Wabup Suyono saat memberikan sambutan di Khoul Wali Putih Desa Sentul Kecamatan Gringsing
Desa Sentul Kecamatan Gringsing memang banyak berdiri basecamp stone crusher atau penggilingan pemecah batu yang sebagian warga desa bekerja di perusahaan tersebut, namun demikian dampak lingkungan yang ditimbulkan dirasa menggagu masyarakat desa. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Sentul Abdul Rozak Kecamatan Gringsing di hadapan Wakil Bupati Batang Suyono saat menghadiri Khoul Wali Putih Di Pemakaman umum Desa setempat, Selasa (11/7).
“Dengan banyak berdirinya basecamp cruser atau pemecah batu di Desa Sentul menandakan warga Desa Sentul sangat pro investasi dan warga sangat membutuhkan pekerjaan dan tercatat ada 750 warga desa yang bekerja di baschamp crusher, tetapi hal ini tidak di barengi dengan ijin sehingga mempersulit pekerja untuk mendapatkan perlindungan tenaga kerja ketika terjadi kecelkaan kerja.” Kata Kepala Desa Sentul Abdul Rozak.
Ia juga berharap kepada pemerintah daerah untuk memberikan ijin kepada perusahaan pemecah batu dengan merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah, karena di wilayah Desa Sentul memeiliki material banyak.
"Dengan melegalkan perusahaan pemecah batu maka desa lebih diuntungkan dengan banyaknya warga yang bekerja secara legal, serta untuk lebih mudah untuk mengatur dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh perusahaan,” jelas Abdul Rozak.
Wakil Bupati Batang Suyono yang menanggapai pernyataan Kepala Desa Sentul mengatakan, “Keberadaan basecamp stone crusher atau pemecah batu yang ada di Desa Sentul sebagian sudah memiliki ijin dan hampir semunya berijin, hanya saja yang tidak berijin galian C nya,“ katanya.
Suyono juga menjelaskan berkaitan dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan perusahaan yang menggaggu masyarakat, dia menyarankan kepada kepada Kepala desa untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan untuk meminta CSR (Corporate Social Responsibility) atau tangungjawab sosial perusahaan untuk di gunakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Komunikasikan dan koordinasikan dengan perusahaan terkait dampak yang di timbulkan perusahaan berupa kerusakaan alam dan debu yang ditimbulkanya, namun dengan cara yang santun,” kata Suyono.
Suyono juga meminta kepada masyrakat untuk tidak anarki dan menolak perusahaan-perusahaan besar yang akan berinvestasi di desanya, karena di Kabupaten Batang akan ada industrialisasi yang sesuai RTRW wilayah Kecamaatan Gringsing masuk dalam zona Industri, sehingga nantinya diharapkan masyrakt dapat menerimanya yang aakaan berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
“Masyarakat Desa tidak perlu ke Jakarta untuk mencarai pekerjaan, tapi bekerja di lingkungan masing-masing dekat dengan keluarga yang bisa setiap sore ketemu dengan keluarga,” katanya.
Berkaitan dengan kecelakaan kerja warga Desa Sentul di Perusahaan pemecah batu yang berijin, Wabup Suyono meminta kepada kepala desa untuk mengejukan permohonan santunan kecekaan kerja kepada perusahaan. “Jikalau tidak bisa keluar santunannya laporkan perusahaanya kepada Dinas Tenaga Kerja, karena perusahan itu sudah punya ijin sehingga akan mendapat teguran oleh Pemerintah jikalau karyawanya tidak mendapatkan jaminan tenaga kerja,” kata Wabup. (Edo/McBatang)
Batang - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara aktif memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) untuk menggelar layanan jemput bola dan sosialisasi sertifikasi halal Manfaatkan Momentum CFD.
Batang - Batang Art Festival (BAF) yang telah menjadi even spektakuler Dewan Kesenian Daerah (DKD) tiap dua tahunan, menarik perhatian ribuan pasang mata. Tampilan estetik bertema "Babad Alas Roban", menjadi media bagi seniman menggambarkan semangat pemimpin bersama warganya membersihkan anasir dalam proses pembangunan.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP sebagai pedoman pelaksanaan program seragam gratis bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 20262027.
Batang - Kabupaten Batang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan Jawa Tengah (Jawara Jateng) 2026 yang digelar di Kawasan Agro Wisata Pagilaran, Kabupaten Batang, Sabtu (2762026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu ini menjadi ajang memperkuat karakter, literasi, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan warga pendidikan kesetaraan dari seluruh Jawa Tengah.
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan resmi membuka Batang Art Festival (BAF) 2026 yang mengusung tema "Babat Alas Roban" di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2762026) malam.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan apresiasi kepada ratusan anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan tali asih kepada anggota KORPRI yang memasuki masa purna tugas.