Batang - Permasalahan stunting (gagal tumbuh) masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah Indonesia. Masalah stunting harus diatasi dengan baik agar generasi masa depan Indonesia bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas.
Batang - Permasalahan
stunting (gagal tumbuh) masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi
pemerintah Indonesia. Masalah stunting harus diatasi dengan baik agar generasi
masa depan Indonesia bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan
berkualitas.
Hal disampaikan oleh Kepala
Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang Supriyono saat menggelar Pertemuan Penyuluh Lapangan
Keluarga Berencana (PLKB) dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD)
dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting dan Pelaksanaan Vaksinasi Keluarga se-Kabupaten
Batang di Aula PT. Pagilaran, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Selasa
(9/11/2021).
Sementara Bupati Batang
Wihaji menyampaikan, ini perlu penekanan sesuai dengan arahan Presiden Republik
Indonesia Joko Widodo, untuk percepatan pengananan stunting.
“Di Kabupaten Batang
awal ada 25 persen sekarang tinggal 15,67 persen. Dan perlu kita ingatkan,
karena itu harapan saya dengan kita kumpulkan seluruh PLKB dan PPKBD ini untuk
mengingatkan selain Protokol kesehatan (Prokes) dan vaksin juga stunting ini
terus kita perhatikan yang nanti menjadi generasi lebih baik kedepan,†jelasnya.
Penyebab stunting,
lanjut dia, nanti akan kita urai masalahnya apa, maka Pemerintah daerah hadir
untuk memberikan solusi beberapa yang berkenaan dengan sebabnya tadi, seperti
gizi, sanitasi, jamban dan lain sebagainya.
“Maka itu termasuk
percepatan yang nanti ada lokusnya yang jelas ada targetnya mana, ada dua
kecamatan yaitu Kandeman dan Blado jadi lokus kita,†ungkapnya.
Ia berharap, semoga itu
menjadi bagian dari percepatan dan penanganannya serta berjalannya program
posyandu untuk mendapatkan gizi dan lain-lain.
Dalam kegiatan tersebut
Bupati Batang Wihaji juga menyerahkan bantuan Bina Keluarga Berencana (BKB) Kit
stunting serta bantuan paket sekolah kepada anak yatim piatu yang terdampak
Covid-19. (MC Batang, Jateng/Jumadi)