Batang - Melihat kaum muda yang sebagian lebih condong pada budaya asing, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tergerak untuk berkontribusi mengedukasi generasi milenial supaya mampu berkreasi membangun bangsa dengan lebih menonjolkan rasa nasionalisme.
Batang - Melihat kaum muda yang sebagian lebih
condong pada budaya asing, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tergerak
untuk berkontribusi mengedukasi generasi milenial supaya mampu berkreasi
membangun bangsa dengan lebih menonjolkan rasa nasionalisme.
Bertepatan Hari Sumpah Pemuda Ke-93, KNPI mengundang
perwakilan dari beberapa pelajar SMA/SMK/MA di Kabupaten Batang untuk
mendapatkan materi tentang kepemimpinan, wawasan kebangsaan dan kewirausahaan
dari DPD KNPI, Bakesbangpol dan BPR
Bapera Batang.
Ketua DPD KNPI Batang Mustofa mengatakan, di tengah
arus modernisasi yang luar biasa cepatnya, membuat hati anggota KNPI terketuk
untuk membimbing generasi muda menjadi sumber daya muda yang berguna.
“Kami berusaha mengamankan generasi penerus ini dari
pengaruh teknologi luar yang negatif. Kami mencoba mengenalkan pengurus
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) agar mengenal dan bersinergi dengan KNPI,
melalui program-program positif yang membangun,†katanya, saat menggelar Temu
Muda dan Launching KNPI Goes to School, di Desa Wisata (Deswita) Pandansari,
Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Kamis (28/10/2021).
Ia memastikan, materi-materi yang disampaikan tetap
berujung untuk memantapkan rasa nasionalisme pada diri generasi muda.
“Kami akan tanamkan cinta tanah air, serta menjadi
pemuda yang berakhlakul karimah,†jelasnya.
Ia menunjukkan keprihatinannya, ketika justru para
pemuda lebih bangga dengan budaya asing.
“Jiwa kami resah terhadap situasi yang terkadang ada
pemuda yang tidak paham dengan nilai-nilai nasionalisme, bahkan ada yang tidak
hafal Pancasila. Ini bagian dari misi saya
berkonsentrasi ke sekolah-sekolah, untuk menanamkan empat pilar
kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika ke dalam
jiwa mereka,†tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, KNPI akan
berkolaborasi dengan pihak sekolah dalam beberapa kegiatan seperti Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan menyampaikan materi wawasan
kebangsaan, pembentukan akhlak maupun kewirausahaan dari anggota langsung.
Di sisi lain, KNPI sebagai penghimpun Organisasi
Kepemudaan (OKP), tentu berisi berbagai jenis OKP yang sudah sibuk dengan
kegiatan masing-masing.
“Jadi dengan metode menembus ke kalangan pelajar,
kami akan menemukan potensi-potensi unggul yang masih natural, untuk
berkontribusi di KNPI,†tuturnya.
Wakil Bupati Batang Suyono menyampaikan, apresiasi
karena KNPI menunjukkan perhatiannya kepada sekolah dengan mengedukasi para
pelajar.
“Mereka bisa mentranfer ilmunya, mengedukasi kaum
muda. KNPI jangan hanya menjadi gerakan pemuda, tapi piawai menangkap
modernisasi dari segala hal,†terangnya.
Ia mengharapkan, pemuda bisa menjadi sebagai
generasi penerus bangsa.
“Jangan jadi pemuda yang malas, manja dan tidak
punya kreasi, yang hanya berdiam diri saja. Sebagai pemuda harus bersemangat
dan memiliki janji untuk terjamin dari segi ilmu dan bakatnya,†ujar dia.
Kepala Bagian Tata Usaha, Cabang Dinas Wilayah XIII,
Disdikbud Jawa Tengah, Arif Nugroho menambahkan, KNPI berperan besar untuk ikut
membantu membentuk karakter kebangsaan para pelajar.
“Kegiatan temu pemuda ini bisa mendidik rasa
disiplin, kejujuran, patriotisme. Lebih condong ke hal-hal kecil, karena
sekarang ini kejujuran semakin berkurang, semoga melalui kegiatan ini jiwa
integritas anak akan terbentukm,†harapnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)