Batang - Balita usia 2 tahun masa anak sedang lucu - lucunya, tetapi masa itu terlewatkan Oktaviantika (2) asal Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.
Batang - Balita usia 2 tahun masa anak sedang lucu -
lucunya, tetapi masa itu terlewatkan
Oktaviantika (2) asal Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.
Lantaran balita tersebut hampir 80 persen tubuhnya
terkena luka bakar, karena tercebur ke dalam panci berisi air mendidih saat ia
bermain di dapur rumahnya.
Karena hal itu, Oktaviantika harus menjalani
penangan medis pada bulan Juni lalu.
Atas laporan warga, Bupati Batang Wihaji menyempatkan
memgunjungi rumah orang tua Oktaviantika, Selasa (3/11/2020).
Kastini, dengan suara lirih dan terbata - bata
menceritakan insiden yang memilukan yang menimpa anak kedua dari Suami Satiyo
(56).
"Waktu itu saya merebus air, karena sudah
mendidih, panci saya taruh di bawah. Saya tidak tahu kalau putri saya
menghampiri dan masuk kedalam panci," katanya.
Atas insiden tersebut, Oktaviantika langsung di bawa
ke Puskesmas Subah dan dirujuk ke RSUD Limpung, Karena tak mampu lalu di bawa
ke RSUP Kariadi Semarang.
"Oktaviantika dirawat di Rumah Sakit Kariadi
Semarang selama dua minggu," tuturnya.
Meski Balita usia dua tahun mulai pulih, tapi
guratan luka masih tampak terlihat dan masih tetap menjalani perawatan di
rumah.
Untuk saat ini, perawatan Oktaviantika dilakukan
oleh perawat dari RSUP Kariadi yang secara mandiri mendatangi kediaman Kastini.
"Biaya perawatan hingga kontrol menggunakan
BPJS Kesehatan, namun untuk biaya perawatan dirumah dengan mendatangkan perawat
untuk mengganti perban setiap bulannya harus bayar Rp900 ribu," jelasnya.
Bagi keluarga pasangan Kastini sebagai ibu rumah
tangga dan Satyo yang hanya buruh penggeret getah karet, biaya tersebut
menambah beban berat ekonominya.
Beberapa luka bakar yang diderita Oktaviantika mulai
sembuh, namun dibagian dada, perut dan tubuh bagian belakang masih butuh perban
dan perawatan.
Sementara, Bupati Batang Wihaji mendengar cerita
pilu tersebut memberikan semangat dan motivasi kepada orang tua Oktaviantika.
"Kita hadir di rumah Oktaviantka, karena butuh
perhatian agar perawatannya tetap jalan agar cepat sembuh," terangnya.
Untuk biaya perawatan dirumah yang harus mengganti
perban sebesar Rp900 ribu, Pemkab Batang siap membantu pembiayaannya.
"Ini uang Rp3 juta, yang Rp2 juta untuk
pengobatan dua bulan kedepan dan Rp1 juta untuk lunasi utangnya. "
ungkapnya.
Tidak hanya itu, Bupati Batang Wihaji beserta istri
juga menyerahakan dua buah paket sembako kepada orang tua Oktaviantika. (MC
Batang, Jateng/Edo/Jumadi)