BAF, Media Kritik Budayawan yang Penuh Kesantunan

Sabtu, 30 November 2019 Jumadi Dibaca 1.150 kali Seni dan Budaya
BAF, Media Kritik Budayawan yang Penuh Kesantunan
Batang - Dewan Kesenian Daerah (DKD) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang berkolaborasi dalam event tahunan Batang Art Festival (BAF).

Bupati Batang Wihaji usai menikmati pementasan seni dari para seniman baik dalam maupun luar daerah mengemukakan, bahwa seni dan budaya tidak terpisahkan dari kehidupan sosial kemasyarakatan. Maka setiap kali menghasilkan karya, para seniman tentu syarat akan makna dan kritik, namun tetap menjaga kesantunan.

“Cara mengkritiknya biasanya dengan berbagai ekspresi, salah satunya dengan media lukisan, tari dan teater. Rata-rata kritik sosial semua, saya suka itu, karena dengan kritik pendekatan budaya tidak akan melukai,” ungkap Bupati Batang Wihaji di Pendopo Kabupaten Batang, Sabtu (30/11/2019) malam.

Lebih lanjut Bupati mengutarakan, andai kata pemimpin dikritik dengan media seni tidak marah, berbeda jika disampaikan dengan ucapan. 

“Tapi, kalau dengan lukisan atau tari, sekeras apapun kritik sosialnya kita tetap menyambut dengan tangan terbuka,” ujarnya.

Bupati mengatakan, saat ini perkembangan seni budaya di Kabupaten Batang tumbuh dengan pesat. Sebagai contoh, ketika Tim Penggerak PKK menggelar lomba karawitan, respon pecinta dan pelaku seni sangat tinggi.

“Tahun yang akan datang, semoga event BAF ini bisa semakin menunjukkan keunikannya, sehingga masyarakat bisa menikmatinya, sekaligus untuk mempromosikan Kabupaten Batang menuju Visit Batang Year 2022, Heaven of Asia, masuk dalam kalender wisata,” tandasnya.

Ketua DKD Batang Tri Bakdo menuturkan, setiap kali gelaran BAF, dirinya selalu menampilkan kekuatan kearifan lokal.

“Batang itu keseniannya kaya banget kok. BAF itu kan pestanya para seniman, khususnya seniman Batang yang mengedepankan tradisi, dikemas menjadi sesuatu yang menarik,” ujarnya.

Tri Bakdo yang juga seorang perupa menerangkan hasil karyanya yang menyajikan tema tentang kegelisahan kebudayaan, dengan judul “Mau Dijual ke Manakah?”. 

“Dalam lukisan itu ada beberapa wayang yang diletakkan di dalam sebuah kardus, di sana tertulis “Not For Sale”, karena kesenian dan kebudayaan kita banyak diakui oleh negara lain, padahal itu barang milik negara, tidak untuk diperjualbelikan,” paparnya.

Tri Bakdo menambahkan, lewat lukisan itu, dirinya melakukan perlawanan, agar seni dan budaya milik bangsa Indonesia tidak diambil bangsa lain.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Achmad Taufiq menyampaikan, kolaborasi akan terus dilanjutkan dari tahun ke tahun, untuk melahirkan generasi yang cinta budaya.

“Kolaborasi ini menghasilkan keunikan tersendiri, sehingga DKD dan Disdikbud akan terus mengawal cita-cita Bupati untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas dalam berkesenian,” katanya.

Pesta bagi para seniman dan pecinta seni itu digelar sejak 30 November - 2 Desember mendatang. Menampilkan kesenian tradisional seperti doger, sintren, kuda lumping,  teater dan pameran lukisan dari 50 perupa, yang dapat disaksikan masyarakat Batang dan sekitarnya, di panggung utama Jalan Veteran dan Pendopo Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 60
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 97
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 151
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 77
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 128
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 135