Batang - Suasana silaturahmi di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Tragung, seketika riuh. Di hadapan Wakil Bupati Batang Suyono, ratusan santri secara spontan menyampaikan kerinduan mereka pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendadak terhenti dalam dua pekan terakhir.
?Batang - Suasana silaturahmi di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Tragung, seketika riuh. Di hadapan Wakil Bupati Batang Suyono, ratusan santri secara spontan menyampaikan kerinduan mereka pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendadak terhenti dalam dua pekan terakhir.
Menu bergizi yang biasanya dinanti-nanti untuk menopang stamina mereka menuntut ilmu, belakangan tak lagi tampak di meja makan pesantren. Pimpinan Ponpes Darul Ulum sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang, KH. Zainul Iroqi, membenarkan kerisauan para santrinya.
Dalam sambutan hangatnya menyambut rombongan pemerintah daerah, ia membeberkan kondisi terkini terkait terhentinya pasokan nutrisi harian tersebut.
?“Makanan dari program MBG telah menjadi sajian favorit yang selalu disambut antusias oleh anak-anak asuhnya,” katanya saat ditemui di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (22/10/2026) malam.
Mendengar aspirasi langsung dari para santri, Wakil Bupati Batang Suyono yang juga mengemban amanah sebagai bagian dari Satuan Tugas (Satgas) MBG membenarkan adanya penghentian sementara. Pasokan terhenti lantaran unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanganom yang biasa melayani wilayah tersebut sedang terkena suspend. Suyono pun berjanji akan segera mengambil langkah cepat agar pasokan gizi untuk sekitar 900 santri di Ponpes Darul Ulum bisa kembali mengalir.
“Anak-anak pondok ini sangat berharap dan merasa sangat terbantu dengan asupan gizi yang diterima. Selama ini respons mereka sangat antusias dan makanan yang diterima baik-baik saja, tidak ada hal negatif. Karena penyedia yang biasa mengirim kena suspen, nanti akan kita koordinasikan lagi,” tegasnya.
Sebagai solusi jangka pendek agar pemenuhan gizi santri tidak terganggu terlalu lama, pihak Satgas tengah mengkaji opsi untuk mengalihkan penyediaan makanan ke unit SPPG terdekat.
Momen silaturahmi dan berbagi ini ditutup dengan panjatan doa tulus dari para santri, termasuk santri yatim-piatu. Mereka mendoakan agar para pemimpin daerah senantiasa diberikan keberkahan, keteguhan sikap dalam menjaga amanah, serta dijauhkan dari praktik korupsi. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)