Batang - Wabah pandemi Covid-19 di Kabupaten Batang cukup mempengaruhi perekomomian warga. Diberlakukanya stay at home dan sosial distancing membuat banyak pedagang mengalami penurunan omset, bahkan banyak orang pula kehilangan mata pencahariannya.
Batang - Wabah pandemi Covid-19 di Kabupaten Batang
cukup mempengaruhi perekomomian warga.
Diberlakukanya stay
at home dan sosial distancing
membuat banyak pedagang mengalami penurunan omset, bahkan banyak orang pula
kehilangan mata pencahariannya.
Hal tersebut dikatakan Bupati Batang Wihaji usai
menggelar rapat Video Conference dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) di Ruang Abirawa, Kabupaten Batang, Kamis (9/4/2020).
"Kita masih mendata kepala keluarga yang
terdampak Covid-19, berdasarkan usulan Kepala Desa melalui Camat ada 100.500
Kepala Keluarga (KK)," jelasnya.
Dari jumlah sebesar tersebut, diluar dari penerima
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) non PNS dan TNI,Polri.
"Saat ini masih kita pikirkan skema penerimaan
Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga terdampak, agar tidak terjadi masalah
keributan oleh masyarakat," terangnya.
Pemkab Batang juga masih menunggu kejelasan dari
Pemerintah pusat terkait BLT, karena dari Pemerintah pusat kelihatannya ada bentuknya
uang dan dalam bentuk sembako.
"Kita masih kaji, bukan tidak berani memutuskan
BLT, tapi lebih baik hati-hati, agar mudharat dan manfaatnya jelas,"
pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)