BAF, Media Kritik Budayawan yang Penuh Kesantunan

Sabtu, 30 November 2019 Jumadi Dibaca 1.137 kali Seni dan Budaya
BAF, Media Kritik Budayawan yang Penuh Kesantunan
Batang - Dewan Kesenian Daerah (DKD) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang berkolaborasi dalam event tahunan Batang Art Festival (BAF).

Bupati Batang Wihaji usai menikmati pementasan seni dari para seniman baik dalam maupun luar daerah mengemukakan, bahwa seni dan budaya tidak terpisahkan dari kehidupan sosial kemasyarakatan. Maka setiap kali menghasilkan karya, para seniman tentu syarat akan makna dan kritik, namun tetap menjaga kesantunan.

“Cara mengkritiknya biasanya dengan berbagai ekspresi, salah satunya dengan media lukisan, tari dan teater. Rata-rata kritik sosial semua, saya suka itu, karena dengan kritik pendekatan budaya tidak akan melukai,” ungkap Bupati Batang Wihaji di Pendopo Kabupaten Batang, Sabtu (30/11/2019) malam.

Lebih lanjut Bupati mengutarakan, andai kata pemimpin dikritik dengan media seni tidak marah, berbeda jika disampaikan dengan ucapan. 

“Tapi, kalau dengan lukisan atau tari, sekeras apapun kritik sosialnya kita tetap menyambut dengan tangan terbuka,” ujarnya.

Bupati mengatakan, saat ini perkembangan seni budaya di Kabupaten Batang tumbuh dengan pesat. Sebagai contoh, ketika Tim Penggerak PKK menggelar lomba karawitan, respon pecinta dan pelaku seni sangat tinggi.

“Tahun yang akan datang, semoga event BAF ini bisa semakin menunjukkan keunikannya, sehingga masyarakat bisa menikmatinya, sekaligus untuk mempromosikan Kabupaten Batang menuju Visit Batang Year 2022, Heaven of Asia, masuk dalam kalender wisata,” tandasnya.

Ketua DKD Batang Tri Bakdo menuturkan, setiap kali gelaran BAF, dirinya selalu menampilkan kekuatan kearifan lokal.

“Batang itu keseniannya kaya banget kok. BAF itu kan pestanya para seniman, khususnya seniman Batang yang mengedepankan tradisi, dikemas menjadi sesuatu yang menarik,” ujarnya.

Tri Bakdo yang juga seorang perupa menerangkan hasil karyanya yang menyajikan tema tentang kegelisahan kebudayaan, dengan judul “Mau Dijual ke Manakah?”. 

“Dalam lukisan itu ada beberapa wayang yang diletakkan di dalam sebuah kardus, di sana tertulis “Not For Sale”, karena kesenian dan kebudayaan kita banyak diakui oleh negara lain, padahal itu barang milik negara, tidak untuk diperjualbelikan,” paparnya.

Tri Bakdo menambahkan, lewat lukisan itu, dirinya melakukan perlawanan, agar seni dan budaya milik bangsa Indonesia tidak diambil bangsa lain.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Achmad Taufiq menyampaikan, kolaborasi akan terus dilanjutkan dari tahun ke tahun, untuk melahirkan generasi yang cinta budaya.

“Kolaborasi ini menghasilkan keunikan tersendiri, sehingga DKD dan Disdikbud akan terus mengawal cita-cita Bupati untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas dalam berkesenian,” katanya.

Pesta bagi para seniman dan pecinta seni itu digelar sejak 30 November - 2 Desember mendatang. Menampilkan kesenian tradisional seperti doger, sintren, kuda lumping,  teater dan pameran lukisan dari 50 perupa, yang dapat disaksikan masyarakat Batang dan sekitarnya, di panggung utama Jalan Veteran dan Pendopo Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Batang - Tradisi "Mubeng Benteng" atau mengelilingi tembok luar area Kantor Bupati Batang kembali mengemuka, setelah beberapa tahun menggelar kirab Malam Satu Suro hanya di dalam komplek. Hal ini menjadi wacana dari keluarga besar ahli waris Kyai Tombak Abirawa, sebagai upaya mengembalikan tradisi leluhur sekaligus menjadikan ikon destinasi wisata budaya Kabupaten Batang.
17 Jun 2026 Jumadi 38
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi 1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
Batang Bulan Muharam tidak hanya menjadi momentum introspeksi diri dan peningkatan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, khususnya terhadap anak. Di mana umat Islam dianjurkan melipatgandakan kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.
16 Jun 2026 Jumadi 216
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (1662026). Program ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali lahan terdampak rob yang selama bertahun-tahun tidak produktif.
16 Jun 2026 Jumadi 477
Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Batang - Rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang membentang hingga wilayah Kabupaten Batang terus dimatangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa. Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir rob yang selama ini menghantui kawasan pesisir utara Jawa.
16 Jun 2026 Jumadi 92
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Batang - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Batang tahun 2026 dipastikan berjalan ketat, transparan, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun. Seiring dimulainya tahapan pendaftaran sekolah yang mayoritas telah menggunakan sistem daring (online). Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1662026).
16 Jun 2026 Jumadi 80
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Batang - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  jenis Pertamax dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 ternyata berdampak pada peningkatan konsumsi Pertalite, karena pengendara memilih harga yang ekonomis. Peningkatan tersebut terjadi sejak pekan lalu, yakni ditandai dengan bertambahnya jumlah pembeli BBM jenis Pertalite.
15 Jun 2026 Jumadi 321