Bupati Batang Teruskan Keberatan Nelayan Terhadap PP 85 dan Kepmen 86

Kamis, 30 September 2021 Jumadi Dibaca 738 kali Pemerintahan
Bupati Batang Teruskan Keberatan Nelayan Terhadap PP 85 dan Kepmen 86
Batang - Bupati Batang Wihaji menerima audiensi nelayan Kabupaten Batang yang ingin menyampaikan keberatan adanya Peraturan Pemerintah (PP) 85 tentang pajak dan Keputusan menteri (Kepmen) 86 tentang harga standar ikan, karena jika dihitung secara matematika ada kenaikan sampai 400% menurut para nelayan kurang rasional.

Batang - Bupati Batang Wihaji menerima audiensi nelayan Kabupaten Batang yang ingin menyampaikan keberatan adanya Peraturan Pemerintah (PP) 85 tentang pajak dan Keputusan menteri (Kepmen) 86 tentang harga standar ikan, karena jika dihitung secara matematika ada kenaikan sampai 400% menurut para nelayan kurang rasional.

“Hari ini saya menerima audiensi para nelayan Kabupaten Batang khususnya pemilik kapal yang merasa keberatan PP 85 dan Kepmen 86, oleh karena itu saya selaku tangan panjang dari Pemerintah daerah nantinya sampaikan secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Bupati Batang Wihaji saat ditemui di Ruang Abirawa, Kabupaten Batang, Kamis (30/9/2021).

Dengan audiensi ini tujuannya akan ada solusi dengan berdiskusi langsung, jika kenaikan 50% dari pihak nelayan tidak mempermasalahkan karena masih masuk akal. Kenaikan 100% juga masih bisa masuk untuk nelayan, tetapi jika 400% nelayan sangat keberatan.

Tadi sudah dihitung-hitung antara ongkos produksi dan penghasilan sampai 1 tahun, sehingga nelayan menyampaikan bisa 6 feed dengan pembiayaan Rp300.000.000,00 merasa belum untung.

“Saya minta nelayan untuk sabar terlebih dahulu karena nanti akan ditindaklanjuti. saya berterima kasih kepada nelayan yang telah mengungkapkan keluh kesahnya dengan cara-cara yang baik. Tentu kita sambil menunggu informasi terbaru walaupun PP sudah ditanda tangani berarti sudah berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Teguh Tarmujo mengatakan, bahwa audiensi ini berjalan dengan baik, Bapak Bupati Batang Wihaji sudah bilang jelas akan meneruskan apa yang menjadi keluh kesah kami para nelayan Kabupaten Batang khususnya pemilik kapal.

“Kita semua akan mengikuti prosesnya dan menunggu bagaimana perkembangan penyampaian yang ditunjukan kepada kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan khususnya Kementrian Kelautan dan Perikanan,” tegasnya.

Mudah-mudah kedepan agar ada revisi PP 85 dan Kepmen 86 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bisa dilihat dari diskusi kita akan sepakat jika kenaikan 50% dengan maksimal kenaikan 100% itu masih manusiawi bagi nelayan.

“Kita percaya kepada Bupati Batang Wihaji sebagai Kepala daerah untuk bisa meneruskan harapan dan aspirasi nelayan Kabupaten Batang khususnya pemilik kapal,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

  

Berita Lainnya

Disdukcapil Batang Jemput Bola, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan Disdukcapil Batang Jemput Bola, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan
Disdukcapil Batang Jemput Bola, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kembali menghadirkan layanan jemput bola administrasi kependudukan (adminduk) bagi Masyarakat, sebagai upaya mendekatkan akses layanan sekaligus memastikan seluruh warga dapat memperoleh dokumen kependudukan secara mudah, cepat, dan gratis. Kali ini pelayanan digelar di Kantor Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Rabu (1762026).
17 Jun 2026 Jumadi 26
Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Batang - Tradisi "Mubeng Benteng" atau mengelilingi tembok luar area Kantor Bupati Batang kembali mengemuka, setelah beberapa tahun menggelar kirab Malam Satu Suro hanya di dalam komplek. Hal ini menjadi wacana dari keluarga besar ahli waris Kyai Tombak Abirawa, sebagai upaya mengembalikan tradisi leluhur sekaligus menjadikan ikon destinasi wisata budaya Kabupaten Batang.
17 Jun 2026 Jumadi 164
Pertamax Naik, Harga Buah Impor ikut Meroket Pertamax Naik, Harga Buah Impor ikut Meroket
Pertamax Naik, Harga Buah Impor ikut Meroket
Batang - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax pun ternyata berdampak terhadap harga buah impor. Terbukti dengan naiknya jenis buah-buahan impor yang turut mengalami kenaikan hingga lima persen. Kenaikan tersebut dikarenakan biaya angkut yang turut mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada penurunan jumlah pembelian buah impor.
17 Jun 2026 Jumadi 44
Dies Natalis Ke-34, SMPN 2 Tersono Ajak Warga Sekolah Biasakan Olahraga Dies Natalis Ke-34, SMPN 2 Tersono Ajak Warga Sekolah Biasakan Olahraga
Dies Natalis Ke-34, SMPN 2 Tersono Ajak Warga Sekolah Biasakan Olahraga
Batang - SMPN 2 Tersono, mengadakan dies natalis yang Ke-34, dengan kegiatan fun run, sebagai motivasi warga sekolah untuk membiasakan diri berolahraga, agar tetap prima selama proses belajar mengajar. Kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi SD dan MI sebagai ajang olahraga sekaligus sarana untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini.
17 Jun 2026 Jumadi 34
Disdukcapil Batang Jemput Warga Lewat Program "Bulan Lintang" Disdukcapil Batang Jemput Warga Lewat Program "Bulan Lintang"
Disdukcapil Batang Jemput Warga Lewat Program "Bulan Lintang"
Batang - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang kembali menggelar aksi jemput bola melalui inovasi "Bulan Lintang" (Bus Layanan Adminduk Keliling Batang). Kali ini, layanan keliling tersebut hadir di Kecamatan Bandar untuk mempermudah warga mengurus berbagai dokumen kependudukan secara cepat dan gratis.
17 Jun 2026 Jumadi 23
Ketan Budaya, Jurus Disdikbud Batang Lestarikan Budaya Lokal Dolanan Anak Ketan Budaya, Jurus Disdikbud Batang Lestarikan Budaya Lokal Dolanan Anak
Ketan Budaya, Jurus Disdikbud Batang Lestarikan Budaya Lokal Dolanan Anak
Batang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, menggagas program inovatif berjudul KETAN BUDAYA (Kolaborasi Pelestarian Budaya) sebagai upaya mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran Sekolah Dasar (SD).
17 Jun 2026 Jumadi 41