Batang Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Batang semakin semarak dengan kehadiran Forum Anak yang menggelar kegiatan pengenalan permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus alternatif aktivitas yang sehat, edukatif, dan menyenangkan.
Batang – Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Batang semakin semarak dengan kehadiran Forum Anak yang menggelar kegiatan pengenalan permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus alternatif aktivitas yang sehat, edukatif, dan menyenangkan.
Berbagai permainan tradisional seperti engklek, ular tangga, egrang, yoyo, bola bekel, dakon, hingga lompat tali menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung CFD. Anak-anak tampak antusias mencoba berbagai permainan didampingi anggota Forum Anak yang memberikan penjelasan mengenai aturan bermain serta nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kerja sama yang terkandung di dalamnya.
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang Weni Ary Susanti mengatakan, Forum Anak menjadi wadah bagi anak-anak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang positif. Melalui pengenalan permainan tradisional di Car Free Day ini.
“Kami ingin mengajak anak-anak kembali menikmati permainan yang sarat nilai edukasi, mempererat interaksi sosial, sekaligus melestarikan budaya bangsa. DP3AP2KB akan terus mendukung kegiatan yang ramah anak dan mendorong terwujudnya Kabupaten Batang sebagai Kabupaten Layak Anak,” katanya saat ditemui di halaman Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Minggu (12/7/2026).
Permainan tradisional ini sendiri ada makna atau filosofi tersendiri, contohnya adalah permainan dakon untuk melatih strategi gimana caranya agar lumbung itu bisa terisi penuh.
“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pembelajaran karakter. Melalui permainan, anak-anak belajar tentang kebersamaan, kejujuran, disiplin, sportivitas, kerja sama, serta menghargai sesama. Di sisi lain, permainan tradisional menjadi bagian dari warisan budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Forum Anak Batang Cika Aulia Azzahra mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permainan digital.
“Melalui CFD, kami ingin mengajak teman-teman sebaya untuk mengenal dan mencintai permainan tradisional. Selain menyenangkan, permainan ini juga melatih kekompakan, kreativitas, serta interaksi sosial antaranak,” ungkapnya.
Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya daerah serta memperkuat interaksi sosial di ruang publik.
“Melalui kegiatan ini, Forum Anak Kabupaten Batang berharap permainan tradisional dapat kembali menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari anak-anak, sehingga nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan semangat gotong royong tetap terjaga di tengah perkembangan zaman,” harapnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak orang tua mengaku senang karena anak-anak dapat merasakan pengalaman bermain yang berbeda sekaligus mengenal budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Salah seorang pengunjung CFD, Siti Rahma (35) mengaku, senang dengan adanya kegiatan yang digelar Forum Anak tersebut. Menurutnya, permainan tradisional menjadi sarana yang baik untuk mengenalkan anak-anak pada budaya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak saya jadi tahu permainan yang dulu sering kami mainkan saat kecil. Selain seru, mereka juga belajar bekerja sama, bersosialisasi, dan lebih aktif bergerak daripada hanya bermain ponsel,” tuturnya.
Senada dengan itu, pengunjung lainnya, Andi Prasetyo (28), berharap kegiatan serupa dapat rutin diadakan setiap CFD. Menurutnya, permainan tradisional mampu menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.
“Saya melihat banyak anak yang antusias mencoba permainan tradisional. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin karena tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan membantu melestarikan budaya daerah,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Jumadi)