Batang - Podcast “Curhat Wihaji, Lebih Dekat dengan Rakyat†akhirnya tayang untuk episode perdana dengan mengundang dua mantan anak punk, yang kini telah mempunyai profesi baru, yakni pelaku UMKM di bidang kuliner dan pekerja di bidang bangunan.
Batang - Podcast “Curhat Wihaji, Lebih Dekat dengan
Rakyat†akhirnya tayang untuk episode perdana dengan mengundang dua mantan anak
punk, yang kini telah mempunyai profesi baru, yakni pelaku UMKM di bidang
kuliner dan pekerja di bidang bangunan.
Program yang dibawakan langsung oleh Bupati Batang
Wihaji itu, memberikan kesempatan bagi narasumber untuk menyampaikan segala
keluhan maupun aspirasi kepadanya. Podcast tersebut akan tayang tiap hari Jumat
pukul 16.30 WIB di Youtube Pemkab Batang dan Batang Channel, dengan mengundang
narasumber dari berbagai profesi, kalangan, pemikiran dan pemahaman serta tema
yang menarik.
Program Curhat Wihaji ini upaya untuk mengungkapkan
harapan mereka, sekaligus ingin menggali seluk beluk perkawanan di antara
mereka, untuk diambil sisi positifnya. Namun persepsi bagi kebanyakan orang,
cenderung mengganggu ketenteraman.
“Alhamdulillah dua remaja ini contoh yang jera untuk
kembali menjadi anak punk. Mereka sudah berhenti, tidak jadi anak punk, seperti
Didik yang berkarya sebagai penjual kopi di samping alun-alun dan Rifky yang
bekerja di bidang bangunan,†kata Wihaji usai membawakan program podcast
“Curhat Wihaji, Lebih Dekat dengan Rakyatâ€, di Kantor Diskominfo Kabupaten
Batang, Jumat (12/3/2021).
Menurut dia, mereka adalah contoh yang baik, apabila
berkemauan keras, pasti bisa berhenti dan hidup layaknya manusia sebagai
makhluk sosial pada umumnya.
“Kalau berhenti jadi anak punk manfaatnya lebih
banyak, tapi kalau jadi anak punk terus tentu mudharat (kerugiannya) lebih
besar,†jelasnya.
Setelah berbincang-bincang, Lanjut dia, selama
mereka menjadi anak punk, kebebasannya berlebihan. Rata-rata tidak beribadah
dan tidur pun di sembarang tempat. Maka diharapkan kawan-kawan mereka yang
masih menjadi anak punk, segera berhenti dan berkehidupanlah secara normal.
“Misalnya ada komunitas anak punk, yang memang mau
berekspresi di bidang seni, asalkan positif, ayo ngobrol dengan saya untuk diberikan
ruang berkreasi,†terangnya.
Bentuk perhatian Pemkab Batang terhadap mantan anak
punk, yang berkeinginan kuat untuk berubah menjadi insan yang bermanfaat,
adalah dengan memberikan bantuan tambahan modal usaha masing-masing sebesar Rp1
juta.
“Masa depan mereka tidak ada yang tahu, tapi kalau
melakukan hal yang baik, InsyaAllah
anak-anak ini masih punya harapan,†ungkapnya.
Melalui media podcast ini, bisa menjadi jalan yang
lebih baik, untuk memberikan pemahaman yang sama.
“Silahkan kebebasan kalian diekspresikan ke dalam
hal-hal positif,†tegasnya.
Salah satu mantan anak punk, Didik Hasanudin
mengutarakan, alasan terbesar berhenti menjadi anak punk, karena ingin
memperoleh kehidupan yang lebih baik.
“Saya kaget banget bisa berbincang lansung dengan
Pak Bupati, apalagi tayang di youtube,â€tuturnya.
Saat ini untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, ia
berjualan minuman kopi di depan Alun-alun Kota Batang.
“Saya baru dua minggu jualan kopi, modal pertamanya
dikumpulkan dari hasil ngamen waktu dulu. Sekarang sudah dikasih modal dari Pak
Bupati buat tambahan jualan. Buat kawan-kawan yang saat ini masih menjadi anak
punk, carilah pekerjaan yang halal,†tandasnya.
Ia mendukung rencana Bupati yang akan memberikan
ruang berekspresi bagi komunitas punk, sehingga hasrat berkesenian mereka
tersalurkan.
“Senang sekali kalau teman-teman anak punk ini punya
tempat buat menyalurkan hobinya di bidang seni,†ujar dia. (MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)