Semarang - Bupati Batang Wihaji mendapat sanjungan dari panelis pemilihan Anugerah Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang berlangsung di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (4/11/2021).
Semarang - Bupati
Batang Wihaji mendapat sanjungan dari panelis pemilihan Anugerah Indeks Daya
Saing Daerah (IDSD) yang berlangsung di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (4/11/2021).
Ia pun mampu menjawab
pertanyaaan yang dilontarkan dari tiga dewan juri yang berasal dari akademisi,
jurnalis dan Badan Riset Daerah.
Dewan Juri Anugrah
Indeks Daya Saing Prof. Dr. Ir. Saratri Wilonoyudho, M.Si dari Unnes
menyatakan, dari pemaparan yang disampaikan Bupati Batang Wihaji ada komitmen
yang kuat untuk memajukan Kabupaten Batang.
Komitmen itu terlihat
dari inovasi dalam pelayanan kemudahan perizinan berinvestasi, maupun pelayanan
publik yang menyangkut hak - hak dasar masyarakat.
“Hadirnya kawasan
industri besar di Batang menjadi bukti dan mampu mendatangkan investor besar
akan berdampak pada kesejahteraan rakyat yang tidak mengorbankan lingkungan
hidup di Batang,†katanya.
Ia pun menyanjung
Bupati Wihaji sebagai Kepala daerah yang inovasinya sangat visioner dan
berdampak terhadap pembangunan di Kabupaten Batang.
“Saya melihat inovasi -
inovasi yang disampaikan Bupati Wihaji cukup baik, walaupun belum dilembagakan.
Tadi saya juga melihat tayangan vidio Mal Pelayanan Publik (MPP) terkait Surat
Izin Mengemudi (SIM) Drive Thrue nya hanya butuh waktu 7 menit. Semoga saja ada
inovasi pelayanan publik lainya yang efektif, cepat dan sederhana,†ungkapnya.
Tidak hanya itu,
Saratri juga menyinggung kinerja Bupati Wihaji yang memiliki komitmen dengan
mewajibkan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat tiga inovasi setiap
tahunnya.
“Hasil inovasi ini
harus dilembagakan dengan baik dan dievaluasi serta dimanfaatkan untuk
kemaslahatan maayarakat,†jelasnya.
Senada juga disampaikan
panelis Marjoko dari Media Suara Merdeka yang menggayakan penyampaian pemaparan
Bupati Wihaji sangat menguasi kondisi daerahnya dan praktis.
“Pemaparan cukup baik,
karena sudah tiga kali ini mengikuti ini, komitmenya luar biasa jadi seorang
pemimpin,†tuturnya.
Ia pun mengapresiasi
hadirnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang menjadi inisiasi Bupati
Wihaji dan mendapat support dari Pemerintah Pusat.
“KITB ada support yang luar
biasa dari pemimpin daerah, sehingga ditetapkan sebagai Proyek Strategis
Nasional (PSN),†terangnya.
Sementara itu, Bupati Batang
Wihaji menyampaikan, Kabupaten Batang masuk 10 besar perencanaan terbaik untuk
dokumen RKPD di Provinsi Jawa Tengah secara berturut-turut yaitu di tahun 2019,
2020 dan 2021, sehingga mendapatkan Penghargaan Pembangunan Derah
(PPD)
“Tidak hanya itu,
Batang juga meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, lima kali
berturut-turut sejak tahun 2016 hingga 2020,†jelasnya.
Batang juga mendapat
predikat sangat inovative dalam inovation Goverment Award tahun 2020 dan meraih
peringkat dua se-Indonesia Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di
tahun 2018.
Dari segi perekonomian,
lanjut dia, nilai investasi Kabupaten Batang pada periode Januari hingga Sepetember
2021 angkanya mencapai Rp5,5 triliun dan menjadi tertinggi nomor dua setelah
kota Semarang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)