Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 Jumadi Dibaca 41 kali IKM UKM UMKM
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Ketua Dekranasda Batang Faelasufa melihat batik tulis rifaiyah di stan Batik Rifaiyah dalam Acara Kenduri Batik di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17/10/2026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17/10/2026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.

Ketua Dekranasda Batang Faelasufa Faiz Kurniawan menjelaskan, bahwa pemilihan lokasi di tengah hutan memiliki filosofi mendalam. Menurutnya, motif batik seperti dedaunan dan bunga, serta penggunaan pewarnaan alam, memiliki keterkaitan erat dengan kelestarian lingkungan.

“Kami memilih lokasi di tengah hutan agar para pembatik semakin dekat dengan alam. Ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya merawat kelestarian alam dan mengelola limbahnya dengan baik, sehingga tradisi batik yang selaras dengan alam tetap terjaga,” jelasnya.

Nuansa tempo dulu semakin kental terasa tatkala pengunjung bertransaksi menggunakan sistem "krengceng" di mana pembeli wajib menukarkan uang tunai terlebih dahulu dengan alat tukar khusus.  Acara ini juga dimeriahkan dengan pameran kerajinan, sendratari, lomba mewarnai, talkshow, hingga pertunjukan orkestra di sore hari yang melibatkan UMKM pilihan bertrack record baik.

Faelasufa juga mengakui, tantangan terbesar industri batik saat ini adalah regenerasi dan peningkatan kesejahteraan perajin. Dua tahun lalu, banyak pembatik Batang jarang mengikuti pameran sehingga pemasarannya terbatas pada lingkaran pertemanan lokal saja.

“Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Batang aktif memperluas akses pasar dengan mengikutsertakan perajin ke pameran-pameran bergengsi nasional seperti Inacraft, Kriya Nusa, Karya Kreatif Indonesia, dan Adiwastra. Selain itu, Pemkab memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari pelatihan bersama pakar batik seperti Pak Dudung, studi banding dan magang di toko-toko batik sukses di Solo serta Pekalongan, hingga peningkatan kualitas pengemasan dan pemilihan bahan baku kain mori yang lebih berkualitas,” terangnya.

Apresiasi nyata juga diberikan melalui lomba karya batik berhadiah jutaan rupiah, yang sukses menjaring sekitar 40 peserta berbakat baru di luar radar Disperindagkop. Di tengah optimisme tersebut, tantangan regenerasi masih menjadi perhatian serius. Saat ini, jumlah pembatik alusan di Kabupaten Batang tersisa puluhan orang saja.

“Menjawab tantangan ini, Pemkab Batang tengah mematangkan rencana program beasiswa bekerja sama dengan perguruan tinggi bagi anak-anak perajin. Tujuannya satu: memastikan regenerasi berjalan dan para perajin dapat hidup sejahtera dari profesi batiknya,” tegasnya.

Sementara itu, perajin sekaligus pegiat Batik Rifaiyah Miftakhutin menyambut, baik gelaran Kenduri Batik 2026. Bersama pengusaha batik batangan lokal seperti Mbak Firoh, stan pameran mereka menampilkan kekayaan motif khas lokal untuk diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat.

“Perajin batik tulis batangan saat ini sudah sangat jarang. Kami berupaya terus mendorong para perajin agar tetap aktif menulis batik demi menjaga regenerasi dan kelestariannya,” ungkapnya.

Ia bersama rekan-rekan perajin berkomitmen untuk terus berinovasi menghadirkan variasi warna dan turunan motif baru tanpa sedikit pun meninggalkan DNA atau ciri khas asli dari Batik Rifaiyah.

Miftakhutin berharap, Kenduri Batik dapat menjadi agenda tahunan resmi di Kabupaten Batang sehingga persiapan perajin ke depan bisa dilakukan dengan jauh lebih matang.

“Melalui sinergi antara pemerintah, perajin, dan kecintaan terhadap alam, Pemkab Batang optimis produk batik lokal, baik corak Rifai'ah maupun batangan, kian diminati pasar luas, berdaya saing tinggi, dan bermuara pada kesejahteraan para perajinnya,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 15
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 35
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Batang - Di tengah hamparan pepohonan jati yang mengering pada musim kemarau, Ratno, salah satu sesepuh Desa Sembung, tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Berbekal sabit dan mengenakan caping sebagai pelindung dari terik matahari, ia menyusuri jalan desa menuju area yang biasa menjadi tempatnya mencari rumput, yang saat ini sedang diperbaiki menjadi jalan tembus ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Okt 2026 Jumadi 117
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Batang - Persiapan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sembung, terus berlanjut. Material pasir dan agregat berupa campuran tanah serta batu mulai didatangkan untuk mendukung pengerjaan sasaran fisik program TMMD Kodim 0736Batang, dalam membangun jalan tembus ke KITB. Tumpukan material yang telah berada di lokasi menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan jalan.
16 Okt 2026 Jumadi 114
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Batang Kabupaten Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi yang kian memikat. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun 2026, laju penanaman modal di daerah ini melonjak tajam hingga berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan.
16 Okt 2026 Jumadi 143
Gelaran Kenduri Batik 2026 di Batang, Pamerkan Batik Rifaiyah Hingga Spesial Ndarboy Genk Orkestra Gelaran Kenduri Batik 2026 di Batang, Pamerkan Batik Rifaiyah Hingga Spesial Ndarboy Genk Orkestra
Gelaran Kenduri Batik 2026 di Batang, Pamerkan Batik Rifaiyah Hingga Spesial Ndarboy Genk Orkestra
Batang - Momen peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Kabupaten Batang bakal dikemas berbeda. Berlokasi di sejuknya Destinasi Wisata Si Kembang Park, Kecamatan Blado, ajang bertajuk "Kenduri Batik 2026" siap digelar selama satu hari penuh pada Sabtu (17102026). Tidak sekadar pameran, gelaran ini menggabungkan edukasi warisan budaya, kebudayaan lokal, kuliner tradisional, hingga hiburan musik nasional.
16 Okt 2026 Jumadi 228