Arca Ganesha, Cagar Budaya Silurah yang Terjaga

Rabu, 17 November 2021 Jumadi Dibaca 7.182 kali Seni dan Budaya
Arca Ganesha, Cagar Budaya Silurah yang Terjaga
Batang - Kabupaten Batang yang di dalamnya terkandung beragam potensi dan ratusan benda cagar budaya, tetap terjaga kelestariannya. Salah satu situs yang menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat Desa Silurah, yakni Arca Ganesha yang tetap terjaga, oleh warga setempat. Ganesha merupakan lambang kepandaian, jadi oleh masyarakat dianggap orang paling cerdas di dunia.

Batang - Kabupaten Batang yang di dalamnya terkandung beragam potensi dan ratusan benda cagar budaya, tetap terjaga kelestariannya. Salah satu situs yang menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat Desa Silurah, yakni Arca Ganesha yang tetap terjaga, oleh warga setempat. Ganesha merupakan lambang kepandaian, jadi oleh masyarakat dianggap orang paling cerdas di dunia.

Juru pemelihara Arca Ganesha Mbah Kasim menuturkan, arca yang memiliki tinggi dua meter itu, ditemukan pada tahun 1940 oleh warga setempat, dalam posisi tertimbun rimbunnya rumput ilalang.

“Dulu kondisi saat ditemukan Arca Ganesha masih dalam posisi “tertidur” (tertelungkup). Terus didirikan tahun 1942 oleh warga Desa Silurah dan sebagai bentuk ucapan terima kasih atas bantuannya, Perangkat desa memberikan upah berupa tembakau untuk seluruh warga, saat masa peralihan Pemerintahan Belanda kepada Pemerintahan Jepang,” katanya, saat ditemui, di halaman situs Arca Ganesha, Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (16/11/2021).

Ia mengatakan, selanjutnya arca tersebut dirawat oleh ayahandanya, yakni Mbah Carlam, tanpa ada yang meminta.

“Dalam melakukan perawatan, almarhum bapak saya tidak pernah melakukan ritual apapun. Dulu tidak ada yang melakukan ritual, hanya karena alasan peninggalan sejarah, bapak saya telaten merawatnya,” jelasnya.

Sebelum ayahandanya meninggal, tidak ada pesan khusus yang dititipkan. Ia hanya berpesan agar Arca Ganesha dirawat dengan baik dan dilindungi.

“Kalau ritual ibadah memang dilakukan oleh beberapa umat agama. Yang sering mengadakan ritual keagamaan ya dari umat Hindu yang beribadah kepada Arca Ganesha dan Buddha kepada Arca Buddha Gautama,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebelumnya posisi kedua arca tersebut tidak berdekatan, namun berjarak hingga 10 meter.

“Generasi muda harus ikut merawat arca tersebut, karena tidak ada gantinya. Apalagi di Desa Silurah mau dibangun Taman Syailendra, harus bisa ikut melestarikannya,” terangnya.

Ketua Komunitas Batang We, Sutikwo menambahkan, potensi yang dapat diambil dari keberadaan dua arca tersebut, generasi muda Batang akan teredukasi dengan datang dan melihat langsung kondisi di lokasi penemuannya.

“Kedepan juga bisa difungsikan sebagai obyek wisata budaya unggulan. Dari sisi ekonomi juga berdampak positif, karena banyaknya wisatawan yang berkunjung,” harapnya.

Menurut dia, melalui kunjungan langsung dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, tentu secara langsung Pemerintah desa mengetahui, bahwa benda cagar budaya itu sangat penting.

“Ketika pemerintah desa memfungsikannya sebagai destinasi wisata, tentu akan ada nilai edukasi agar seluruh warga bersama wisatawan ikut menjaga cagar budaya tersebut,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 53
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 133
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 142
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 85
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 46
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 55