Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan bantuan bedah rumah minimal 10 unit RTLH bagi warga Desa Silurah pada 2027. Jumlah tersebut berpeluang bertambah sesuai pendataan dan ketersediaan anggaran. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan rumah, Pemkab Batang juga berkomitmen mendukung pengembangan Sekolah Rakyat serta pelestarian tradisi Nyadran Gunung sebagai daya tarik wisata budaya Desa Silurah.
Batang – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan program bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta dukungan pengembangan tradisi Nyadran Gunung di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Desa Silurah, Kabupaten Batang. Rencana tersebut disampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (3/11/2026).
Faiz mengatakan, sedikitnya 10 rumah di Desa Silurah direncanakan menerima bantuan bedah rumah pada 2027. Jumlah penerima masih berpeluang bertambah sesuai hasil pendataan dan ketersediaan program. Sepuluh rumah nanti akan kita renovasi. Bisa lebih, karena sebelumnya ada desa yang mendapatkan bantuan 20 bahkan 30 rumah.
“Secara keseluruhan, Pemkab Batang biasanya mengalokasikan bantuan RTLH untuk sekitar 150 rumah setiap tahun melalui anggaran daerah. Namun, pemerintah daerah juga berupaya mengusulkan tambahan bantuan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Faiz mencontohkan, pada 2026 Kabupaten Batang memperoleh tambahan bantuan hampir 1.000 unit rumah dari pemerintah pusat, di luar alokasi sekitar 150 unit dari pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Faiz juga menjelaskan mekanisme pendataan calon peserta didik untuk program Sekolah Rakyat. Menurut dia, proses rekrutmen Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui pendaftaran siswa secara mandiri. Calon peserta didik akan dijaring berdasarkan usulan dan hasil temuan di lapangan.
“Pemerintah daerah akan mengandalkan informasi dari tokoh masyarakat dan kepala desa untuk mengidentifikasi anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan melalui program tersebut. Sistem rekrutmen Sekolah Rakyat tidak boleh melakukan pendaftaran siswa, tetapi berdasarkan usulan dan temuan lapangan. Jadi, kita mengandalkan hasil temuan serta usulan dari tokoh masyarakat dan kepala desa,” terangnya.
Faiz juga menegaskan, komitmen Pemkab Batang untuk mengembangkan Desa Silurah sebagai salah satu destinasi wisata prioritas, terutama dengan kekayaan tradisi dan peninggalan sejarah yang dimiliki desa tersebut.
“Salah satu agenda yang akan mendapat perhatian adalah tradisi Nyadran Gunung. Pemerintah daerah berencana memberikan dukungan agar pelaksanaan kegiatan budaya tahunan tersebut pada 2027 dapat berlangsung lebih Istimewa,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Silurah Suroto menyambut, positif perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi tersebut. Bupati telah meminta pemerintah desa menyiapkan lahan yang mampu menampung sekitar 77.000 orang untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan Nyadran Gunung.
“Alhamdulillah, Bapak Bupati menyampaikan akan memprioritaskan Nyadran. Beliau juga meminta kami menyiapkan lahan yang paling tidak bisa menampung sekitar 77.000 orang. Insyaallah akan dianggarkan untuk mendukung event tahunan tersebut,” ujar dia.
Terkait kondisi RTLH, Suroto menyebut jumlah rumah yang masih membutuhkan perbaikan di Desa Silurah diperkirakan sekitar 40 unit.
Ia berharap, bantuan dari pemerintah daerah dapat membantu mengurangi jumlah rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)