Fashion Show WBP Rutan Batang Berbahan Kertas Koran

Senin, 24 Agustus 2020 Jumadi Dibaca 1.462 kali Seni dan Budaya
Fashion Show WBP Rutan Batang Berbahan Kertas Koran
Batang - Rutan Kelas IIB Batang menggelar lomba fashion show yang diikuti Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan memanfaatkan limbah kertas koran di Aula Rutan Kelas IIB Kabupaten Batang, Senin (24/8/2020).

Batang - Rutan Kelas IIB Batang menggelar lomba fashion show yang diikuti Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan memanfaatkan limbah kertas koran di Aula Rutan Kelas IIB Kabupaten Batang, Senin (24/8/2020).

Dipilihnya limbah tersebut, karena dinilai mudah dibentuk. Di sisi lain pemanfaatan kertas koran juga diharapkan bisa digunakan pembinaan WBP untuk melatih kreativitas dalam membentuk sebuah pakaian berkarakter.

“Selain itu ada pula lomba tata rias, potong rambut dan makan nasi megono. Untuk lomba fashion show perwakilan tiap blok dan makan nasi megono kita prioritaskan WBP yang berasal dari luar daerah Batang dan Pekalongan,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Batang, Rindra Wardhana.

Rindra menegaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa semangat juang WBP, bahwa segala sesuatu yang dilakukan harus bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat di masa depan.

Untuk mendukung kesuksesan WBP, dalam waktu dekat Rutan Batang juga akan membuka salon kecantikan dan tempat pangkas rambut.

“Keterampilan potong rambut dan tata rias tentunya sangat dibutuhkan di masyarakat dan akan berguna bagi WBP ketika telah bebas,” tandasnya.

Sementara, Pemilik sanggar tata rias Susi mengatakan, pelatihan yang diberikan kepada para WBP sudah dilakukan selama 2 bulan.

Pelatihan yang diberikan selama ini yakni teknik pewarnaan rambut dan tata rias wajah.

“Saya sangat senang mendengar rencana Pak Rindra yang akan membuka salon, karena melalui pelatihan yang kami berikan bisa bermanfaat bagi WBP dan sesama,” katanya.

Susi menerangkan, dalam perlombaan ini ada beberapa penilaian antara lain: kreativitas ide, kerapian, penyesuaian karakter dan hasil akhir.

Salah satu WBP, Guntur Raharjo yang berkostum Suku Dayak menuturkan, pemilihan kostum itu karena terinspirasi dari kegagahan Panglima Burung yang merupakan salah satu bukti kekayaan keanekaragaman suku di Indonesia.

“Dalam melukis karakter Panglima Burung memang sedikit mengalami kesulitan. Kami membutuhkan waktu sekitar 2 hari 2 malam mulai dari menyiapkan bahan hingga jadi dikerjakan 3 orang, alhamdulillah meraih juara 2 untuk kategori tata rias dan kategori fashion show,” bebernya.

Baginya mengenakan kostum Panglima Burung dari Suku Dayak merupakan sebuah kebanggaan karena sangat terinspirasi saat melihat salah satu anggota upacara Hari Kemerdekaan ke-75 RI di Istana Merdeka yang memakai busana Suku Dayak. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Batang - Tradisi "Mubeng Benteng" atau mengelilingi tembok luar area Kantor Bupati Batang kembali mengemuka, setelah beberapa tahun menggelar kirab Malam Satu Suro hanya di dalam komplek. Hal ini menjadi wacana dari keluarga besar ahli waris Kyai Tombak Abirawa, sebagai upaya mengembalikan tradisi leluhur sekaligus menjadikan ikon destinasi wisata budaya Kabupaten Batang.
17 Jun 2026 Jumadi 35
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi 1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
Batang Bulan Muharam tidak hanya menjadi momentum introspeksi diri dan peningkatan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, khususnya terhadap anak. Di mana umat Islam dianjurkan melipatgandakan kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.
16 Jun 2026 Jumadi 213
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (1662026). Program ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali lahan terdampak rob yang selama bertahun-tahun tidak produktif.
16 Jun 2026 Jumadi 463
Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Batang - Rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang membentang hingga wilayah Kabupaten Batang terus dimatangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa. Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir rob yang selama ini menghantui kawasan pesisir utara Jawa.
16 Jun 2026 Jumadi 91
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Batang - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Batang tahun 2026 dipastikan berjalan ketat, transparan, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun. Seiring dimulainya tahapan pendaftaran sekolah yang mayoritas telah menggunakan sistem daring (online). Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1662026).
16 Jun 2026 Jumadi 77
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Batang - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  jenis Pertamax dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 ternyata berdampak pada peningkatan konsumsi Pertalite, karena pengendara memilih harga yang ekonomis. Peningkatan tersebut terjadi sejak pekan lalu, yakni ditandai dengan bertambahnya jumlah pembeli BBM jenis Pertalite.
15 Jun 2026 Jumadi 320