PBM Akan Ramaikan HKR

Selasa, 21 Januari 2020 Jumadi Dibaca 1.216 kali Ekonomi
PBM Akan Ramaikan HKR
Batang - Kawasan Hutan Kota Rajawali (HKR) nantinya akan semakin ramai dengan kehadiran Pedagang Burung Malam (PBM) yang telah diresmikan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang Subiyanto, di Kawasan HKR Kabupaten Batang, Senin (20/1/2020).

Batang - Kawasan Hutan Kota Rajawali (HKR) nantinya akan semakin ramai dengan kehadiran Pedagang Burung Malam (PBM) yang telah diresmikan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang Subiyanto, di Kawasan HKR Kabupaten Batang, Senin (20/1/2020).

PBM siap memenuhi semua kebutuhan para pecinta burung mulai dari pakan hingga segala pernak-perniknya.

Kepala Disperindagkop dan UKM  Batang Subiyanto mengatakan, selain PBM, nanti di sini juga ada beberapa kegiatan yang akan dibangun, di antaranya Gedung Olahraga, Bazar Bisnis dan beragam jenis permainan anak.

“Di sini pun nanti bisa ramai, mulai dari HKR sampai ke Taman Sutomo sebagai salah ruang terbuka publik. Maka kita harus bisa menjaga kondusivitas lingkungan karena bersebelahan dengan BLK, perkampungan, Hutan Kota Rajawali dan beberapa kantor pemerintahan,” jelasnya.

Dijelaskannya, Pemerintah Kabupaten Batang berupaya memecah keramaian, yang selama ini hanya terpusat di Alun-alun. Selain itu, PBM diminta untuk bisa menjaga lingkungan dengan menatanya menjadi lebih baik. Sebagai contoh penataan area parkir yang tidak mengganggu kenyamanan para pejalan kaki.

Ia berharap, PBM yang telah diresmikan ini akan membawa berkah bagi pedagang dan masyarakat Batang. Para pedagang burung sebisa mungkin berupaya membesarkan Pasar Burung Malam melebihi daerah tetangga, agar perekonomian pun ikut terbangun melalui keberadaan PBM.

Sebelumnya Paguyuban Pedagang dan Pecinta Burung Kiangsantang Batang, telah berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk memastikan bahwa burung yang diperjualbelikan bukan merupakan satwa yang dilindungi.

Sementara, Pendiri Paguyuban Pedagang dan Pecinta Burung Kiangsantang, Erdian Krisnawan mengungkapkan, PBM tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi ada misi tersendiri yaitu ingin mengembangkan penangkaran satwa-satwa yang dilindungi bekerjasama dengan BKSDA.

Untuk burung-burung yang diperjualbelikan oleh PBM hanya yang termasuk lokal saja,  seperti perkutut, ciblek, poci dan trocok. Masyarakat pecinta burung bisa berkunjung langsung setiap hari mulai pukul 19.00-23.00 WIB.

Menyikapi harapan Pemkab yang ingin menghidupkan perekonomian Batang melalui PBM, para pedagang sudah menyusun rencana agar dapat memaksimalkan potensi lokal, sehingga para pecinta burung dapat memenuhi kebutuhannya cukup di Kota Batang.

“Dari teman-teman tidak cuma pedagang burung saja, tapi ada pedagang kroto (pakan burung) yang sebenarnya produknya berasal dari Kota Batang. Kalau kita bisa buka pasar di Batang, harapannya tidak perlu ke kota sebelah, karena sudah tersedia serta dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” paparnya.

PBM memiliki segmentasi tersendiri dengan memberikan ruang khusus bagi mereka yang tidak memiliki waktu, karena faktor kesibukan pekerjaan.

“Keberadaan PBM tidak akan mengganggu rutinitas perekonomian di Pasar Burung Sambong yang tematik, karena segmen kita di luar jam kerja. Jadi kalau misalnya ada orang yang beraktivitas pagi sampai sore, lha malam hari monggo kumpul di sini,” ungkapnya.

Saat ini PBM akan berkonsentrasi pada 32 pedagang yang telah ada, untuk dapat menjaga komitnen dengan dinas terkait seperti menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.

“Jika komitmen itu bisa konsisten terjaga, akan ditambah kuota pedagang yang diutamakan dari masyarakat Kabupaten Batang,” tegasnya.

Erdian menambahkan, untuk jangka panjang dimungkinkan ada wacana kawasan PBM dijadikan sebagai media kontes burung bekerjasama dengan paguyuban terkait.

“Para anggota PBM pun harus diberikan pelatihan supaya bisa menjadi dewan juri yang betul-betul memahami seluk-beluk dunia burung,”tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Batang - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  jenis Pertamax dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 ternyata berdampak pada peningkatan konsumsi Pertalite, karena pengendara memilih harga yang ekonomis. Peningkatan tersebut terjadi sejak pekan lalu, yakni ditandai dengan bertambahnya jumlah pembeli BBM jenis Pertalite.
15 Jun 2026 Jumadi 30
Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual
Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual
Batang - Komunitas Batang Coffee menggelar Manual Brew Competition di kafe Hingga, Limpung, Kabupaten Batang, Minggu (1462026). Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi kopi sekaligus membangkitkan kembali minat terhadap metode seduh manual (manual brew) di kalangan penggiat kopi.
14 Jun 2026 Jumadi 74
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 75
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 92
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 110
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 112