Batang - Puluhan ustaz dan ustazah beserta santri Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin dan SDIT Ar Roudloh menggelar kegiatan bersepeda bersama untuk menjaga imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19, sekaligus merayakan Hari Santri Nasional.
Batang - Puluhan ustaz dan ustazah beserta santri
Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin dan SDIT Ar Roudloh menggelar kegiatan
bersepeda bersama untuk menjaga imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19,
sekaligus merayakan Hari Santri Nasional.
Kegiatan tersebut dimulai dari Pondok Pesantren
Roudlotul Muta’allimin dan menyusuri sejumlah rute di antaranya Desa Kecepak -
Sambong - Klidang Wetan - Klidang Lor - Pantai Sigandu - Pantai Ujungnegoro dan
berziarah ke Makam Wali Syeikh Maulana Maghribi.
“Dipilihnya sepeda sebagai media untuk menjaga
kesehatan karena sangat efisien. Bersepeda itu suatu olahraga yang murah meriah
tetap sehat, tapi tidak merusak lingkungan karena tidak ada pembakaran BBM,
yang ada hanya pembakaran kalori,†kata Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul
Muta’allimin KH. M. Saefuddin Zuhri sebelum bersepeda, di Halaman Pesantren
Roudlotul Muta’allimin Dracik Kramat, Kabupaten Batang, Sabtu (24/10/2020).
Menurut dia, hampir seluruh santri dan ustaz/ustazah
memiliki sepeda dan merupakan olahraga ringan yang menyehatkan.
Di samping menjaga kesehatan para ustaz/ustazah dan
para santri, pihaknya juga berupaya untuk menjaga kelestarian lingkungan
pesisir pantai.
“Insya Allah kami akan melakukan penanaman pohon
cemara sebagai wujud hubbul wathan (mencintai tanah air) dan menimati alam
Sigandu yang begitu indah karunia Allah Ta’ala,†ujarnya.
KH. Saefuddin yang juga menjabat Sekretaris
Disperpuska Kabupaten Batang, menerangkan, abrasi pantai merupakan sebuah
fenomena alam yang tidak bisa manusia hindari, tetapi hanya melakukan langkah
antipasi agar memimimalkan peristiwa itu.
“Abrasi pantai adalah akibat dari pengaruh pemanasan
global, naiknya permukaan air laut,†katanya.
Beberapa manfaat dari pohon cemara yang ditanam di
tepi pantai yaitu mencegah abrasi, karena daya tahannya yang sangat baik
terhadap air laut dan guncangan angin kencang. Selain itu, cemara juga dapat
menyuburkan tanah dan menyejukkan pesisir pantai.
Sementara itu, salah satu ustaz, Zainal Abidin
mengatakan, kegiatan bersepeda ini untuk mewujudkan santri-santri Indonesia
yang tetap menjaga kesehatan dan daya tahan tubuhnya, agar tidak mudah terpapar
Covid-19.
“Misi utamanya adalah menjaga kesehatan santri sesuai
dengan harapan Pemerintah Pusat, yang menginginkan tetap melakukan kegiatan di
pesantren tetapi selalu menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu menjaga jarak
aman, mencuci tangan dan memakai masker,†terangnya.
Selain peduli terhadap kesehatan, para santri juga
memberikan perhatian lebih bagi pesisir Pantai Sigandu.
“Saat ini Pantai Sigandu sedang digalakkan untuk
menyukseskan destinasi wisata di Kabupaten Batang. Maka untuk menjaga tetap
teduh dan kelestarian lingkungan, salah satunya dengan menanam pohon cemara,â€
ungkapnya.
Ia mengharapkan, seluruh santri tetap menjaga
kesehatan dengan memperbanyak aktivitas keolahragaan, apalagi di saat pandemi
Covid-19 bersepeda adalah olahraga yang paling aman karena tetap menerapkan
jaga jarak aman. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)