Batang - Menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman menjadi harapan setiap warga sekolah, utamanya yang berdekatan dengan perlintasan kereta api. Menilik tata letak SMP Negeri 2 Batang, yang berdekatan dengan perlintasan kereta api, maka Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang merasa perlu menyosialisasikan tentang pentingnya edukasi pemahaman cara aman saat melewati perlintasan kereta api.
Batang - Menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman menjadi harapan setiap warga sekolah, utamanya yang berdekatan dengan perlintasan kereta api. Menilik tata letak SMP Negeri 2 Batang, yang berdekatan dengan perlintasan kereta api, maka Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang merasa perlu menyosialisasikan tentang pentingnya edukasi pemahaman cara aman saat melewati perlintasan kereta api.
Sejumlah edukasi dan peragaan rambu perlintasan kereta api disimulasikan di hadapan ratusan siswa oleh petugas, agar pesan keselamatan lebih cepat tersampaikan.
Koordinator Satuan Pelayanan Pekalongan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang, Taofiq Hidayat Suwarsono memandang perlu edukasi bagi pelajar, disamping karena letak sekolah yang berdekatan dengan perlintasan kereta api, juga sebagai upaya meminimalisasi terjadinya kecelakaan.
“Tahun ini cukup banyak kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api, yang justru mayoritas terjadi di perlintasan yang dijaga petugas. Tahun ini ada 29 kasus kecelakaan dengan 33 korban, maka edukasi ini perlu disampaikan mengingat SMP 2 ini dekat dengan perlintasan kereta api,” katanya, saat ditemui di Lapangan SMPN 2 Batang, Kabupaten Batang, Senin (19/10/2026).
Edukasi ini penting terlebih aktivitas siswa setiap hari yang hilir mudik melintasi perlintasan sebidang serta banyaknya pedagang di area pasar yang juga berdekatan. Mereka kami kenalkan rambu-rambu, mengetahui regulasi termasuk sanksi sesuai perundang-undangan.
Salah satu siswi, Lila merasa lebih tenang setelah mendapat edukasi langsung dari petugas seputar cara aman saat melintas di perlintasan kereta api, untuk berangkat ke sekolah. Ia juga mendapat edukasi tentang rambu perlintasan yang perlu diketahui, karena amat penting demi mencegah terjadinya kecelakaan saat melintas di perlintasan kereta api.
“Sekarang saya jadi tahu cara melintas dengan aman dan benar, apalagi rumah saya di Petodanan Baru yang mengharuskan melewati perlintasan kereta api. Biasanya kalau berangkat diantar orang, walau sempat sedikit cemas, tapi setelah ada sosialisasi ini, jadi lebih paham dengan selogan "BERTEMAN" artinya Berhenti, Tengok kanan kiri, Aman lalu Jalan,” tuturnya.
Kepala SMPN 2 Batang Moehamad Santoso membenarkan edukasi yang disampaikan oleh petugas sangat bermanfaat bagi siswa karena setiap hari selalu melintasi perlintasan kereta api ketika berangkat maupun pulang dari sekolah. Selogan "BERTEMAN" ini mudah diingat supaya anak memahami cara melintas di perlintasan kereta api secara aman.
“Memang sedikit ada kecemasan karena anak-anak sering belum begitu memahami ketika lewat di perlintasan, kadang menerobos tanpa memperhatikan risikonya. Semoga sosialisasi ini menjadikan mereka lebih paham dan waspada ketika melewati perlintasan kereta api,” ungkapnya.
Tak hanya mengedukasi siswa, sebagai wujud kepedulian terhadap petugas penjaga pintu perlintasan kereta api, Satuan Pelayanan Pekalongan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang pun memberikan perlengkapan untuk memudahkan selama bertugas.
Salah satu Penjaga Jalan Lintas, Arifin mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan dengan pemberian perlengkapan sarana prasarana karena belum pernah ada pembaruan sejak beberapa tahun lalu.
“Dapat topi, rompi, sepatu, kotak P3K dan lainnya. Saya terima kasih karena sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu yang sudah 11 tahun mengabdi, ini mendapat perhatian,” ujar dia.
Hal yang paling dikhawatirkan apabila ketika bertugas, terjadi kerusakan pada palang pintu, atau saat cuaca buruk. Di sisi lain sempat terjadi kemacetan saat pedagang menggelar lapaknya di sekitar perlintasan kereta api.
“Alhamdulillah setelah pedagang direlokasi, sekarang tidak macet lagi waktu perlintasan dibuka,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)