Batang - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi untuk mengajak warga Kabupaten Batang menjadi lebih partisipatif dalam pengawasan saat pelaksanaan Pemilu.
Batang - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi
Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi untuk mengajak warga Kabupaten Batang
menjadi lebih partisipatif dalam pengawasan saat pelaksanaan Pemilu.
Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar
Lembaga, Bawaslu Jawa Tengah Anik Sholihatun menyampaikan, Bawaslu berupaya
meningkatkan kesadaran masyarakat semaksimal mungkin untuk berpartisipasi dalam
pengawasan pada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Karena “mata†Bawaslu terbatas, semoga dengan peran
masyarakat untuk mengawasi jalannya tahapan Pemilu, nantinya bisa
meminimalisasi terjadinya politik uang,†katanya, usai membuka kegiatan Rakor
Pengawasan Pemilu Partisipatif di Hotel Dewi Ratih, Kabupaten Batang, Selasa
(9/11/2021).
Tindakan nyata yang telah dilakukan Bawaslu dengan
membangun gerakan bersama rakyat berupa sosialisasi untuk memahamkan masyarakat
supaya ikut berpartisipasi, menekan praktik politik uang.
“Kami juga sudah membentuk Desa Pengawasan dan
Kampung Anti Politik Uang, yang dirintis di 650 desa se-Jawa Tengah. Memang
masih sedikit, dibandingkan dengan lebih dari 5.000 desa Jawa Tengah, itu baru
16%,†jelasnya.
Bawaslu juga telah merekrut Kader Sekolah Pengawas
Partisipatif. Hingga kini telah memiliki 2.000 lebih alumni yang tujuan
utamanya membangun gerakan rakyat melawan politik uang.
“Di Batang sudah ada alumninya, bernama ROTASI atau
Roban Batang Siap Mengawasi, di Kendal ada GARASI atau Gerakan Rakyat
Mengawasi. Jika mereka semua bergerak, kami akan lebih optimis bahwa politik
uang bisa ditekan,†tegasnya.
Ada pula Saka Adyasta yaitu Satuan Karya Pramuka
yang ikut berpartisipasi untuk mengawasi jalannya Pemilu.
Ia menegaskan, untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang Pemilu yang bersih dari politik uang tidak bisa diraih
secara instan.
“Upaya pencegahannya tidak hanya dilakukan menjalang
tahapan Pemilu saja, tapi sejak tiga tahun jelang Pemilu 2024, kami mengedukasi
masyarakat, agar saat pelaksanaan Pemilu sudah siap,†ungkapnya.
Ia mengharapkan, masyarakat turut bergerak bersama
Bawaslu untuk membangun basis-basis perlawanan terhadap virus-virus politik
uang maupun politisasi isu SARA yang bisa merusak sendi-sendi demokrasi.
Ia menambahkan, Bawaslu telah memiliki Indeks
Kerawanan Pemilu (IKP) yang akan dimutakhirkan setiap menjelang pelaksanaan
Pemilu.
“Nanti kami susun indikatornya, termasuk kondisi
Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Nanti akan dicek, apakah berprotensi
menimbulkan kerawanan terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT), alamat, asal daerah
dan memenuhi syarat atau tidak,†ujar dia.
Bawaslu telah memetakan secara global untuk seluruh
Jawa Tengah, dengan memperhatikan karakteristik khusus di masing-masing
kabupaten/kota. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)