Batang - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung di Kabupaten Batang adalah program kolaborasi Kodim 0736Batang dan Pemkab untuk percepatan pembangunan desa, fokus pada perbaikan infrastruktur fisik (jalan, sarana umum) dan nonfisik.
Batang - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung di Kabupaten Batang adalah program kolaborasi Kodim 0736/Batang dan Pemkab untuk percepatan pembangunan desa, fokus pada perbaikan infrastruktur fisik (jalan, sarana umum) dan nonfisik.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Batang Darsono mengatakan, TMMD adalah bagian dari Operasi Bakti TNI yang dirancang untuk membantu akselerasi pembangunan di daerah, khususnya wilayah pedesaan yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur.
“Sesuai dengan tema tahun ini, yaitu “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”, kita diajak untuk memperkuat sinergi demi kemajuan tanah air yang dimulai dari unit terkecil pemerintahan,” katanya saat ditemui di Lapangan Desa Sigayam Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Rabu (22/4/2026).
Pelaksanaan TMMD Tahap II ini akan berlangsung selama 30 hari ke depan, dimulai hari ini, Rabu 22 April hingga 21 Mei 2026. Waktu yang singkat ini harus kita manfaatkan seoptimal yang ingin menuntut ilmu dengan lebih aman dan nyaman.
“Selain itu, peningkatan jalan dari tanah makadam menjadi rabat beton ini bertujuan untuk mempermudah akses transportasi dan distribusi hasil pertanian. Dengan infrastruktur yang baik, biaya angkut hasil bumi akan turun, produktivitas petani meningkat, dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara signifikan melalui peningkatan mobilitas warga,” terangnya.
Selanjutnya terkait sasaran non-fisik juga menjadi prioritas utama untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Berbagai penyuluhan telah disiapkan, mulai dari Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Kamtibmas, hingga bahaya Narkoba, guna membentengi masyarakat dari pengaruh negatif dan radikalisme.
“Kami juga menekankan pentingnya aspek sosial dan kesehatan melalui penyuluhan Perlindungan Anak, Pelayanan KB, serta penanganan Stunting. Hal ini krusial mengingat masa depan Kabupaten Batang bergantung pada generasi muda yang sehat, cerdas, dan terlindungi hak-haknya,” tegasnya.
Tidak kalah pentingnya, masyarakat akan dibekali dengan edukasi hukum, tata cara zakat, hingga pengelolaan sampah. Aspek ekonomi kreatif juga disentuh melalui penyuluhan budidaya ikan nila dan lele, serta penanaman cabai dan tomat.
Darsono berharap, ilmu yang didapat nanti dapat dipraktikkan untuk menambah pendapatan rumah tangga warga Desa Sigayam. (MC Batang, Jateng/Jumadi)