Tim Bapemperda DPRD Jawa Tengah Belajar Perda Smart City ke Batang

Jumat, 17 Mei 2019 Jumadi Dibaca 697 kali Pemerintahan
Tim Bapemperda DPRD Jawa Tengah Belajar Perda Smart City ke Batang

Batang - Tim Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, belajar tentang Peraturan Daerah (Perda) Pengembangan Smart City di Aula Kantor Bupati Batang, Jumat (17/5/2019). 

Study Banding Tim Bapemperda yang terdiri dari angggota DPRD sebanyak 15 orang dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi.

Wakil Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Provinsi Jawa Tengah Nur Khasanah mengatakan, study banding ke Pemkab Batang untuk meminta masukan dalam rangka menerbitkan Perda Jawa Tengah Cerdas. Hal ini karena Kabupaten Batang sudah memiliki payung hukum pembentukan smart city, sehingga barangkali mempunyai kemiripan rancangan Raperda yang akan dibuat oleh Provinsi Jawa Tengah. 

"Tujuan kami untuk membuat payung hukum bagi Kabupaten/Kota yang sudah membuat smart city, akan tetapi belum memilik payung hukum," ujarnya. 

Karena diintruksikan oleh Gubernur Ganjar Pranowo agar semua instansi pemerintahan yang ada di Jawa Tengah lanjutnya, harus memanfaatkan informasi teknologi secara online baik dari perencanaan maupun program kerja di instansi atau dinasnya. 

"Hal ini agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal, prima, dan transparan yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Jawa Tengah," jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Batang Jamal Abdul Naser menjelaskan, dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Batang masuk tiga besar Se Indonesia bersama Kabupaten Banyuwangi dan Pandeglang. di Jawa Tengah yang mendapatkan penghargaan penerapan SPBE kategori baik dari Kementrian Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi, hanya Pemkab Batang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

"Pemkab Batang mengusung visi dan misi terkait dengan smart city, yaitu terwujudnya masyarakat yang harmonis, energik dan berdaya saing, agamis, tentram dan sejahtera," jelasnya. 

Dari misi ini lanjutnya, langsung mengerucut ke arah smart city dengan pengembangan one vilage one product dan beberapa program prioritas lainnya

"Dari sinilah Program Smary City lahir dengan acuan RPJMD, visi misi dan program yang mengarah ke misi yang pertama yaitu masyarakat yang berdaya saing," terangnya. 

Dijelaskan pula oleh Jamal, Kabupaten Batang sudah melalui berbagai tahapan dimulai dari assesment di Jakarta, dan masuk menjadi 50 besar Kabupaten/Kota menuju 100 smart city. 

"Kita juga sudah melakukan MoU dengan Kementrian Kominfo, sebelumnya juga dilakukan bimbingan teknis untuk menyusun rencana induk smart city," pungkasnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 191
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 165
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 151
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 614
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 86
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 103