Walau Berdampak Lingkungan, Banyak Warga Desa Bekerja Di Penggilingan Batu

Selasa, 11 Juli 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 1.583 kali Sosial
Walau Berdampak Lingkungan,  Banyak Warga Desa Bekerja Di Penggilingan Batu
Wabup Suyono saat memberikan sambutan di Khoul Wali Putih Desa Sentul Kecamatan Gringsing
Desa Sentul Kecamatan Gringsing memang banyak berdiri basecamp stone crusher atau penggilingan pemecah batu yang sebagian warga desa bekerja di perusahaan tersebut, namun demikian dampak lingkungan yang ditimbulkan dirasa menggagu masyarakat desa. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Sentul Abdul Rozak Kecamatan Gringsing di hadapan Wakil Bupati Batang Suyono saat menghadiri Khoul Wali Putih Di Pemakaman umum Desa setempat, Selasa (11/7).

“Dengan banyak berdirinya basecamp cruser atau pemecah batu di Desa Sentul menandakan warga Desa Sentul sangat pro investasi dan warga sangat membutuhkan pekerjaan dan tercatat ada 750 warga desa yang bekerja di baschamp crusher, tetapi hal ini tidak di barengi dengan ijin sehingga mempersulit pekerja untuk mendapatkan perlindungan tenaga kerja ketika terjadi kecelkaan kerja.” Kata Kepala Desa Sentul Abdul Rozak.

Ia juga berharap kepada pemerintah daerah untuk memberikan ijin kepada perusahaan pemecah batu dengan merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah, karena di wilayah Desa Sentul memeiliki material banyak.

"Dengan melegalkan perusahaan pemecah batu maka desa lebih diuntungkan dengan banyaknya warga yang bekerja secara legal, serta untuk lebih mudah untuk mengatur dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh perusahaan,” jelas Abdul Rozak.

Wakil Bupati Batang Suyono yang menanggapai pernyataan Kepala Desa Sentul mengatakan, “Keberadaan basecamp stone crusher atau pemecah batu yang ada di Desa Sentul sebagian sudah memiliki ijin dan hampir semunya berijin, hanya saja yang tidak berijin galian C nya,“ katanya.

Suyono juga menjelaskan berkaitan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan perusahaan yang menggaggu masyarakat, dia menyarankan kepada kepada Kepala desa untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan untuk meminta CSR (Corporate Social Responsibility) atau tangungjawab sosial perusahaan untuk di gunakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Komunikasikan dan koordinasikan dengan perusahaan terkait dampak yang di timbulkan perusahaan berupa kerusakaan alam dan debu yang ditimbulkanya, namun dengan cara yang santun,” kata Suyono.

Suyono juga meminta kepada masyrakat untuk tidak anarki dan menolak perusahaan-perusahaan besar yang akan berinvestasi di desanya, karena di Kabupaten Batang akan ada industrialisasi yang sesuai RTRW wilayah Kecamaatan Gringsing masuk dalam zona Industri, sehingga nantinya diharapkan masyrakt dapat menerimanya yang aakaan berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

“Masyarakat Desa tidak perlu ke Jakarta untuk mencarai pekerjaan, tapi bekerja di lingkungan masing-masing dekat dengan keluarga yang bisa setiap sore ketemu dengan keluarga,” katanya.

Berkaitan dengan kecelakaan kerja warga Desa Sentul di Perusahaan pemecah batu yang berijin, Wabup Suyono meminta kepada kepala desa untuk mengejukan permohonan santunan kecekaan kerja kepada perusahaan. “Jikalau tidak bisa keluar santunannya laporkan perusahaanya kepada Dinas Tenaga Kerja, karena perusahan itu sudah punya ijin sehingga akan mendapat teguran oleh Pemerintah jikalau karyawanya tidak mendapatkan jaminan tenaga kerja,” kata Wabup. (Edo/McBatang)

Berita Lainnya

Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Batang Inspektur Daerah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Batang Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Desa Menuju Predikat Desa Antikorupsi di Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
07 Sep 2026 Jumadi 33
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
07 Sep 2026 Jumadi 67
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
07 Sep 2026 Jumadi 217
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30 Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.
07 Sep 2026 Jumadi 44
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.
07 Sep 2026 Jumadi 51
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
06 Sep 2026 Jumadi 79