Bupati Batang Wihaji bersama Wakilnya Suyono mencoba Mobil Layanan Kesehatan (Ambulance) sebelum diserahkan kepada Desa
Kurang dari tiga bulan menjabat sebagai Bupati Batang Wihaji menepati janji kampanyenya memberikan 1 unit mobil layanan kesehatan berupa mobil ambulance desa, sebagai pilot projeknya selasa 8/8 diserahkan 9 unit mobi layanan kesahatan ambulance kepada 9 desa yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Setempat.
Bupati Wihaji mengatakan, Pengadaan mobil layanan kesehatan untuk desa berawal dari kebutuhan masyarakat yang selama ini desa membutuhkan. Karena untuk mempercepat memberikan pelayanan kesehatan terdekat dengan menggunakan jikalu ada orang sakit melahirkan di desa bisa segera di tolong sehingga tidak bingung mencari kendaraan.
“Desa memang sangat butuh dan menjadi kebutuhan bagi orang sakit, orang mau melahirkan yang harus di rujuk kerumah sakit, maka Pemerintah harus hadir dalam meberikan pelayanan yang cepat dengan mobilambulance desa ini.” Katanaya.
Bupati juga mengapresiasi kepada pemerintah desa yang melakukan keberanianya untuk melakukan kegiatan yang di ambilkan dari Dana Desa ( DD ), yang peruntukanya di gunakan untuk pengadaan mobillayanan kesehatan berupa ambulance desa.
“Keberanian Pemerintah Desa perlu saya ancungkan jempul menggunkan dana desa untuk pengadaan mobil ambulance, karena menganggap mobil ambulance tersebut juga meupakan kebutuhan primer dalam melayani masyarakat.” Jelas Wihaji.
Ia juga mengatakan kepada seluruh kepada desa yang memang akan menggunkan dana desa untukpengadaan mobil ambulance untuk harus sesuai dengan proses pengadaan, jangan sampai meyalahiaturan dan harus sesuai berita acara dan speknya.“ saya mewanti- wanti kepada semua kepala desa untuk proses pengadaan mobil harus benara, jangan ada yang salah agar tidak bermasalah dengan hukum.” Kata Wihaji.
Bupati juga menyinggung petugas pendamping dana desa untuk bekerja secara optimal, karena dana desa untuk saat ini menjadi isu yang sensitif masyarakat dengan tingginy anggaran yang di berikan di desa. ” kami harap petugas pendamping dana desa serius dalam bekerja dari bagaimana perencanan sehingga tidak salah, karena titik awalnya dariperencanaan dan proses, atau prosesnya benar tidak ada masalah, karena ada beberapa kepala desa yang saat ini masih berurusan dengan aparat hukum.” Katanya.
Kepala Dinas Pemeberdayaan Masyarakat Desa Tulyono mengatakan, Pengadaan mobil layanan kesehatan merupakan melaksanakan salaha satu visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Batang, pengdaan mobil tersebut untuk tahap I ada 9 desa dan selanjutnya desalainya menyusul.“ Untuk pengdaan mobil ambulance desa bersumber dar dana desa tahun 2017 dan proses pengadaanya langsung ke Dealer mobil dengan dasar, jenis, bentuk, merek dan harga dari e- ktalog. Jelas Tulyono.
Adapaun 9 desa yang telah melakukan pengadaan mobil layanan kesehatan berupa mobil Ambulance yaitu Desa Yang masuk Kecamatan Reban Desa Reban, Desa Sojomerto, Desa Pacet, Desa Kalisari, dan Desa Kepondung Kecamatan Reban, Kecamatan Bawang Desa Soka, Desa Sidoarj, Kecamatan Tulis Desa Siberuk. (Edo/McBatang)
Sebanyak 30 pesepeda Ride for Palestine menempuh perjalanan 1.000 kilometer dari Surabaya menuju Jakarta dengan melintasi Kabupaten Batang untuk mengampanyekan solidaritas kemanusiaan bagi Palestina melalui olahraga bersepeda.
Rehabilitasi RTLH milik Ismail melalui program TMMD Kodim 0736Batang segera rampung sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan dan kenyamanan penerima manfaat.
Pecalungan Run 2026 diikuti 410 peserta, meningkat dari tahun sebelumnya, sekaligus menjadi sarana promosi wisata Curug Gombong dan pengembangan sport tourism Kabupaten Batang.
November Rock menjadi ajang perpaduan hiburan musik rock dengan kepedulian sosial melalui bakti sosial, santunan anak yatim, dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.
November Rock menjadi wadah peringatan Hari Pahlawan melalui musik rock sekaligus sarana membangkitkan nasionalisme, kecintaan terhadap Indonesia, dan semangat persatuan masyarakat.
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.