Puluhan Warga Desa Gondang Mengadu Terkait Penggantian Tanah Kas Desa ke Bupati

Selasa, 06 Juni 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 1.104 kali Sosial
Puluhan Warga Desa Gondang Mengadu Terkait Penggantian Tanah Kas Desa ke Bupati
Asisten Sekda bidang Pemerintahan didampingi Staf Ahli Bupati dan Kepala Tata Pemerintahan memberikan penjelasan.
Puluhan warga masyarakat Desa Gondang Kecamatan Subah yang tergabung dalam Forum Masyarakat Transparansi Desa Gondang (FMTGD) mendatangi Kantor Bupati Batang untuk mengadu ke Bupati terkait penggantian Tanah Kas Desa (TKD) yang terdampak jalan tol, Senin (5/6).

Namun kedatangannya hanya bisa ditemui oleh Asiten Pemerintahan Sekda Batang Retno Dwi Irianto, Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum Agus Riyadi dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Batang Ulul azmi.

Ketua FMTGD Sugeng mengatakan, masyarakat merasa dirugikan atas pengganti aset desa yang terkena dampak jalan tol, pasalnya panitia pengadaan tanah tanah pengganti tersebut patut diduga ada indikasi melakukan mark up harga atas tanah pengganti yang dibeli oleh panitia.

“Ada dugaan panitia pengadaan tanah membeli tanah milik warga dengan harga yang menurut kami terlalu tinggi, padahal ada tanah dengan lokasi yang sama dengan harga tanah yang lebih rendah dari tanah yang dibeli pantia pengadaan tanah desa,” jelas Sugeng di hadapan Asisten Sekda dan Staf Ahli.

Dari permasalahan ini patut diduga ada tindakan-tindakan atau upaya mencari keuntungan pribadi atau kelompok dan adanya transaski pengadaan tanah pengganti tersebut yang tentuanya berakibat pihak desa dirugikan tanah penggantian yang senilai atas ganti tanah aset desa tersebut.

“Kami harapkan Bupati Batang Wihaji menganulir semua keputusan yang dilakukan oleh panitai pengadaan pengganti Tanah Kas Desa. Karena didalam aturannya pembelian pengganti tanah kas desa berdasarkan tanah yang paling murah sehingga desa diuntungkan dan penggantinya tidak berdasarkan luasan tapi berdasarkan nilai, dan di dalam panitia pengadaan tanah ada penjual tanah sehingga ada dua kepentingan sebagai anggota panita dan pada sisi yang lain penjual tanah dan harga tanahnya paling tinggi,” jelasnya.

Dalam pembelian tanah pengganti TKD tersebut ada tiga bidang tanah yang harganya perrtama mencapai 110 ribu rupiah per meter, harga tanah yang kedua mencapai 140 ribu rupiah per meter dan yang ketiga harganya mencapai 170 ribu rupiah per meter.

“Kerugian desa yang di mark up panita dengan perhitungan kalau yang dibeli 110 ribu rupiah per meter maka yang di mark up panitia berarti 30 ribu kalau yang di beli 170 ribu rupiah per meter maka 60 ribu, sehingga dugaan yang di mark up tidak kurang dari 500 juta,” jelasnya.

Asisten Pemerintah Sekda Batang Retno Dwi Irianto mengatakan, setelah mengetahui permasalahan tersebut, masyarakat diharapkan untuk selalu mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan masalah dan jangan sampai terjadi perpecahan karena permasalahan ini.

“Agar permasalahan ini cepat selesai masyarakat membetuk tim kecil untuk mengawal permasalahan ini sehingga tahu perkembangan permasalahan ini, dan secepatnya Bupati melalui surat pengaduan tersebut memperintahkan Inspektorat untuk diklarifikasi tentang dugaan penyimpangan,” kata Retno Dwi Irianto. 

 Setelah ada klarifikasi dan pengecekan di lapangan oleh Inspektorat akan menjadi bahan pertimbangan keputusan oleh Bupati, karena keputusan Bupati berdasarkan fakta yang pas dan benar sesuai fakta hukumnya yang dikorelasikan normatifnya dan prosedur hukumnya. Diharapkan nantinya masyarakat dapat menghormati keputusan Bupati. (Edo/McBatang)

Berita Lainnya

Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Batang Stabil Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Batang Stabil
Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Batang Stabil
Batang - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang terus melakukan pemantauan harian terhadap harga bahan pokok penting (bapokting) di pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap aman pascapenyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
11 Jun 2026 Jumadi 74
Demi 2 Emas Porprov Jateng 2026, Pendekar Batang Rela 'Siksa' Fisik 6 Hari Seminggu Demi 2 Emas Porprov Jateng 2026, Pendekar Batang Rela 'Siksa' Fisik 6 Hari Seminggu
Demi 2 Emas Porprov Jateng 2026, Pendekar Batang Rela 'Siksa' Fisik 6 Hari Seminggu
Batang - Deru napas terengah-engah dan hantaman matras mulai menjadi menu harian bagi para pesilat terbaik Kabupaten Batang. Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII yang akan ditabuh pada 2531 Oktober 2026 mendatang di Semarang Raya, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Batang langsung tancap gas memeras keringat para atletnya.
11 Jun 2026 Jumadi 7
Sebut PNS Cenderung Terjebak Zona Nyaman, Bupati Batang Dorong Dinas Gandeng Anak Muda Sebut PNS Cenderung Terjebak Zona Nyaman, Bupati Batang Dorong Dinas Gandeng Anak Muda
Sebut PNS Cenderung Terjebak Zona Nyaman, Bupati Batang Dorong Dinas Gandeng Anak Muda
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menyoroti kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dinilainya cenderung mengalami penurunan kreativitas karena terjebak dalam zona nyaman. Atas dasar tersebut, ia meminta seluruh dinas di lingkungan Pemkab Batang untuk tidak memborong semua pekerjaan teknis dan mulai melibatkan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf).
11 Jun 2026 Jumadi 3
Bupati Batang Tegaskan Area Publik, Trotoar Bukan Tempat Jualan Bupati Batang Tegaskan Area Publik, Trotoar Bukan Tempat Jualan
Bupati Batang Tegaskan Area Publik, Trotoar Bukan Tempat Jualan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan komitmennya untuk menata estetika kota tanpa harus mematikan urat nadi perekonomian rakyat. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyatakan bahwa pihak pemerintah sama sekali tidak melarang masyarakat Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mencari nafkah di wilayah Kota Batang.
11 Jun 2026 Jumadi 7
Potensi Wisata Ke depan, Bupati Batang Usulkan KA Argo Bromo Anggrek Berhenti di Stasiun Batang Potensi Wisata Ke depan, Bupati Batang Usulkan KA Argo Bromo Anggrek Berhenti di Stasiun Batang
Potensi Wisata Ke depan, Bupati Batang Usulkan KA Argo Bromo Anggrek Berhenti di Stasiun Batang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus mendorong penguatan akses transportasi sebagai strategi memperluas konektivitas daerah sekaligus meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata. Setelah keberhasilan penghentian sejumlah kereta di Stasiun Batang, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan kini mengupayakan agar Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dapat turut berhenti di Stasiun Batang.
11 Jun 2026 Jumadi 9
Wabup Batang Dorong Pengenalan Tari Tradisional Sejak Dini untuk Lestarikan Budaya Wabup Batang Dorong Pengenalan Tari Tradisional Sejak Dini untuk Lestarikan Budaya
Wabup Batang Dorong Pengenalan Tari Tradisional Sejak Dini untuk Lestarikan Budaya
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang terus memperkuat pengenalan seni tari tradisional kepada anak-anak sejak usia dini sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
11 Jun 2026 Jumadi 7