Desa Yosorejo Jadi Percontohan Kampung Germandes di Indonesia

Sabtu, 18 Mei 2019 Jumadi Dibaca 608 kali Pemerintahan
Desa Yosorejo Jadi Percontohan Kampung Germandes di Indonesia

Batang - Desa Yosorejo dipilih oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI) sebagai desa percontohan Gerakan Migrasi Aman Desa (Germandes) di Desa Yosorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Sabtu (18/5/2019). 

Launching Germandes dihadiri oleh Bupati Batang Wihaji didampingi oleh Deputi Bidang Penempatan BP2TKI Teguh Hendro Cahyono, Wakil Bupati Batang Suyono dan Sekda Batang Nasikhin. 

Bupati Batang Wihaji mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada BP2TKI yang mengamanahkan Desa Yosorejo sebagai percontohan Germandes. 

"Pemkab melalui Desa Yosorejo akan memberikan contoh yang baik bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), karena banyak pilihan bekerja ke luar negeri, tapi kita jangan sampai ada yang ilegal," katanya. 

Ia menyampaikan Pemkab Batang terus berupaya agar tenaga - tenaga migran harus sesuai dengan aturan karena apabila terjadi permaslahan akan mudah kita melacak dan mendapat pelayanan yang maksimal. 

"Oleh karena itu, BP2TKI melaunching desa Germandes sebagai tempat bertanya, tempat latihan kompetensi dan tempat pelayanan penerbitan dokumen persayaratan secara resmi," jelasnya. 

Ia juga menerangkan untuk jumlah total PMI asal Kabupaten Batang yang keluar negeri sebanyak 1.800 orang yang resmi, namun ada kurang lebih 500 orang PMI ilegal. 

"Kalau di Desa Yosorejo jumlah PMI nya mencapai 192 orang, namun tidak dipungkiri masih banyak yang berangkat secara ilegal, maka dengan Germandes kita terus upayakan legal," ujarnya.

Deputi Bidang Penempatan BP2TKI Teguh Hendro Cahyono mengatakan, pembentukan desa Germandes didasari karena penempatan pekerja ke luar negeri banyak yang tidak prosedural. 

"Banyak warga  Indoensia yang menjadi PMI sejumlah 9 juta orang, namun yang mempunyai dokumen resmi hanya 3 juta orang," jelasnya. 

Dengan melalui pencanangan Germandes masyarakat akan lebih tahu, lanjutnya, karena sebagian masyarakat menjadi PMI tidak sesuai prosedural, ada tiga hal permasalahan yaitu banyak warga tudak tahu, banyak calo yang memanfaatkan situasi dan kepedulian kita yang sangat kurang terhadap PMI. 

"Kita ingin mengurangi calo, meningkatkan pemahaman masyarakat dan tingkatkan kepedulian kita, kalu PMI berangkat secara legal akan mendapatkan perlindungan sesuai undang - undang No 18 tahun 2017 meliputi sebelum dan selama sesudah bekerja, perlindungan hukum, ekonomi dan sosial," jelasnya. 

Lebih lanjut, Desa Yosorejo di bantu oleh Bupati Batang Wihaji ada perlindungan PMI, melalui pemberian fasilitas pelatihan kompetensi dan perlindungi dokumen yang lengkap. 

"Nanti masing - masing orang akan memiliki kompetensi, sehingga sudah tidak canggung lagi mengerjakan pekerjaanya, ini semua menjadi tanggung jawab Pemkab, untuk desa menyebarluaskan informasi, mengawasi, membina warganya dan membantu menyelesaikan kasus," pungkasnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 191
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 165
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 151
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 613
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 86
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 103