BAF, Media Kritik Budayawan yang Penuh Kesantunan

Sabtu, 30 November 2019 Jumadi Dibaca 1.161 kali Seni dan Budaya
BAF, Media Kritik Budayawan yang Penuh Kesantunan
Batang - Dewan Kesenian Daerah (DKD) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang berkolaborasi dalam event tahunan Batang Art Festival (BAF).

Bupati Batang Wihaji usai menikmati pementasan seni dari para seniman baik dalam maupun luar daerah mengemukakan, bahwa seni dan budaya tidak terpisahkan dari kehidupan sosial kemasyarakatan. Maka setiap kali menghasilkan karya, para seniman tentu syarat akan makna dan kritik, namun tetap menjaga kesantunan.

“Cara mengkritiknya biasanya dengan berbagai ekspresi, salah satunya dengan media lukisan, tari dan teater. Rata-rata kritik sosial semua, saya suka itu, karena dengan kritik pendekatan budaya tidak akan melukai,” ungkap Bupati Batang Wihaji di Pendopo Kabupaten Batang, Sabtu (30/11/2019) malam.

Lebih lanjut Bupati mengutarakan, andai kata pemimpin dikritik dengan media seni tidak marah, berbeda jika disampaikan dengan ucapan. 

“Tapi, kalau dengan lukisan atau tari, sekeras apapun kritik sosialnya kita tetap menyambut dengan tangan terbuka,” ujarnya.

Bupati mengatakan, saat ini perkembangan seni budaya di Kabupaten Batang tumbuh dengan pesat. Sebagai contoh, ketika Tim Penggerak PKK menggelar lomba karawitan, respon pecinta dan pelaku seni sangat tinggi.

“Tahun yang akan datang, semoga event BAF ini bisa semakin menunjukkan keunikannya, sehingga masyarakat bisa menikmatinya, sekaligus untuk mempromosikan Kabupaten Batang menuju Visit Batang Year 2022, Heaven of Asia, masuk dalam kalender wisata,” tandasnya.

Ketua DKD Batang Tri Bakdo menuturkan, setiap kali gelaran BAF, dirinya selalu menampilkan kekuatan kearifan lokal.

“Batang itu keseniannya kaya banget kok. BAF itu kan pestanya para seniman, khususnya seniman Batang yang mengedepankan tradisi, dikemas menjadi sesuatu yang menarik,” ujarnya.

Tri Bakdo yang juga seorang perupa menerangkan hasil karyanya yang menyajikan tema tentang kegelisahan kebudayaan, dengan judul “Mau Dijual ke Manakah?”. 

“Dalam lukisan itu ada beberapa wayang yang diletakkan di dalam sebuah kardus, di sana tertulis “Not For Sale”, karena kesenian dan kebudayaan kita banyak diakui oleh negara lain, padahal itu barang milik negara, tidak untuk diperjualbelikan,” paparnya.

Tri Bakdo menambahkan, lewat lukisan itu, dirinya melakukan perlawanan, agar seni dan budaya milik bangsa Indonesia tidak diambil bangsa lain.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Achmad Taufiq menyampaikan, kolaborasi akan terus dilanjutkan dari tahun ke tahun, untuk melahirkan generasi yang cinta budaya.

“Kolaborasi ini menghasilkan keunikan tersendiri, sehingga DKD dan Disdikbud akan terus mengawal cita-cita Bupati untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas dalam berkesenian,” katanya.

Pesta bagi para seniman dan pecinta seni itu digelar sejak 30 November - 2 Desember mendatang. Menampilkan kesenian tradisional seperti doger, sintren, kuda lumping,  teater dan pameran lukisan dari 50 perupa, yang dapat disaksikan masyarakat Batang dan sekitarnya, di panggung utama Jalan Veteran dan Pendopo Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menginstruksikan Bappeda dan DPMPPR untuk segera melakukan survei terhadap jembatan penghubung di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, yang ambrol akibat hujan deras pada 24 Oktober 2026. Pemkab Batang akan mengkaji kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan jembatan. Sementara itu, warga terpaksa menempuh jalur alternatif hingga 10 kilometer dari rute normal 3 kilometer, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 15
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, tidak takut gagal, terus belajar, dan mengukir prestasi. Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, ia menekankan pentingnya membangun karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pemuda diharapkan berperan aktif dalam pembangunan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 23
Edukasi Hukum Waris, Upayakan Penyelesaian sesuai Syariat Islam Edukasi Hukum Waris, Upayakan Penyelesaian sesuai Syariat Islam
Edukasi Hukum Waris, Upayakan Penyelesaian sesuai Syariat Islam
Pengadilan Agama Batang bersinergi dengan TNI melalui program TMMD Reguler untuk mengedukasi masyarakat Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, mengenai hukum waris Islam. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum, membantu masyarakat memahami hak dan pembagian warisan sesuai syariat Islam, serta meminimalkan potensi sengketa keluarga melalui edukasi dan penyelesaian masalah sesuai ketentuan yang berlaku.
27 Okt 2026 Jumadi 94
Batang Bersiap Lebih Terang, Pemenang Lelang APJ Resmi Diumumkan Batang Bersiap Lebih Terang, Pemenang Lelang APJ Resmi Diumumkan
Batang Bersiap Lebih Terang, Pemenang Lelang APJ Resmi Diumumkan
Pemkab Batang menetapkan Konsorsium Catur Batang Cahaya Cemerlang sebagai pemenang lelang proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) berbasis KPBU senilai Rp143,7 miliar, dengan PT Bukaka Teknik Utama Tbk sebagai calon pemenang cadangan. Proyek ini bertujuan mengatasi kekurangan penerangan jalan yang mencapai 69,6 persen melalui pemasangan ribuan titik lampu serta integrasi teknologi CCTV dan sensor lingkungan. Proses pengadaan memasuki masa sanggah pada 27 Oktober2 November 2026, dengan target penandatanganan perjanjian kerja sama pada 30 November 2026.
27 Okt 2026 Jumadi 133
Kejar Imunisasi, Dinkes Batang Jemput Bola ke Rumah Balita Kejar Imunisasi, Dinkes Batang Jemput Bola ke Rumah Balita
Kejar Imunisasi, Dinkes Batang Jemput Bola ke Rumah Balita
Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mengoptimalkan program Imunisasi Kejar melalui layanan jemput bola ke rumah balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Hingga Oktober 2026, capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) mencapai 80 persen dan Imunisasi Baduta Lengkap 73 persen, sementara targetnya 100 persen. Jika target belum tercapai, Dinkes akan menggelar program PENARI (Sepekan Mengejar Imunisasi) pada November 2026 untuk meningkatkan perlindungan kesehatan bayi dan balita.
27 Okt 2026 Jumadi 85
Pemkab Batang dan Kejari Perkuat Sinergi Layanan Hukum, Kawal Program Sejak Perencanaan Pemkab Batang dan Kejari Perkuat Sinergi Layanan Hukum, Kawal Program Sejak Perencanaan
Pemkab Batang dan Kejari Perkuat Sinergi Layanan Hukum, Kawal Program Sejak Perencanaan
Pemkab Batang dan Kejari Batang memperkuat sinergi layanan hukum melalui penandatanganan MoU untuk memastikan program pembangunan dan pelayanan publik berjalan sesuai ketentuan. Pendampingan hukum didorong sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi, dengan menekankan tidak hanya penyelesaian kegiatan (output), tetapi juga manfaat nyata (outcome) yang dirasakan masyarakat.
27 Okt 2026 Jumadi 100