Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Batang Stabil

Kamis, 11 Juni 2026 Jumadi Dibaca 43 kali Stabilisasi Harga Bahan Pangan
Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Batang Stabil
Suasana keramaian di Pasar Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang terus melakukan pemantauan harian terhadap harga bahan pokok penting (bapokting) di pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap aman pascapenyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Batang - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang terus melakukan pemantauan harian terhadap harga bahan pokok penting (bapokting) di pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap aman pascapenyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kepala Disperindagkop Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, pemantauan dilakukan terhadap 20 komoditas bahan pokok penting yang menjadi indikator pergerakan harga di pasar tradisional.

“Dalam laporan bapokting ada sekitar 20 komoditas yang dipantau setiap hari. Kalau sembako itu hanya sebagian, sekitar sembilan komoditas, sehingga cakupan bapokting lebih luas,” katanya saat ditemui di Kantor Disperindagkop Kabupaten Batang, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah kebutuhan pokok utama di Kabupaten Batang masih terpantau stabil. Harga beras premium berada di angka Rp14.500,00 per kilogram, beras medium Rp13.500,00 per kilogram, gula pasir lokal Rp17.500,00 per kilogram, daging sapi murni Rp14 ribu per kilogram, daging ayam ras Rp38 ribu per kilogram, dan telur ayam ras Rp29 ribu per kilogram. Untuk kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga kedelai impor naik Rp1.400,00 menjadi Rp13.500,00 per kilogram dan ayam kampung naik Rp5 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram.

“Sementara itu, beberapa komoditas hortikultura justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit hijau turun Rp4 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, cabai merah teropong turun Rp5 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, dan cabai merah keriting turun cukup signifikan sebesar Rp1 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram,” jelasnya.

Menurut Wahyu, penurunan harga sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya produksi dan ketersediaan barang di pasar. Kalau stok barang melimpah dan produksi meningkat, biasanya harga ikut turun. Ini yang terjadi pada beberapa jenis cabai.

“Meski demikian, Disperindagkop mencatat terdapat komoditas tertentu yang mulai mengalami kenaikan harga, salah satunya bawang putih,” terangnya.

Pihaknya juga masih terus memantau kemungkinan dampak kenaikan harga BBM non subsidi terhadap kebutuhan pokok masyarakat. Namun, hingga saat ini pengaruhnya dinilai belum terlalu signifikan karena kebijakan tersebut baru berjalan dalam waktu singkat.

“Kenaikan harga BBM ini baru berlangsung sejak tadi malam, jadi dampaknya terhadap harga bahan pokok belum terlalu terasa. Biasanya efek perubahan biaya distribusi baru terlihat sekitar satu minggu ke depan,” imbuhnya.

Selain memantau kondisi pasar di Batang, Disperindagkop juga mencermati perkembangan harga di sejumlah daerah lain, termasuk anjloknya harga daging ayam di beberapa wilayah akibat menurunnya permintaan dari pelaku usaha tertentu.

Sebagai langkah antisipasi, Disperindagkop Kabupaten Batang akan terus melakukan monitoring intensif terhadap pergerakan harga dan stok bapokting agar stabilitas pasokan tetap terjaga serta masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pokok.

“Kami terus melakukan pemantauan setiap hari untuk memastikan stok aman dan harga tetap terkendali. Kalau ada gejolak, tentu akan segera kami koordinasikan dengan pihak terkait,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Pemkab Batang Gelar Nobar Semifinal Timnas Indonesia U-19 di Alun-Alun Batang Pemkab Batang Gelar Nobar Semifinal Timnas Indonesia U-19 di Alun-Alun Batang
Pemkab Batang Gelar Nobar Semifinal Timnas Indonesia U-19 di Alun-Alun Batang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batang memastikan akan menyiarkan secara langsung pertandingan semifinal Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 dalam ajang ASEAN U-19 Boys Championship (Piala AFF U-19) melalui layar videotron di Alun-Alun Kabupaten Batang.
11 Jun 2026 Jumadi 371
Disperindagkop Batang Petakan Dampak Kenaikan Pertamax, Fokus Jaga Stok dan Stabilitas Ekonomi Disperindagkop Batang Petakan Dampak Kenaikan Pertamax, Fokus Jaga Stok dan Stabilitas Ekonomi
Disperindagkop Batang Petakan Dampak Kenaikan Pertamax, Fokus Jaga Stok dan Stabilitas Ekonomi
Batang - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang mulai melakukan pemetaan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi Pertamina yang mulai terpantau per 10 Juni 2026. Salah satu penyesuaian harga terjadi pada Pertamax yang naik dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 per liter.
10 Jun 2026 Jumadi 215
Pemkab Batang Perluas Program Seragam Gratis Hingga Sekolah Swasta Pemkab Batang Perluas Program Seragam Gratis Hingga Sekolah Swasta
Pemkab Batang Perluas Program Seragam Gratis Hingga Sekolah Swasta
Batang - Memasuki tahun kedua kepemimpinan Bupati Batang M Faiz Kurniawan dan Wakil Bupati Suyono, komitmen untuk meringankan beban orang tua murid baru kembali diwujudkan.  Kabar baiknya, program bantuan seragam gratis tahun ini tidak lagi hanya menyasar sekolah negeri, melainkan meluas hingga ke sekolah swasta.
10 Jun 2026 Jumadi 76
Bupati Batang Lantik Pengurus KEK, Targetkan UMKM dan Ekraf Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Bupati Batang Lantik Pengurus KEK, Targetkan UMKM dan Ekraf Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Bupati Batang Lantik Pengurus KEK, Targetkan UMKM dan Ekraf Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan melantik pengurus Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Batang periode 20262031 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1062026). Pemerintah Kabupaten Batang menargetkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jun 2026 Jumadi 170
Tingkatkan Kepesertaan Aktif Masyarakat, BPJS Kesehatan Optimalkan Peran Media Tingkatkan Kepesertaan Aktif Masyarakat, BPJS Kesehatan Optimalkan Peran Media
Tingkatkan Kepesertaan Aktif Masyarakat, BPJS Kesehatan Optimalkan Peran Media
Batang - BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah (Kepwil) VI menggelar media gathering sebagai upaya mempublikasikan peningkatan cakupan kepesertaan hingga kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di Artotel Kota Magelang, Rabu (1062026). BPJS Kesehatan mengakui masih perlu mengoptimalkan publikasi mengingat masih kurangnya keaktifan peserta dalam memanfaatkan fasilitas JKN.
10 Jun 2026 Jumadi 66
PMI Batang Naikkan Anggaran RTLH Jadi Rp17,5 Juta per Rumah PMI Batang Naikkan Anggaran RTLH Jadi Rp17,5 Juta per Rumah
PMI Batang Naikkan Anggaran RTLH Jadi Rp17,5 Juta per Rumah
Batang Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang terus memperluas cakupan sekaligus meningkatkan kualitas penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan, PMI Batang juga berkomitmen memangkas birokrasi agar bantuan bisa langsung menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.
10 Jun 2026 Jumadi 70