Batang - Kodim 0736 Batang, melaksanakan kegiatan Pembinaan Mental untuk mingkatkan disiplin mental idiologi dan juang prajurit tni, Persit, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam melaksanakan tugas di Makodim 0736/Batang, Senin (5/8/2019).
Dalam sambutannya Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Raji menyampaikan, kita sekarang ini berkesempatan mendapatkan pembinaan mental (Bintal) dari Korem 071/Wijaya Kusuma, selamat datang pada tim dari Korem. Kodim sudah secara maksimal mengerahkan anggota untuk mendapatkan pembinaan rohani dan mental. Apa sampaikan, maksud dan tujuannya agar dicermati dengan baik.
“Banyaknya kasus yang berjalan saat ini, seperti kasus perceraian yang sedang marak. Apabila ada pertanyaaan agar disampaikan kepada narasumber, dengan harapan di dengarkan apa yang di sampaikan oleh tim pemberi materi," kata Mayor Inf Raji.
Kapten Inf Suparlan Ketua Tim Bintal dari Korem 071/Wijaya Kusuma, mengucapkan terima kasih tim Bintal sudah diterima dengan baik. Ini merupakan bentuk dari program Korem guna memberikan motivasi kepada semua anggota Kodim Batang," ucapnya.
"Janganlah bosan kalau di kasih pencerahan rohani, dengan meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mempertinggi akhlak atau moral sesuai agama masing - masing. Meningkatkan kesetian kepada NKRI, meningkatkan patriotisme dan semangat juang yang tinggi sebagai warga negara maupun sebagai alat negara," ungkapnya.
Perisai kita adalah iman dan taqwa dalam kehidupan sehari - hari. Aspeks yg mempengaruhi mental tangguh menjadi mental lemah adalah aspek rohani, aspek idiologi seperti fitnah, aspek kejuangan seperti sombong. Pernikahan ini adalah hal keramat jangan sampai di nodai, dengan saling jaga emosi, sejalan dan jangan saling mencurigai. Perbanyak bersyukur kepada Allah SWT, rejeki datang dari mana saja. Di harapkan menghasilkan prajurit yang beriman dan taqwa, yang nasionalis dan patriotisme sehingga menghasilkan prajurit militan," imbuh Suparlan.
Adapun Penceramah Ustad Djamzam Nurdjanto ( Serda ) mengatakan," dengan menjawab salam dari orang bisa mendapat keberkahan dari Allah. Dunia adalah perhiasan, istri yang shalekah merupakan perhiasan keluarga. Nikmat Allah itu tidak bisa di hitung oleh kita manusia," katanya.
Yang menyebabkan terjadinya perceraian (perselingkuhan), lanjutnya, diantaranya, kurangnya bersyukur pada Allah, ekonomi, dan janganlah kita melihat kebelakang.
“Saling hormat dan menghargai suami istri akan menjaga kita dari perselingkuhan apalagi perceraian. Kita harus memberi contoh kepada anak agar anak juga bisa meniru apa yang di ajarkan," tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)