Dandim Batang : Tanamkan Prinsip Menolak Paham Radikalisme pada Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 917 kali Sosial
Dandim Batang : Tanamkan Prinsip Menolak Paham Radikalisme pada Masyarakat
Batang - Komandan Kodim0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto menghadiri acara yang di selenggarakan oleh MUI Kecamatan Tersono sekaligus mengisi materi kebangsaan di Aula Rumah Makan Kampung Sawah, Desa Rejosari, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Selasa (13/10/2020).

Batang - Komandan Kodim0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto menghadiri acara yang di selenggarakan oleh MUI Kecamatan Tersono sekaligus mengisi materi kebangsaan di Aula Rumah Makan  Kampung Sawah, Desa Rejosari, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Selasa (13/10/2020).

Pada acara Halaqoh Kebangsaan tersebut, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto memberikan materi "Menolak Faham Radikalisme". Momen tersebut dimanfaatkan oleh Dandim Batang untuk memperkenalkan diri dan maksud keberadaannya selama melaksanakan tugas dinas sebagai Dandim 0736/Batang.

''Radikalisme itu merupakan tindakan yang akan melakukan perubahan secara cepat yang tidak mengindahkan aturan. Dengan cara keras atau brutal seperti bom bunuh diri dan lainnya,” jelasnya.

Dandim juga menjelaskan, tujuan Radikalisme adalah mengklaim kebenaran beragama bagi kelompoknya sendiri, sedangkan kelompok yang lain salah. Merasa paling paham dengan doktrin agama, merasa punya otoritas dan menghakimi kelompok yang berbeda agama.

“Dalam jihadnya apapun di perbolehkan termasuk bom bunuh diri, pembantaian dan mengkalim mereka adalah satu-satunya ajaran yang paling benar,” tuturnya. 

Yang menyebabkan adanya mereka berbuat seperti itu di antaranya faktor kemiskinan, kurangnya pendidikan akan mudah disusupi faham radikalisme, dengan orang semakin berpendidikan akan semakin kritis, Marjinalisasi adalah orang yang terpinggirkan atau disisihkan merasa tidak terpakai.

Lebih lanjut, Dandim menerangkan, tujuan terorisme dan radikalisme di Indonesia antara lain mendirikan Negara Islam di Indonesia yang notabenya banyak berbagai suku, adat istiadat. Contoh kejadian di Indonesia yang pada tahun 1999 awal kerusuhan Ambon, konflik di Kalimantan (antara Jawa dan Madura), Bom Natal, Bom Bali 1 2002, Bom JW Marriot di Jakarta. Pelatihan para militer di Jantho dan lain- lain. 

Untuk mencegahnya kita harus melaksanakan bersama dalam memberikan pemahaman faham radikalisme, mempererat ukhuwah Islamiyyah dengan hidup berdampingan bersama, kita sesama muslim bersaudara.

"Suku, ras, agama, budaya, adat istiadat merupakan kekayaan dan keberagaman dari bangsa Indonesia, Kita harus jaga serta hidup rukun berdampingan. Agama Islam bukan agama Kekerasan, sinergitas antara TNI, Polri dan pemerintah bersama masyarakat yang harus tetap kita laksanakan dan terus kita jaga,” tegasnya.

Sementara, Camat Tersono H. Bambang Urip Widodo M.M mengucapkan terima kasih karena sudah memfasilitasi Halaqoh Kebangsaan. Bahwa ancaman radikalisme sangat memprihatinkan, yang mana kalau melihat tahun-tahun belakang banyak kejadian.

"Dengan harapan para ulama dapat menyampaikan ke masyarakat tetang paham ini, dengan cara pendekatan humanis dan baik. Ini merupakan salah satu tugas kita bersama, saling menjaga sehingga kondisi bisa kondusif. Mudah mudahan generasi muda yang berada di wilayah Tersono dapat di berikan pengertian mengenai Paham radikalisme, sehingga tidak mudah terprovokasi dan di masuki paham radikalisme yang keras,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, KH. Ijroh Saputro mewakili Ketua MUI Batang KH Zaenul iroki secara resmi membuka Halaqoh Kebangsaan. KH. Ijroh mengatakan bahwa MUI Kabupaten Batang setiap hari Selasa keliling di tiap Kecamatan menyelenggarakan acara Halaqoh Kebangsaan, ini yang ke enam kalinya di selenggarakan di Tersono. Dengan mengikuti Kegiatan yang di laksanakan MUI Jawa Tengah.

“Sebab radikal itu pasti ada, apa yang disampaikan oleh Nara sumber di sampaikan kepada masyarakat. Kegiatan ini di selenggarakan agar paham radikalisme tidak berkembang di Kabupaten Batang,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Cegah Laka Perlintasan Kereta Api, Pelajar Batang Diedukasi Cara Aman Melintas Cegah Laka Perlintasan Kereta Api, Pelajar Batang Diedukasi Cara Aman Melintas
Cegah Laka Perlintasan Kereta Api, Pelajar Batang Diedukasi Cara Aman Melintas
Batang - Menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman menjadi harapan setiap warga sekolah, utamanya yang berdekatan dengan perlintasan kereta api. Menilik tata letak SMP Negeri 2 Batang, yang berdekatan dengan perlintasan kereta api, maka Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang merasa perlu menyosialisasikan tentang pentingnya edukasi pemahaman cara aman saat melewati perlintasan kereta api.
19 Okt 2026 Jumadi 104
Menanti Keajaiban 'Tol Khayangan Dua' di Jalur Pranten, Asa Baru Petani Sayur hingga Penyelamat Nyawa Menanti Keajaiban 'Tol Khayangan Dua' di Jalur Pranten, Asa Baru Petani Sayur hingga Penyelamat Nyawa
Menanti Keajaiban 'Tol Khayangan Dua' di Jalur Pranten, Asa Baru Petani Sayur hingga Penyelamat Nyawa
Batang - Siapa yang tak terpikat dengan pesona Tol Khayangan. Jalur Mulus berlatar perbukitan megah yang menghubungkan wilayah Batang menuju dataran tinggi Dieng ini sudah lama jadi favorit para wisatawan. Namun, tahukah Anda bahwa jalan meliuk nan indah itu sebenarnya punya "saudara kembar".
19 Okt 2026 Jumadi 98
Sinergi Bareng Masyarakat, Kapolresta Gandeng Ulama Berantas Tawuran di Batang Sinergi Bareng Masyarakat, Kapolresta Gandeng Ulama Berantas Tawuran di Batang
Sinergi Bareng Masyarakat, Kapolresta Gandeng Ulama Berantas Tawuran di Batang
Batang - Semangat kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat terlihat jelas di Masjid Al-Anwar. Kapolresta Batang, Kombes Pol Warsono, bersama jajarannya hadir langsung membaur bersama warga dalam kegiatan pengajian rutin minggu pagi.
18 Okt 2026 Jumadi 165
Pentas Ketoprak Beksan Silir Pesisir di TMII, Bupati Batang Ajak Warga Perantauan Lestarikan Budaya Daerah Pentas Ketoprak Beksan Silir Pesisir di TMII, Bupati Batang Ajak Warga Perantauan Lestarikan Budaya Daerah
Pentas Ketoprak Beksan Silir Pesisir di TMII, Bupati Batang Ajak Warga Perantauan Lestarikan Budaya Daerah
Jakarta Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah menggelar pagelaran seni Ketoprak Beksan Silir Pesisir di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (18102026). Pagelaran tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan seni budaya Kabupaten Batang kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.
18 Okt 2026 Jumadi 169
Wujudkan Keharmonisan, Kapolresta Hadiri Kegiatan Minggu Kasih GKJ Batang Wujudkan Keharmonisan, Kapolresta Hadiri Kegiatan Minggu Kasih GKJ Batang
Wujudkan Keharmonisan, Kapolresta Hadiri Kegiatan Minggu Kasih GKJ Batang
Batang - Sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, Kapolresta Batang bersama jajaran melaksanakan kegiatan "Minggu Kasih" di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kabupaten Batang, Minggu (18102026). Kegiatan ini menjadi wujud kuat sinergi dan kedekatan antara aparat kepolisian dengan tokoh agama serta umat beragama.
18 Okt 2026 Jumadi 174
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 365