Batang - Mendengar adanya tanda-tanda akan munculnya demonstrasi atau unjuk rasa menentang Undang-Undang Cipta Kerja yang dimungkinkan diikuti kalangan pelajar, Polres Batang segera bergerak lebih cepat untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan terjadi, dengan menggelar silaturahim bersama perwakilan Kepala SMP, SMA dan SMK di Batang.
Batang - Mendengar adanya tanda-tanda akan munculnya
demonstrasi atau unjuk rasa menentang Undang-Undang Cipta Kerja yang
dimungkinkan diikuti kalangan pelajar, Polres Batang segera bergerak lebih
cepat untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan terjadi, dengan menggelar
silaturahim bersama perwakilan Kepala SMP, SMA dan SMK di Batang.
Kegiatan tersebut sesuai perintah dari Kapolres
Batang, AKBP Edwin Louis Sengka untuk memininalkan keterlibatan pelajar
khususnya tingkat SMP dan SMA dalam menyampaikan aspirasi di jalan.
“Kkami khawatir karena penyampaian aspirasi dengan
turun ke jalan bukan ranah mereka, sebab belum saatnya para pelajar
menyampaikan pendapat seperti yang dilakukan kakak-kakaknya yang sudah
mahasiswa,†kata Kabagren Polres Batang, Kompol Joeharno, usai memaparkan
arahannya di Dracik Kampus, Proyonanggan, Kabupaten Batang, Selasa
(27/10/2020).
Melalui media silaturahim ini, Lanjut dia, merupakan
upaya bersama para Kepala Sekolah, sehingga pihak sekolah menelurkan kebijakan
yang mengimbau agar anak didiknya tidak ikut turun ke jalan apabila terjadi
unjuk rasa.
Pelajar masih dikategorikan anak-anak, jadi tidak
bisa Diperlakukan penegakan hukum seperti orang dewasa. Kalau pun mereka
ketahuan turun ke jalan, ada cara tersendiri dengan berkomunikasi bersama orang
tua dan pihak sekolah untuk memberikan terapi kejut yang tepat serta
mengedukasi.
“Mereka akan kita berikan pemahaman khusus tentang
untung ruginya ikut unjuk rasa dan bisa saja sebagai terapi kejut kita akan
kembalikan ke orang tua ketika sore hari,†tegasnya.
Kompol Joeharno mengharapkan, sinergitas yang telah
terjalin baik dengan pihak institusi pendidikan ini dapat berjalan dengan baik
sesuai yang diharapkan. Semua pihak menyadari saat ini proses pembelajaran
jarak jauh masih berlangsung, sehingga tidak bisa menjangkau anak secara
langsung.
“Namun setidaknya dengan adanya pertemuan ini para
pendidik akan lebih intensif melakukan pengawasan terhadap anak didiknya
disertai komunikasi yang baik dengan wali murid,†tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Batang, Edi Kuncoro
mengapresiasi kegiatan silaturahim yang diinisiasi oleh pihak Polres Batang,
sehingga kalangan pendidik lebih mudah mengetahui segala bentuk informasi
terkait anak didik.
“Kami jadi bisa ikut berpartisipasi membantu jajaran
Polres Batang untuk mengantisipasi supaya anak-anak tidak terlibat unjuk rasa.
Walaupun sebetulnya kami sudah melakukan pembinaan dan bimbingan secara virtual
seperti google meeting, google classroom maupun grup-grup WhattsApp kelas dan
peran bagian kesiswaan serta wali kelas,†ungkapnya.
Ia menegaskan, tidak ada seorang guru pun yang
menghendaki anak didiknya terlibat unjuk rasa.
“Sore ini juga kami akan berkomunikasi dengan
kesiswaan, guru dan wali kelas supaya menghubungi siswanya melalui grup
WhattApp kelas. Langkah cepat yang akan diambil, wali kelas maupun kesiswaan
dapat memantau lewat grup WhattsApp kelas, kemudian diabsen jam 8 pagi dan jam
12 siang,†jelasnya.
Nantinya dapat diketahui anak-anak yang merespon
berarti menunjukkan posisinya berkomunikasi dengan pihak sekolah, begitu pula
sebaiknya.
Ia menambahkan, terapi kejut perlu diberikan namun
tujuannya untuk memberikan efek jera dengan cara mengedukasi. (MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)