Menanti Keajaiban 'Tol Khayangan Dua' di Jalur Pranten, Asa Baru Petani Sayur hingga Penyelamat Nyawa

Senin, 19 Oktober 2026 Jumadi Dibaca 20 kali Pembangunan Infrastruktur
Menanti Keajaiban 'Tol Khayangan Dua' di Jalur Pranten, Asa Baru Petani Sayur hingga Penyelamat Nyawa
Kepala Bapperida Batang (topi merah), meninjau jalur Tol Khayangan dua di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (19/10/2026).
Batang - Siapa yang tak terpikat dengan pesona Tol Khayangan. Jalur Mulus berlatar perbukitan megah yang menghubungkan wilayah Batang menuju dataran tinggi Dieng ini sudah lama jadi favorit para wisatawan. Namun, tahukah Anda bahwa jalan meliuk nan indah itu sebenarnya punya "saudara kembar".

Batang - Siapa yang tak terpikat dengan pesona Tol Khayangan. Jalur Mulus berlatar perbukitan megah yang menghubungkan wilayah Batang menuju dataran tinggi Dieng ini sudah lama jadi favorit para wisatawan. Namun, tahukah Anda bahwa jalan meliuk nan indah itu sebenarnya punya "saudara kembar".

Selama ini, publik lebih mengenal jalur barat, yaitu rute Deles, Bintoro Mulyo, hingga Sigemplong sebagai Tol Khayangan yang sudah terhubung mulus dengan betonisasi. Padahal, tepat di sisi timur, ada satu jalur alternatif lagi yang tak kalah strategis, namun kondisinya masih menantikan sentuhan pembangunan secara menyeluruh. Jalur inilah yang digadang-gadang bakal menjadi 'Tol Khayangan Dua'.

“Jadi ini ada dua jalur, Mas. Yang satunya, sama-sama tembus Dieng semua. Yang satunya itu lewat timur, yang satunya lewat barat. Yang sudah tersambung, sudah cor itu, yang sebelah barat nggih,” kata Kepala Bapperida Batang Bagus Pambudi melalui Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Nona Yulistya Suyono, saat ditemui di Kantornya, Senin (19/10/2026).

Ia membeberkan bahwa rute timur masih menyisakan pekerjaan rumah sepanjang enam kilometer yang belum tersentuh penanganan permanen. Yang ini yang masih kurang 6 kilo sebetulnya, kalau dari Deles, berarti Dukuh Kluwuk sampai ke Desa Pranten sendiri itu kurangnya sekitar 6 kilometer. Kita kan memang bertahap nggih pembangunannya.

“Berada di kawasan pegunungan, medan di jalur Timur Pranten ini memiliki tingkat kecuraman dan keekstreman yang tak jauh berbeda dari Tol Khayangan utama. Dari Bawang menuju Sigemplong (batas Banjarnegara), jaraknya membentang sekitar 11,28 kilometer,” jelasnya.

Sementara rute Ndeles hingga Rejosari memakan jarak sekitar 10 kilometer

Tak hanya jalur utama, ada pula rute penghubung di bagian tengah seperti rute Sigemplong menuju Ndawuan melewati SMPN 4 yang saat ini masih menyisakan garapan sepanjang 400 meter.

“Mengingat tingginya curah hujan di dataran tinggi ini, spesifikasi jalannya tak bisa sembarangan. Pembangunan infrastruktur di sana wajib menggunakan konstruksi beton bertulang. Kalau di sana itu memang konstruksinya harus cor, karena kan curah hujannya tinggi, kalau aspal kan nanti enggak awet,” terangnya.

Bagi warga lokal, keberadaan jalan beraspal halus bukan sekadar urusan estetika atau kemudahan liburan wisatawan. Jalur timur yang sebagian besar masih berupa tatanan batu makadam ini memegang peranan krusial antara hidup dan mati.

“Jika pembukaan jalan ini tuntas, warga Dukuh Pranten, Sigemplong, Bintoro Mulyo, hingga Rejosari akan memiliki kepastian akses ke fasilitas kesehatan (faskes).  Keberadaan jalan yang layak diharapkan mampu menekan potensi kejadian buruk akibat terhambatnya evakuasi medis,” ungkapnya.

Pemerintah Daerah terus berupaya mengurai persoalan infrastruktur ini secara bertahap. Untuk melengkapi pengaspalan/pembetonan sepanjang 6 kilometer yang tersisa, dibutuhkan total anggaran sekitar Rp7,5 miliar.

Langkah Awal Telah Dipersiapkan Untuk Tahun Anggaran Mendatang

“Rencananya untuk 2027 itu sudah kita anggarkan sekitar Rp1,5 miliar. Nanti akan bertahap harapannya nanti bisa selesai sampai Dukuh Pranten berarti,” ujar dia.

Dengan alokasi Rp1,5 miliar tersebut (sekitar Rp1,2 miliar hingga Rp1,5 miliar dari kalkulasi DPU), jalan sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 4 meter dapat diselesaikan terlebih dahulu.

“Tak berhenti di situ, Pemda juga telah mengajukan Usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke pemerintah pusat demi mempercepat penanganan kawasan ini.  Pemda sudah mengusulkan DAK nggih ke pusat dengan anggaran 11 miliar dengan panjang 10 km,” tandasnya.

Kini, warga Pranten dan para pengguna jalan hanya bisa berharap janji pemerataan infrastruktur ini segera terealisasi sepenuhnya agar jalur timur tak lagi dikenal sebagai jalan berliku penuh duka, melainkan bertransformasi menjadi 'Tol Khayangan Dua' yang menghidupkan asa dan ekonomi warga lereng Dieng. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

 

Berita Lainnya

Wujudkan Keharmonisan, Kapolresta Hadiri Kegiatan Minggu Kasih GKJ Batang Wujudkan Keharmonisan, Kapolresta Hadiri Kegiatan Minggu Kasih GKJ Batang
Wujudkan Keharmonisan, Kapolresta Hadiri Kegiatan Minggu Kasih GKJ Batang
Batang - Sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, Kapolresta Batang bersama jajaran melaksanakan kegiatan "Minggu Kasih" di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kabupaten Batang, Minggu (18102026). Kegiatan ini menjadi wujud kuat sinergi dan kedekatan antara aparat kepolisian dengan tokoh agama serta umat beragama.
18 Okt 2026 Jumadi 115
Pentas Ketoprak Beksan Silir Pesisir di TMII, Bupati Batang Ajak Warga Perantauan Lestarikan Budaya Daerah Pentas Ketoprak Beksan Silir Pesisir di TMII, Bupati Batang Ajak Warga Perantauan Lestarikan Budaya Daerah
Pentas Ketoprak Beksan Silir Pesisir di TMII, Bupati Batang Ajak Warga Perantauan Lestarikan Budaya Daerah
Jakarta Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah menggelar pagelaran seni Ketoprak Beksan Silir Pesisir di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (18102026). Pagelaran tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan seni budaya Kabupaten Batang kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.
18 Okt 2026 Jumadi 123
Sinergi Bareng Masyarakat, Kapolresta Gandeng Ulama Berantas Tawuran di Batang Sinergi Bareng Masyarakat, Kapolresta Gandeng Ulama Berantas Tawuran di Batang
Sinergi Bareng Masyarakat, Kapolresta Gandeng Ulama Berantas Tawuran di Batang
Batang - Semangat kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat terlihat jelas di Masjid Al-Anwar. Kapolresta Batang, Kombes Pol Warsono, bersama jajarannya hadir langsung membaur bersama warga dalam kegiatan pengajian rutin minggu pagi.
18 Okt 2026 Jumadi 106
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.
17 Okt 2026 Jumadi 343
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 310
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 232