Jakarta Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah menggelar pagelaran seni Ketoprak Beksan Silir Pesisir di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (18102026). Pagelaran tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan seni budaya Kabupaten Batang kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.
Jakarta – Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah menggelar pagelaran seni Ketoprak Beksan Silir Pesisir di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (18/10/2026). Pagelaran tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan seni budaya Kabupaten Batang kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, kegiatan seni budaya tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Batang kepada masyarakat di luar daerah. Ia mengajak masyarakat Batang, termasuk warga yang tinggal dan bekerja di Jakarta, untuk bangga terhadap daerah asalnya.
“Kalau ditanya teman, tetangga, atau pelanggan, rumahnya di mana, harus tegas menjawab, rumahnya Batang. Sekarang Batang sudah terkenal, jadi ketika menyebut Batang, orang tidak lagi hanya mengenalnya sebagai daerah dekat Pekalongan sebelum Semarang,” jelasnya.
Menurut dia, Kabupaten Batang kini berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi. Pertumbuhan ekonomi daerah tersebut tercatat lebih dari 8 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Jawa Tengah sebagaimana disampaikan dalam sambutannya.
Faiz juga menambahkan, perkembangan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang turut membuka peluang penyerapan tenaga kerja dan memperkuat posisi Batang sebagai tujuan investasi.
“Selain sektor industri, potensi pariwisata Kabupaten Batang juga semakin berkembang. Berbagai destinasi wisata di wilayah pesisir, dataran rendah, hingga kawasan dataran tinggi terus diperkenalkan kepada Masyarakat,” terangnya.
Ia mencontohkan Alas Roban yang semakin dikenal melalui karya film layar lebar, serta sejumlah kegiatan promosi wisata yang digelar di Kabupaten Batang. Salah satunya adalah Kenduri Batik yang dihadiri lebih dari 10.000 orang. Ia juga menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan ke Kabupaten Batang pada 2025 meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pemkab Batang berharap, sektor pariwisata terus tumbuh dan menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya,” harapnya.
Faiz juga mengajak, masyarakat Batang di mana pun berada untuk ikut mempromosikan potensi daerah, mulai dari wisata pantai di wilayah utara, kawasan perkotaan dan industri di dataran rendah, hingga destinasi wisata alam di wilayah selatan. Namun, promosi pariwisata perlu berjalan beriringan dengan pelestarian kebudayaan yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Batang.
“Kebudayaan merupakan warisan yang harus dirawat agar tidak hilang seiring perkembangan zaman. Pelestarian tidak cukup dilakukan melalui pertunjukan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda untuk mempelajari dan meneruskan tradisi,” tegasnya.
Ia juga mengibaratkan kebudayaan seperti rumah, kendaraan, atau sawah yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Jika tidak dirawat, warisan tersebut dapat rusak atau hilang. Sebagai sebuah warisan, kalau tidak ada yang mempelajari, tidak ada yang meneruskan, dan generasi mudanya abai, kebudayaan juga pasti akan hilang ditelan zaman.
“Karena itu, semoga pagelaran Ketoprak Beksan Silir Pesisir dapat menumbuhkan komitmen bersama untuk melestarikan budaya Batang sekaligus memperkenalkannya ke tingkat nasional,” ungkapnya.
Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Risturino mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Batang dalam menjaga dan mempromosikan seni budaya daerah melalui kegiatan tersebut. Kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang perlu diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi berikutnya.
“Kegiatan ini bukan sekadar panggung pertunjukan, tetapi juga ruang edukasi, ruang apresiasi, dan penguatan jati diri masyarakat,” ujar dia.
Ia menambahkan, Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memfasilitasi promosi seni budaya di Jakarta, memperluas ruang aktualisasi bagi para seniman, serta mengenalkan kekayaan budaya Jawa Tengah kepada masyarakat luas.
Risturino berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai tontonan semata, tetapi mampu menumbuhkan apresiasi dan kebanggaan masyarakat terhadap kebudayaan daerah.
“Melalui pagelaran ini, Pemerintah Kabupaten Batang berharap seni budaya lokal semakin dikenal di tingkat nasional, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata dan identitas Kabupaten Batang,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)