Walau Berdampak Lingkungan, Banyak Warga Desa Bekerja Di Penggilingan Batu

Selasa, 11 Juli 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 1.534 kali Sosial
Walau Berdampak Lingkungan,  Banyak Warga Desa Bekerja Di Penggilingan Batu
Wabup Suyono saat memberikan sambutan di Khoul Wali Putih Desa Sentul Kecamatan Gringsing
Desa Sentul Kecamatan Gringsing memang banyak berdiri basecamp stone crusher atau penggilingan pemecah batu yang sebagian warga desa bekerja di perusahaan tersebut, namun demikian dampak lingkungan yang ditimbulkan dirasa menggagu masyarakat desa. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Sentul Abdul Rozak Kecamatan Gringsing di hadapan Wakil Bupati Batang Suyono saat menghadiri Khoul Wali Putih Di Pemakaman umum Desa setempat, Selasa (11/7).

“Dengan banyak berdirinya basecamp cruser atau pemecah batu di Desa Sentul menandakan warga Desa Sentul sangat pro investasi dan warga sangat membutuhkan pekerjaan dan tercatat ada 750 warga desa yang bekerja di baschamp crusher, tetapi hal ini tidak di barengi dengan ijin sehingga mempersulit pekerja untuk mendapatkan perlindungan tenaga kerja ketika terjadi kecelkaan kerja.” Kata Kepala Desa Sentul Abdul Rozak.

Ia juga berharap kepada pemerintah daerah untuk memberikan ijin kepada perusahaan pemecah batu dengan merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah, karena di wilayah Desa Sentul memeiliki material banyak.

"Dengan melegalkan perusahaan pemecah batu maka desa lebih diuntungkan dengan banyaknya warga yang bekerja secara legal, serta untuk lebih mudah untuk mengatur dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh perusahaan,” jelas Abdul Rozak.

Wakil Bupati Batang Suyono yang menanggapai pernyataan Kepala Desa Sentul mengatakan, “Keberadaan basecamp stone crusher atau pemecah batu yang ada di Desa Sentul sebagian sudah memiliki ijin dan hampir semunya berijin, hanya saja yang tidak berijin galian C nya,“ katanya.

Suyono juga menjelaskan berkaitan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan perusahaan yang menggaggu masyarakat, dia menyarankan kepada kepada Kepala desa untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan untuk meminta CSR (Corporate Social Responsibility) atau tangungjawab sosial perusahaan untuk di gunakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Komunikasikan dan koordinasikan dengan perusahaan terkait dampak yang di timbulkan perusahaan berupa kerusakaan alam dan debu yang ditimbulkanya, namun dengan cara yang santun,” kata Suyono.

Suyono juga meminta kepada masyrakat untuk tidak anarki dan menolak perusahaan-perusahaan besar yang akan berinvestasi di desanya, karena di Kabupaten Batang akan ada industrialisasi yang sesuai RTRW wilayah Kecamaatan Gringsing masuk dalam zona Industri, sehingga nantinya diharapkan masyrakt dapat menerimanya yang aakaan berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

“Masyarakat Desa tidak perlu ke Jakarta untuk mencarai pekerjaan, tapi bekerja di lingkungan masing-masing dekat dengan keluarga yang bisa setiap sore ketemu dengan keluarga,” katanya.

Berkaitan dengan kecelakaan kerja warga Desa Sentul di Perusahaan pemecah batu yang berijin, Wabup Suyono meminta kepada kepala desa untuk mengejukan permohonan santunan kecekaan kerja kepada perusahaan. “Jikalau tidak bisa keluar santunannya laporkan perusahaanya kepada Dinas Tenaga Kerja, karena perusahan itu sudah punya ijin sehingga akan mendapat teguran oleh Pemerintah jikalau karyawanya tidak mendapatkan jaminan tenaga kerja,” kata Wabup. (Edo/McBatang)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 111
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 141
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 154
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 97
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 58
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 78