayahandanya meninggal, tidak ada pesan khusus yang dititipkan. Ia hanya berpesan agar Arca Ganesha dirawat dengan baik dan dilindungi.

“Kalau ritual ibadah memang dilakukan oleh beberapa umat agama. Yang sering mengadakan ritual keagamaan ya dari umat Hindu yang beribadah kepada Arca Ganesha dan Buddha kepada Arca Buddha Gautama,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebelumnya posisi kedua arca tersebut tidak berdekatan, namun berjarak hingga 10 meter.

“Generasi muda harus ikut merawat arca tersebut, karena tidak ada gantinya. Apalagi di Desa Silurah mau dibangun Taman Syailendra, harus bisa ikut melestarikannya,” terangnya.

Ketua Komunitas Batang We, Sutikwo menambahkan, potensi yang dapat diambil dari keberadaan dua arca tersebut, generasi muda Batang akan teredukasi dengan datang dan melihat langsung kondisi di lokasi penemuannya.

“Kedepan juga bisa difungsikan sebagai obyek wisata budaya unggulan. Dari sisi ekonomi juga berdampak positif, karena banyaknya wisatawan yang berkunjung,” harapnya.

Menurut dia, melalui kunjungan langsung dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, tentu secara langsung Pemerintah desa mengetahui, bahwa benda cagar budaya itu sangat penting.

“Ketika pemerintah desa memfungsikannya sebagai destinasi wisata, tentu akan ada nilai edukasi agar seluruh warga bersama wisatawan ikut menjaga cagar budaya tersebut,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 24
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 140
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 63
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 88
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 58