Penyematan tanda peserta oleh Kepala Dislutkanak Kab. Batang Achmad Taufik kepada peserta diklat teknis kesehatan hewan.
Guna meningkatkan profesional keterampilan Petugas Kesehatan Hewan, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Kabupaten Batang mengadakan kegiatan dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia melalui Diklat Teknis Kesehatan Hewan Bagi Petugas di gedung PMI Batang, Senin (5/6).
Perwakilan dari Balai Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor, drh. Sri Gationo menyampaikan bahwa diklat ini sengaja diadakan supaya pelatihan kesehatan hewan ini mempunyai hasil yang nyata pada saat praktik dan untuk meningkatkan kompetensi. "Terutama untuk mendapatkan sertifikat resmi demi menunjang legalitas dan harapannya kedepan kerjasama ini dapat dilanjutkan dan ditingkatkan," terangnya.
Kepala Dislutkanak Kabupaten Batang Achmad Taufik saat memberikan sambutan juga menekankan supaya peternak bersertifikat. “Beberapa waktu lalu kami mengadakan pelatihan bagi peternak ikan. Setelah mereka bersertifikat, maka harga jual ikan semakin mahal dibandingkan dengan peternak yang tidak bersertifikat. Itu jelas bahwa sekarang sertifikat bagi peternak maupun petugas kesehatan hewan sangat penting,” kata Taufik.
Taufik menambahkan, kebutuhan daging saat ini mencapai 647 ribu ton akan tetapi baru terpenuhi 471 ribu ton. Permasalah kesehatan hewan menjadi salah satu faktor agar produksi ternak tidak menurun. Selain itu, ancaman populasi akibat rendahnya angka kelahiran, tingginya angka kematian dan terjadinya wabah penyakit wabah penyakit hewan menular juga dapat mempengaruhi produksi ternak. Diklat ini diharapkan dapat meningkatkan produksi ternak di Batang.
Dalam kegiatan bintek ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah. (Heri/McBatang)
Batang - Berdirinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang membawa angin segar bagi penataan wilayah di sekitarnya. Kecamatan Gringsing kini mulai bersiap menata diri, bersolek menuju kawasan perkotaan modern yang akan menjadi pusat keramaian baru di timur Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan anggaran sekitar Rp52 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui perubahan APBD 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah paket pekerjaan jalan yang menjadi prioritas dan dinilai menjawab kebutuhan masyarakat.
Batang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang bergerak cepat menangani warga yang mengalami keluhan mengarah pada keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam kegiatan Posyandu di Desa Rowobelang, Kecamatan Batang. Sejumlah pasien mulai berdatangan ke RSUD Batang sejak Senin (2192026) malam hingga Selasa (2292026) dini hari.
Batang - Kerawanan kecelakaan akibat truk yang nekat parkir sembarangan di Bundaran Jatisari, Kecamatan Subah, terus diantisipasi. Guna mengurai bahaya yang mengintai para pengguna jalan, Camat Subah M. Yasin, turun tangan langsung memberikan edukasi dan imbauan secara humanis kepada para awak truk yang kedapatan berhenti di area terlarang tersebut.
Batang - Jemaah calon haji kini makin dimudahkan dalam mempersiapkan paspor untuk keberangkatan ke Tanah Suci, karena Kantor Kemenhaj Batang telah mendekatkan layana, melalui Izzi paspor. Layanan tersebut diberikan secara jemput bola, sehingga sangat efektif karena jemaah tidak perlu datang langsung ke Kantor Imigrasi dan Kemasyarakatan Kelas 1 Pemalang.
Batang - Menghadapi efektivitas kinerja para Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Batang menjawab tantangan itu dengan diluncurkannya aplikasi Koneksi atau Knowledge and Office Collaboration System. Aplikasi Koneksi merupakan inovasi agar layanan kepegawaian maupun berbagai data, diperoleh secara lebih cepat karena seluruhnya terkoneksi melalui sistem.