Bupati Batang Bersama Petani Desa Pesaren, Rintis Agrowisata Jeruk

Jumat, 12 Juli 2019 Jumadi Dibaca 1.006 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Bupati Batang Bersama Petani Desa Pesaren, Rintis Agrowisata Jeruk

Batang - Untuk mendukung tahun kunjungan wisata 2022, Pemerintah Kabupaten Batang bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) merintis agrowisata wisata taman buah jeruk. 

"Di tahun 2018, petani mendapat bantuan bibit secara gratis oleh Balitjestro sebanyak 35 ribu bibit, sekarang jeruk yang telah ditanam usianya 14 bulan yang hasilnya di luar ekspektasi saya," kata Bupati Batang Wihaji saat meninjau kebun Jeruk di Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jumat (12/7/2019). 

Kebon jeruk ini sangat potensi sekali sebagai salah satu contoh, lanjutnya, sehingga jika benar - benar sukses, masyarakat Batang akan mengikuti menanam jeruk. 

"Oleh karena itu, sebelum memasuki panen raya di tahun 2020 bulan Juli - Agustus kita harus merencanakan Kebon Jeruk Desa Pesaren bisa dijadikan agrowisata tanaman buah sebagai bagin program menciptakan 1.000 wiarausaha baru," jelasnya.

Ia menerangkan Pemkab akan terus melakukan pendampingan, selain dalam merawat tanaman jeruk, tapi juga merubah kebun jeruk menjadi objek wisata dengan melengkapi kuliner hingga tempat parkirnya. 

Peneliti Balitjestro Susi Wuryantini yang mendampingi petani jeruk di Batang menjelaskan, sesuai dengan rencana, pada tahun 2020 di bulan Juli - Agustus merupakan musim panen raya. Namun, karena ini merupakan panen pertama kalinya, sehingga tidak boleh banyak berbuah dulu, untuk melatih kedepannya agar bisa lebih banyak lagi buahnya. 

"Untuk panen perdana, rata - rata menghasilkan 5 kg buah jeruk per pohon, maka untuk 500 pohon, maka panen raya mencapai 2,5 ton," ujarnya. 

Ia juga menjelaskan untuk hasil yang lebih maksimal di tahun berikutnya, harus menggunakan teknologi pertanian dengan sistem Bujangsetra (Buah Berjenjang Setiap Saat). 

Sementara, petani jeruk Desa Pesaren Jumham Majid menjelaskan, beralihnya menanam jeruk karena ada potensi yang luar biasa, selain kita bertanam juga ada wisata edukasi. Adapun varietas jeruk yang ditanam yakni Keprok Pontianak, Keptok RGL dan Keprok Trigas. 

"Perawatan tanaman jeruk tidak begitu sulit karena kita juga ada pendampingan yang penting  ulet, telaten dan disiplin dalam merawatnya," terangnya. 

Ia juga mengatakan kebun jeruk ini memang proyeksinya sebagai agrowisata kebun jeruk, yang nantinya masyarakat bebas memetik dan makan sepuasnya. 

"Kita proyeksikan sebagai wisata edukasi taman jeruk, selain kita mendapat hasil dari buah juga ada pendapatan lain dari kuliner dan parkir," ujarnya.

Dijelaskan pula taman jeruk di tahap awal menanam 500 bibit jeruk dengan luas tanah 1,25 hektar. Untuk tanaman sendiri sudah berumur 14 bulan yang sesuai umur panen berusia 2,5 tahun. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
Batang Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kabupaten Batang sukses menelurkan nakhoda baru. Afif Rahman terpilih secara resmi untuk menduduki kursi ketua umum, menggantikan pejabat lama, Ali Sadikin.
23 Mei 2026 Jumadi 19
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
Batang - SMP Negeri 4 Batang menggelar Gelar Budaya IV. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi seni sekaligus ujian akhir mata pelajaran seni budaya bagi siswa yang menampilkan pertunjukan ketoprak lengkap dengan iringan gamelan.
23 Mei 2026 Jumadi 279
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Batang - Ratusan pelajar SMP Negeri 4 Batang khususnya kelas 9, mengasah kemampuannya dalam berkesenian lewat even Gelar Budaya IV. Mengusung tema "Jejak Sejarah dan Legenda, Mewarisi Budaya Menguatkan Jati Diri Bangsa", para siswa menampilkan ketoprak lewat ragam cerita rakyat, sebagai upaya mewujudkan Sekolah Budaya.
23 Mei 2026 Jumadi 113
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Batang - Pengembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Desa Semampir menjadi salah satu wilayah yang aktif mengembangkan usaha sapi perah karena memiliki kondisi alam yang mendukung serta berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
23 Mei 2026 Jumadi 23
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memberikan edukasi mengenai energi dan pelestarian lingkungan dalam kegiatan Gelar Budaya IV di halaman SMP Negeri 4 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2352026).
23 Mei 2026 Jumadi 100
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Batang - Produk olahan khas Kabupaten Batang, Sale Pisang Bang Zae, mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Diseminasi dan Pameran Inovasi yang digelar Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2052026).
22 Mei 2026 Jumadi 78