Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD

Minggu, 12 Juli 2026 Jumadi Dibaca 314 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD
Anak-anak memainkan permainan tradisional dakon dalam kegiatan yang diselenggarakan Forum Anak Kabupaten Batang pada momen Car Free Day (CFD) di halaman Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang.
Batang Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Batang semakin semarak dengan kehadiran Forum Anak yang menggelar kegiatan pengenalan permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus alternatif aktivitas yang sehat, edukatif, dan menyenangkan.

Batang – Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Batang semakin semarak dengan kehadiran Forum Anak yang menggelar kegiatan pengenalan permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus alternatif aktivitas yang sehat, edukatif, dan menyenangkan.

Berbagai permainan tradisional seperti engklek, ular tangga, egrang, yoyo, bola bekel, dakon, hingga lompat tali menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung CFD. Anak-anak tampak antusias mencoba berbagai permainan didampingi anggota Forum Anak yang memberikan penjelasan mengenai aturan bermain serta nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kerja sama yang terkandung di dalamnya.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang Weni Ary Susanti mengatakan, Forum Anak menjadi wadah bagi anak-anak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang positif. Melalui pengenalan permainan tradisional di Car Free Day ini.

“Kami ingin mengajak anak-anak kembali menikmati permainan yang sarat nilai edukasi, mempererat interaksi sosial, sekaligus melestarikan budaya bangsa. DP3AP2KB akan terus mendukung kegiatan yang ramah anak dan mendorong terwujudnya Kabupaten Batang sebagai Kabupaten Layak Anak,” katanya saat ditemui di halaman Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Minggu (12/7/2026).

Permainan tradisional ini sendiri ada makna atau filosofi tersendiri, contohnya adalah permainan dakon untuk melatih strategi gimana caranya agar lumbung itu bisa terisi penuh.

“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pembelajaran karakter. Melalui permainan, anak-anak belajar tentang kebersamaan, kejujuran, disiplin, sportivitas, kerja sama, serta menghargai sesama. Di sisi lain, permainan tradisional menjadi bagian dari warisan budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Forum Anak Batang Putri Laelatul Ramadhani mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permainan digital.

“Melalui CFD, kami ingin mengajak teman-teman sebaya untuk mengenal dan mencintai permainan tradisional. Selain menyenangkan, permainan ini juga melatih kekompakan, kreativitas, serta interaksi sosial antaranak,” ungkapnya.

Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya daerah serta memperkuat interaksi sosial di ruang publik.

“Melalui kegiatan ini, Forum Anak Kabupaten Batang berharap permainan tradisional dapat kembali menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari anak-anak, sehingga nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan semangat gotong royong tetap terjaga di tengah perkembangan zaman,” harapnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak orang tua mengaku senang karena anak-anak dapat merasakan pengalaman bermain yang berbeda sekaligus mengenal budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Salah seorang pengunjung CFD, Siti Rahma (35) mengaku, senang dengan adanya kegiatan yang digelar Forum Anak tersebut. Menurutnya, permainan tradisional menjadi sarana yang baik untuk mengenalkan anak-anak pada budaya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak saya jadi tahu permainan yang dulu sering kami mainkan saat kecil. Selain seru, mereka juga belajar bekerja sama, bersosialisasi, dan lebih aktif bergerak daripada hanya bermain ponsel,” tuturnya.

Senada dengan itu, pengunjung lainnya, Andi Prasetyo (28), berharap kegiatan serupa dapat rutin diadakan setiap CFD. Menurutnya, permainan tradisional mampu menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.

“Saya melihat banyak anak yang antusias mencoba permainan tradisional. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin karena tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan membantu melestarikan budaya daerah,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Jumadi)

Berita Lainnya

Tahan Dampak Rob dan Restorasi Ekosistem, DLH Batang Perkuat Pesisir Pantai Kuripan Tahan Dampak Rob dan Restorasi Ekosistem, DLH Batang Perkuat Pesisir Pantai Kuripan
Tahan Dampak Rob dan Restorasi Ekosistem, DLH Batang Perkuat Pesisir Pantai Kuripan
Batang - Kawasan pesisir Pantai Kuripan di Kabupaten Batang kini tengah berpacu dengan waktu. Di balik gulungan ombaknya, ada ancaman nyata yang perlahan mengintai: garis pantai yang makin menyusut dari tahun ke tahun akibat erosi dan bahaya banjir rob.
21 Sep 2026 Jumadi 14
Jalan Kaki dari Jakarta ke Bali, Novrizal Singgah di Batang Bawa Pesan Patriotisme Jalan Kaki dari Jakarta ke Bali, Novrizal Singgah di Batang Bawa Pesan Patriotisme
Jalan Kaki dari Jakarta ke Bali, Novrizal Singgah di Batang Bawa Pesan Patriotisme
Batang - Ribuan kilometer perjalanan ditempuh Novrizal Eka Fadillah, warga Bogor, Jawa Barat, dengan berjalan kaki dalam aksi Long March Merah Putih Mandiri 2026. Perjalanan tersebut kini memasuki Kabupaten Batang. Novrizal beristirahat sekaligus melakukan wawancara di Kantor Pemerintah Kabupaten Batang, Senin (2192026).
21 Sep 2026 Jumadi 19
Dukung Sport Tourism, Batang Runners Ajak Pelari Susuri Deswita Pandansari Dukung Sport Tourism, Batang Runners Ajak Pelari Susuri Deswita Pandansari
Dukung Sport Tourism, Batang Runners Ajak Pelari Susuri Deswita Pandansari
Batang - Budaya olahraga lari yang makin digemari, dibidik oleh komunitas Batang Runners bekerja sama dengan PT. Armeta Indah Otsuka untuk turut mengenalkan Deswita Pandansari sebagai destinasi strategis sport tourism. Ratusan pelari mengikuti gelaran Mini Offline Pocari Sweat Runs, sekaligus menjajaki wilayah Desa Pandansari yang didominasi hijaunya persawahan serta menciptakan kesan berlari dengan suasana pedesaan yang menyejukkan.
20 Sep 2026 Jumadi 115
WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan
WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan
Batang World Cleanup Day (WCD) Kabupaten Batang menggelar aksi bersih bersama melalui kegiatan bertema Gerakan Bersih Sungai, Lingkungan dan Jalan di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (2092026).
20 Sep 2026 Jumadi 264
Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah
Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah
Batang - Pertumbuhan aktivitas di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) turut berdampak pada meningkatnya volume sampah di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
20 Sep 2026 Jumadi 140
Bukit Srawung KITB Diresmikan, Jadi Ruang Publik Berwisata di Tengah Perkembangan Industri Bukit Srawung KITB Diresmikan, Jadi Ruang Publik Berwisata di Tengah Perkembangan Industri
Bukit Srawung KITB Diresmikan, Jadi Ruang Publik Berwisata di Tengah Perkembangan Industri
Batang - Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tidak hanya dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat yang tetap mengedepankan budaya dan kearifan lokal. Hal tersebut diwujudkan melalui peresmian Bukit Srawung KITB oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan di Helipad Bukit Srawung, KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Minggu (2092026).
20 Sep 2026 Jumadi 68