Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD

Minggu, 12 Juli 2026 Jumadi Dibaca 41 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD
Anak-anak memainkan permainan tradisional dakon dalam kegiatan yang diselenggarakan Forum Anak Kabupaten Batang pada momen Car Free Day (CFD) di halaman Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang.
Batang Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Batang semakin semarak dengan kehadiran Forum Anak yang menggelar kegiatan pengenalan permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus alternatif aktivitas yang sehat, edukatif, dan menyenangkan.

Batang – Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Batang semakin semarak dengan kehadiran Forum Anak yang menggelar kegiatan pengenalan permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus alternatif aktivitas yang sehat, edukatif, dan menyenangkan.

Berbagai permainan tradisional seperti engklek, ular tangga, egrang, yoyo, bola bekel, dakon, hingga lompat tali menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung CFD. Anak-anak tampak antusias mencoba berbagai permainan didampingi anggota Forum Anak yang memberikan penjelasan mengenai aturan bermain serta nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kerja sama yang terkandung di dalamnya.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang Weni Ary Susanti mengatakan, Forum Anak menjadi wadah bagi anak-anak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang positif. Melalui pengenalan permainan tradisional di Car Free Day ini.

“Kami ingin mengajak anak-anak kembali menikmati permainan yang sarat nilai edukasi, mempererat interaksi sosial, sekaligus melestarikan budaya bangsa. DP3AP2KB akan terus mendukung kegiatan yang ramah anak dan mendorong terwujudnya Kabupaten Batang sebagai Kabupaten Layak Anak,” katanya saat ditemui di halaman Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Minggu (12/7/2026).

Permainan tradisional ini sendiri ada makna atau filosofi tersendiri, contohnya adalah permainan dakon untuk melatih strategi gimana caranya agar lumbung itu bisa terisi penuh.

“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pembelajaran karakter. Melalui permainan, anak-anak belajar tentang kebersamaan, kejujuran, disiplin, sportivitas, kerja sama, serta menghargai sesama. Di sisi lain, permainan tradisional menjadi bagian dari warisan budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Forum Anak Batang Cika Aulia Azzahra mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permainan digital.

“Melalui CFD, kami ingin mengajak teman-teman sebaya untuk mengenal dan mencintai permainan tradisional. Selain menyenangkan, permainan ini juga melatih kekompakan, kreativitas, serta interaksi sosial antaranak,” ungkapnya.

Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya daerah serta memperkuat interaksi sosial di ruang publik.

“Melalui kegiatan ini, Forum Anak Kabupaten Batang berharap permainan tradisional dapat kembali menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari anak-anak, sehingga nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan semangat gotong royong tetap terjaga di tengah perkembangan zaman,” harapnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak orang tua mengaku senang karena anak-anak dapat merasakan pengalaman bermain yang berbeda sekaligus mengenal budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Salah seorang pengunjung CFD, Siti Rahma (35) mengaku, senang dengan adanya kegiatan yang digelar Forum Anak tersebut. Menurutnya, permainan tradisional menjadi sarana yang baik untuk mengenalkan anak-anak pada budaya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak saya jadi tahu permainan yang dulu sering kami mainkan saat kecil. Selain seru, mereka juga belajar bekerja sama, bersosialisasi, dan lebih aktif bergerak daripada hanya bermain ponsel,” tuturnya.

Senada dengan itu, pengunjung lainnya, Andi Prasetyo (28), berharap kegiatan serupa dapat rutin diadakan setiap CFD. Menurutnya, permainan tradisional mampu menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.

“Saya melihat banyak anak yang antusias mencoba permainan tradisional. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin karena tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan membantu melestarikan budaya daerah,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 272
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 204
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 188
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 782
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 96
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 141